Posted by Abdul Adzim Irsad On Oktober - 13 - 2013 0 Comment

Ashabul Kahfi2 Di dalam kisah ini terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah yang nyata.

1-      Para pemuda yang tergabung dalam kisah Ashabul Kahfi berjumlah tujuh orang (ganjil). Semua anggota Ashabul Kahfi itu adalah para pemuda yang memiliki visi dan misi yang sama untuk menyelamatkan akidah dan keyakinan mereka. Di tenggah-tenggah orang yang menyembaha berhala, ternyata masih ada orang yang bertauhid kepada Allah SWT.

2-      Walaupun kisah menakjubkan, tetapi bukan yang paling ajaib. Cukup banyak ayat-ayat yang menakjubkan di dalam kitab suci Al-Quran, yang di dalamnya terdapat pelajaran berharga bagi umat Rosulullah SAW yang yakin dan membenarkan ajaran Al-Quran.

3-      Siapa saja yang berlindung kepada Allah SWT dengan sesungguhnya tanpa ragu sedikitpun. Niscaya Allah SWT akan memberikan perlindungan. Dengan kata, siapa yang ihlas menolong agama Allah SWT, Allah SWT akan memenuhi kebutuhan hamba-Nya. Barang siapa yang yakin dan percaya kepada-Nya, maka sesungguhnya Allah SWT tidak akan pernah mengingkari janji-Nya.

4-      Adanya anjuran transaksi (jual beli) dengan mengutus orang keperyaannya, tanpa harus melakukan sendiri. Sebagaimana keterangan QS Al-Kahfi (18:19)”Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota membawa uang perakmu ini.” (QS.Al-Kahfi (18:19)

5-      Memilih makanan yang disukai, tentu saja harus halal dan bergizi. Dengan catatan tidak berlebihlebihan alias (boros). Karena berlebihan itu tidak disukai Allah SWT, sebagaimana Allah SAWT jelaskan di dalam Al-Quran:’’makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. S esungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.sesunguhnya Allah itu tidak suka terhadap orang-orang yang berlebih-lebihan (QS Al-A’rof (7:31). Pernyataan Allah SWT terkait dengan perintah memilih makanan yang baik-baik, terdapat ayat Al-Quran yang artinya:’’ hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu.’’ (Al-Kahfi: (8:19).

6-      Wajib bagi setiap umat islam mengambil setiap tempat yang di diami untuk dijadikan tempat bersujud (masjid). Allah SWT berfirman:’’Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata: ‘Sungguh kami tentu akan mendirikan sebuah rumah ibadah di atas mereka’.” (Al-Kahfi(18:21). Dari perrjalanan yang panjang, kemudian bersembunyi dari kejaran orang-orang penyembah berhala, ahirnya Allah SWT mempertemukan dengan orang-orang baik. Usai dibangunkan dari tidur panjangnya, masyarakat sekitarnya menerimanya dengan baik dan membuatkan tempat ibadah. Ini menjadi bukti nyata, bahwa siapa yang sabar di dalam menghadapi kesulitan-kesulitan, serta tidak pernah putus asa, maka Allah SWT akan memberikan jalan keluar (kemudahan). Siapa yang benar-benar bertaqwa kepada Allah SWT, maka Allah SWT menjadikan jalan keluar dari setiap kesulitan yang dihadapinya.QS-Al-Thalaq (65:2) Allah SWT berfirman:’’Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar.[1]

7-      Ada yang menarik dalam kisah Ashabul Kahfi, yaitu terkait masalah Fatwa. Allah SWT melarang bertanya kepada orang yang tidak memahami agama (ahli fikih) tentang persoalan hukum-hukum Allah SWT. Syekh Abdul Fattah Rowah sering mengingatkan agar supaya bertanya terhadap orang yang mengerti agama. Allah SWT berfirman:’’ Dan bertanyalah pada ahli dzikir,jika kalian tidak mengetahui (QS.Al-Anbiya (21:7). Rosulullah SAW adalah tempat bertanya, kemudian sahabat, para tabiin, salafussolih, serta para ulama (Madahibul Arbaah). Kemampuan ulama’ sebagai pewaris para Nabi adalah tempat bertanya dan meminta fatwa. QS Al-Kahfi (18:22) yang artinya:’’Dan jangan pula bertanya mengenai mereka (para pemuda itu) kepada salah seorang di antara mereka itu.” (Al-Kahfi: (18:22)

Diahir jaman banyak sekali yang mengaku-ngaku ulama, tetapi pengetahuan serta ilmu agamanya sangtalah terbatas dan dangkal. Ciri khas seorang ulama sejati yaitu memiliki kedalaman ilmu dan spiritual, karena mereka adalah pewaris para utusan Allah SWT.  Mereka tidak sembarangan mengeluarkan fatwa, kecuali ada yang meminta. Mereka benar-mengerti masalah hukum yang terjadi dan bijka didalam memutuskan, serta selalu berpedoman pada Al-Quran dan sunnah Rosulullah SAW.

Cukup banyak orang yang sembrono, bahkan terkesan ngawur dalam membuat fatwa. Tidak sedikit

orang yang baru hafal beberapa hadis dan beberapa ayat suci Al-Quran berani membuat fatwa baru yang kadang bertentangan dengan Al-Quran dan sunnah Rosulullah SAW. Saat ini banyak fatwa-fatwa terkait dengan mengkafirkan sesama muslim, menyesatkan, dan menfonis ahli neraka.

Padahal mereka tahu betul, orang yang dikafirkan itu menjalankan sholat lima waktu, dan berjamah pula. Orang yang disesatkan itu juga puasa Ramadhan, haji, dan zakatnya tepat waktu. Mereka lupa pesan Rosulullah SAW yang artinya:’’Setiap muslim atas muslim itu haram darahnya, hartanya dan kehormatannya” (HR. Muslim). Ketika bulan Dzulhijjah, Nabi SAW bersabda:’’ asulullah bersabda:’’Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, dan kehormatan kalian haram atas kalian, sebagaimana keharaman hari kalian ini, di negeri kalian ini, dan di bulan kalian ini. Sungguh kalian pasti bertemu Rabb kalian, dan Dia menanyakan semua amal perbuatan kalian. maka sepeninggalku, janganlah kalian kembali kepada kesesatan, sebagian kalian membunuh yang lainnya (HR Bukhori).

Ada dua hadis yang sangat penting terakit dengan pengkafiran (takfir) terhadap seorang muslim. Rosulullah SAW bersabda:’’Siapa saja seseorang yang mengatakan kepada saudaranya, “hei kafir” maka julukan itu akan kembali kepada salah seorang dari keduanya. Jika orang yang dituduh itu benar, maka sesuai dengan apa  yang dituduhkan, tapi jika tidak, maka tuduhan itu akan kembali kepada yang melemparkannya.” (HR. Muslim).

Di dalam hadits yang lain Rosululloh  juga bersabda:’’Tidaklah seseorang menuduh orang lain dengan kefasikan atau kekafiran, kecuali akan kembali kepada si penuduh jika orang yang dijuluki itu tidak demikian keadaannya.” (HR.Muslim). Begitu juga sebaliknya, jika nyata-nyata melihat orang inkar terhadap Allah SWT dan Rosulullah SAW, harus berani mengatakan kalau mereka orang-orang kafir.



[1] . (Ath-Thalaq (65 :2)


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook