Posted by Abdul Adzim Irsad On September - 12 - 2015 0 Comment

TragediHari Jumat yang istimewa nan berkah yang dikhususkan kepada umat Rosulullah SAW, dimana Nabi SAW pernah berkata “perbanyaklah sholawat kepadaku pada hari jumat, karena sholawat kalian ditampakkan kepadaku”. Hari Jumat, hari istimewa yang di sunnahkan bersholawat kepada Rosulullah SAW. Hari Jumat, hari istimewa dianjurkan membaca surat Al-Quran, khususnya Al-Kahfi. Hari jumat, hari istimewa, yang disebut dengan “sayyidul Ayyam”.

Hari Jumat itu sebaik-baik hari, sebagaimana pernyataan Rosulullah SAW yang artinya:”sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya (hari cerah) adalah hari Jum’at, (karena) pada hari ini Adam diciptakan, hari ini pula Adam dimasukkan ke dalam surga dan dikeluarkan darinya, dan tidaklah akan datang hari kiamat kecuali pada hari Jum’at.” (HR Muslim). Allah SWT memilih hari jumat sebagai hari istimewa, karena banyaknya ke-istimewaan yang ada pada hari jumat.

Pada hari jumat, Allah SWT mewajibkan setiap umat islam untuk menunaikan sholat Jumat yang prakteknya berbeda dengan sholat fardu lainnya. Rosulullah SAW, selalu mengistimewakan hari Jumat, dimana setiap muslim berkewajiban menunaikan sholat jumat dan mendengarkan khutbah Jumat. Sampai-sampai, begitu pentingnya khutbah Jumat, sampai-sampai Allah SWT berfirman:” Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli[1475]. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui (QS Al-Jumuah (62:9)

Begitu pentingnya khutbah, jumah sampai-sampai Rosulullah SAW mengingatkan dalam sebuah hadisnya yang artinya” ketika engkau berbicara kepada temanmu pada khutbah jumat “diamlah”, sedangkan imam sedang khutbah, maka jumatan kalian tidak ada gunanya (HR Muslim). Begitu pentingnya khutbah jumat, aga supaya kaum laki-laki yang ikut Juma’tan bisa menyampaikan pesan-pesan khutbah kepada keluarganya.

Tidak ada yang dipanjatkan sebuah permintan (doa) pada hari, kecuali Allah SWT kabulkan perminataan itu.  Banyak keterangan hadis, baik shohih maupu hasan seputar ke-istimewaan hari jumat dikabulkan doa. Rosulullah SAW bersabda:”sesungguhnya di dalam hari Jum’at ini, ada suatu waktu yang tidaklah seorang Muslim menemuinya (hari Jum’at) sedangkan ia dalam keadaan berdiri sholat memohon sesuatu kepada Alloh, melainkan akan Alloh berikan padanya.” (HR Bukhori dan Muslim).

Membincangkan waktu istimewa terkabulknya do’a pada hari jumat, para ulama berbeda pendapat, ada yang waktu istimewa terkabulknya do’a antara dua khutbah jumat. Ada juga yang berkata waktu terkabulnya doa jumat sore menjelang magrib.  Adapan pendapat yang kuat, yaitu, waktu di mulainya duduknya imam hingga ditunaikannya sholat jumat. Rosulullah SAW bersabda:” waktu mustajabah itu ketika seorang imam duduk hingga ditunaikan sholat”. Begitulah penjelasan di dalam kitab Al-Khasois Al-Muhamadiyah Karya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki.

Jumat akan bernilai berkah ketika seorang muslim mau berbagi (sedekah) kepada orang-orang yang membutuhkan. Ali Ibn Abi Thalib ra, berkata”segerlah bersedekah, karena bala’ tidak akan mampu mendekatinya”. Kekuatan sedekah itu mampu membuat seseorang makin istimewa dihadapan Allah SWT.

Ketika hari jumat, di kota suci, tempat turunnya wahtu Ilahi, sekaligus tempat kelahiran Rosulullah SAW, juga adanya rumah Allah SWT. Jamaah Haji Indonesia terkena musibah, mereka wafat sebagai tamu Allah SWT. Bertepatan dengan hari jumat, tamu-tamu Allah SWT menemui ajallnya di bumi yang pernuh berkah. Itulah salah ke-istmewaan mereka, lebih-lebih Rosulullah SAW bersabda:”Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jum’at atau pada malam Jum’at, kecuali Allah  SWT dilindungi dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad).

Dengan demikian, jamaah haji yang wafat itu telah memiliki kemulyaan sebagai tamu Allah SWT yang wafat pada haji jumat, sedang memenuhi rukun islam yang ke-lima. Tidak ada yang lebih istimewa, melebihi keistimewan jamah haji tersebut. Belum lagi, mereka wafat dalam kondisi musibah karena reruntuhan. Rosulullah SAW bersabda:”Syuhada (orang mati sahid) itu ada lima, yaitu orang yang meninggal karena penyakit tha’un, orang yang meninggal karena penyakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang meninggal karena tertimpa reruntuhan, dan orang yang gugur di jalan Allah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Berdasarkan keterangan hadis Rosulullah SAW, yang telah di uraikan para ulama, bisa disimpulkan bahwa mereka wafat dalam kondisi sahid. Tidak ada orang yang wafat dalam kondisi sahid, kecuali akan mendapatkan surga Allah SWT tanpa melalui hisab. Orang yang wafat dalam kondisi seperti ini, termasuk manusia pilihan Allah SWT (Malang, 12/09/2015


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook