Posted by Abdul Adzim Irsad On Februari - 4 - 2016 1 Comment

Sebagaimana disebutkan, bahwa balasan bagi orang yang menunaikan ibadah umrah surga Allah SWT. Jamaah haji dan umrah itu disebut dengan duta Allah SWT (wafdullah), jika mereka bedoa dijamin dikabulkan, jika meminta pasti diberi, dan apa yang mereka keluarkan untuk biaya ibadah umrah, juga akan diganti oleh Allah SWT dengan berlipat-lipat. Tidahklah heran, jika kemudian Allah SWT memberikan balasan finansial yang sepadan, bahkan lebih besar bagi orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah karena Allah SWT.

Ibadah haji dan umrah ini menyangkut materi, fisik, fikiran serta hati. Terkait dengan fisik, calon jama’ah haji dan umrah harus mempersiapkan diri serta menjaga stamina tubuh agar bisa melakukan segala aktifitas ibadah fisik, seperti thowaf, sa’i, dengan sebaik-baiknya. Ibadah haji dan umrah itu sekitar 90 % membutuhkan fisik yang sehat nan prima.

Ibadah haji dan umrah ini membutuhkan financial yang lumayan besar. Untuk bisa sampai ke kota suci Makkah diperlukan dana yang cukup, untuk itulah diwajikan istitoah. Tidak lupa, ilmu tentang haji dan umrah (manasik) menjadi sangat penting, karena kesempurnakan ibadah haji dan umrah itu tidak lepas dari manasik haji dan umrahnya.

Ibadah haji dan umrah itu bagi Nabi SAW sangat istimewa, disamping menjadi wafdullah, jamaah haji dan umrah itu akan diberikan balasan yang memuaskan dari Allah SWT.

Balasan Finansial.

 Tidak ada alasan bagi setiap orang yang sudah cukup mampu menunda ibadah haji dan umrah, dengan alasan finansialnya belum cukup, atau haji itu menjadikan orang tambah miskin. Lebih-lebih, jika uang itu dibelikan mobil, atau tanah, padahal jumlahnya sudah mencukupinya.

Di dalam redaksi lain, Nabi SAW menuturkan:’’ satu dirham yang dikeluarkan untuk biaya haji setara dengan empatpuluh ribu (40.000) ribu’.Tidak satupun orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah, kecuali akan diberikan keluasan rejekinya. Dengan catatan ihlas karena Allah SWT.

Diriwayatkan dari Burdah, ia mengatakan:’’ Nafakoh (biaya) menunaikan ibadah haji, seperti biaya yang dikeluarkan untuk berjuang dijalan Allah, satu dirham (rupiah), dilipatgandakan sampai tujuhratus lipat (tikel) (H.R Ahmad).

Allah SWT benar-benar menghargai setiap rupiah yang dikeluarkan oleh calon jama’ah haji dan umrah. Bahkan, semua biaya yang dipergunakan, mulai daftar, foto, naik angkot, serta modar-mandir, Allah tidak pernah mensia-siakannya. Nabi SAW pernah memberikan kabar gembira kepada para pengikutnya, bahwa biaya haji dan umrah itu dilipatgandakan menjadi tujuhratus, sebagaiamana keterangan hadis yang berbunyi:’’

One Response so far.

  1. […] Keutamaan Umrah dan Balasan (1) […]


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook