Posted by Abdul Adzim Irsad On Agustus - 10 - 2012 1 Comment

Lailatul QodarAllah Swt menyakinkan kepada hamba-hamba-Nya melalui QS. Al-Qodar ‘’Sungguh kami telah menurunkan Al-Qur’an pada malam Lailatul Qodar’’. ‘’Sungguh’’ adalah Pernyataan menyakinkan, dengan tujuan agar para pembaca tidak ragu lagi terhadap Al-Qur’an sebagai kitab suci. Penggunaan ‘’Inna’’ mengisaratkan ‘’Taukid’’ yaitu memperkuat, kepada orang-orang yang selama ini masih meragukan kebenaran Al-Qur’an.

            Sebagai kitab suci yang menjadi sumber inspirasi, motivasi, dan petunjuk diturunkan pada malam yang suci pula. Dengan begitu, Malam Lailatul Qodar bukanlah malam sembarangan. Terbukti, Allah Swt menurunkan Al-Qur’an kepada manusia suci melalui Jibril as. Tidak aneh, jika kemudian Nabi Saw mengistimewakan malam Lailatul Qodar lebih dari hari-hari lainnya, sebagimana penuturan beliau Saw:’’barang siapa menjalankan Ibadah sholat (qiyam) pada malam Lailatul Qodar atas dasar iman dan semata-mata karena Allah Swt (ihlas), maka ia akan mendapatkan ampunan atas dosa-dosa yang pernah dilakukan (HR. Bukhori dan Muslim).

Bagi mukmin sejati, beribadah kepada Allah Swt tidak pernah membedakan antara Lailatul Qodar dan hari-hari biasa. Baginya, semua malam ramadhan adalah Lailatul Qodar. Sejak awal Ramadhan, sudah memiliki komitmen, menghidupkan malam dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya, seperti; membaca al-Qur’an, witir, tahajud, menambah ilmu, sedekah, sedekah di atas ranjang, serta berbuat baik kepada sesama. Tidak lupa selalu memperhatikan apa yang sukai dan inginkan kedua orangtuanya.

 

Kembali pada QS Al-Qodar, dimana Allah Swt menjelaskan:’’Apakah gerangan Lailatul Qodar itu? Yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dimana para Malaikat turun pada malam itu atas ijin Allah Swt. Sebuah kenyataan, bahwa para Malaikat ikut serta merayakan malam-malam indah nan penuh berkah ini. Dengan mencatat semua amal ibadah yang dilakukan oleh orang-orang yang beriman. Para malaikat membaur bersama umat islam dimana saja, bersama orang-orang yang menghidupkan Lailatul Qodar, dan tidak harus di Masjid. Bisa jadi merayakan Lailatul Qodar dengan berbagi dengan fakir miskin, anak Yatim serta janda-janda tua yang renta.

Banyak orang tertipu oleh bisikan Syetan dengan menyambut Lailatul Qodar di Makkah dan Madinah, dengan cara menunaikan ibadah umrah. Padahal, mereka berkali-kali pergi ketanah suci. Dan harta yang digunakan umrah akan lebih bermanfaat jika diberikan kepada fakir miskin, serta anak-anak yatim yang membutuhkan uluran tangan. Nabi Saw pernah ditanya oleh sahabat seputar sedekah apa yang paling utama. Nabi Saw menjawab singkat:’’ sedekah pada bulan suci Ramadhan’’. Tentunya, yang berhak menerima adalah orang-orang miskin yang paling dekat dan memiliki hubungan kerabat. Alangkah mulya, jika menghidupkan Malam Lailatul Qodar di awali dengan berbagi (buka puasa) kepada anak Yatim. Atau menyalurkan sebagian harta yang dimiliki untuk orang-orang yang benar-benar membutuhkan.

One Response so far.

  1. Johnnie Reckart mengatakan:

    I simply want to say I am new to blogs and definitely liked this page. More than likely I’m going to bookmark your site . You definitely come with good article content. Many thanks for sharing your blog.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook