Posted by Abdul Adzim Irsad On Januari - 27 - 2014 0 Comment

Sejak tahun 2013 hingga tahun 2015, Indonesia akan mendapatkan potongan kuota haji. Hal ini disebabkan karena kondisi masjidilharam masih belum bisa menampung jumlah jamaah haji yang begitu banyak. Potongan kuota haji ini sangat signifikan, yaitu 20%. Padahal, setiap bulan jumlah jamaah haji semakin membludak, karena memang pemerintah memberikan kelongaran, dengan cara memberikan keluasan terhadap bank untuk memberikan dana talangan, tetapi bukan melalui dana talangan haji. Ibarat jualan, tidak jualan, tetapi jika ada yang membeli tetap saja dilayani.

Berdasarkan pernyataan Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengadakan pertemuan dengan Menteri Haji Arab Saudi Bandar bin Muhammad Hajjar sejak Selasa (21/1). Pertemuan ini salah satu agenda pentingnya melobi pemerintah Arab Saudi agar tidak melakukan pemotongan kembali kuota haji pada 2014 seperti tahun lalu.

Didampingi Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Anggito Abimanyu, Menag meminta agar kuota haji Indonesia tidak dipotong pada penyelenggaraan haji 2014. Menag berasalan bahwa pelaksanaan ibadah haji tahun 2013 berjalan dengan baik dan lancar, sehingga upaya pemotongan di 2014 mungkin tidak dibutuhkan.

“Menteri Agama Suryadharma Ali mengajukan pengembalian kuota Indonesia ke kuota dasar yakni 211 ribu jamaah dan tidak dipotong lagi dengan alasan lancarnya pelaksanaan ibadah tawaf dan sai tahun 2013,” kata Anggito, Rabu (23/01). Namun Menteri Haji Arab Saudi tetap memastikan pemotongan kuota haji 20 persen itu akan tetap dilakukan pada penyelenggaraan haji 2014.

“Masalah kuota 2014 kemungkinan besar akan tetap dilakukan pemotongan 20 persen  untuk jamaah non-Saudi dan bahkan 50 persen  untuk jemaah dari Saudi sendiri,” tutur Anggito. Ia menjelaskan, berdasarkan evaluasi pemerintah Kerajaan Arab Saudi tahun 2014, belum dimungkinkan pengembalian kuota tersebut.

Haji MabrurAkibat kebijakan ini, kuota jamaah haji Indonesia berkurang lebih dari 40.000 jamaah. Antrian jamaah haji Indonesia pun menjadi semakin panjang. Kebijakan Kementerian Agama untuk memprioritaskan jamaah haji lansia juga terpaksa ditunda.

Pada Hari Selasa (21/01), Menag Suryadharma Ali bertemu dengan Menteri Haji Kerajaan Arab Saudi, Bandar bin Muhammad Hajjar di Jeddah guna membicarakan mengenai evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2013 dan persiapan 2014.

Ada empat hal yang menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan ini, yaitu: masalah kuota jemaah haji Indonesia, lanskap penyelenggaraan haji, pelayanan di Arab Saudi, dan pengenalam e-hajj (sistem elektronik jemaah haji) terpadu. “Dari empat topik tersebut, dua topik menjadi pembahasan hangat, yakni masalah kuota dan e-hajj.

Pertemuan antara Menag dengan Menteri Haji Arab Saudi ini dihadiri juga oleh para pejabat yang kompeten, baik dari Kementerian Haji, Kementerian Luar Negari, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, serta Gubernur Jeddah, Makkah, dan Madinah (www.republika.co.id)


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook