Posted by Abdul Adzim Irsad On Mei - 19 - 2012 1 Comment

Jumat MubarakahNabi Saw menganjurkan kepada setiap pengikutnya agar supaya bersihan. Makna bersihan itu sangat luas, seperti; mandi, sikat gigi (siwak), merapikan rambut, jenggot, sampai mencukur rambut (ketiak dan kemaluan), serta memotong kuku. Nabi Saw tidak menyukai orang-orang yang kopros (kumel). Oleh karena itu beliau Saw selalu mengenakan baju yang bagus, bersih dan suci, tetapi bukan dari bahan yang mahal. Nabi Saw juga selalu berdandan rapi, sebagaimana dikisahkan Aiysah ra, dimana Nabi Saw sering dilumuri parfum dan disisir rambutnya, sementara Nabi Saw di atas pangkuan Aisyah ra. Nabi-pun menghiasi kemseraan itu dengan alunan ayat-ayat suci al-Qur’an.

Ketika jumat tiba, Nabi Saw menawarkan sunnah-sunnahnya, seperti; mandi jumat, memotong kuku, rambut, merapikan kumis. Semuanya itu hukumnya sunnah. Artinya, besar pahalanya jika dilaksanakan dan tidak apa-apa jika tidak dilaksanakan. Jika semua dilakukan semata-mata karena cinta dan mengikuti Nabi Saw, pahalanya sangat besar, dan bisa mengantarkannya berdampingan dengan Nabi kelak. Salah satu cara dan bentuk mencintai Nabi Muhammad Saw yaitu dengan mandi jumat.

Mandi jumat akan menjadi nilai ibadah sunnah, jika diniati. Sebab, segala sesuatu itu tergantung dengan niatnya, sebagaimana penuturan beliau Saw:’’ sesungguhnya amal perbuatan manusia itu tergantung pada niat’’. Oleh karena itu, ketika memasuki hari jumat berniatlah membersihkan diri (mandi) karena mengikuti ajaran Rosulullah Saw.

Di dalam sebuah hadis, secara khusus Nabi Muhamamd Saw menjelaskan secara rinci seputar membersihkan diri di hari jumat. Nabi Saw menjelaskan bahwa mandi jum’at, bersuci (wudhu’), memakai minyak, atau mengolesi diri dengan wewangian sebelum berangkat ke Masjid, sholat sunnah, dan tidak diam mendengarkan khutbah. Kemudian Nabi Saw menuturkan:’’ Kecuali akan diampuni dosa-dosa antara jum’at satu dengan jum’at lainnya’’ (HR Bukhori).

Jaminan ampunan Allah Swt atas dosa-dosa yang pernah dilakukan merupakan sebuah penghormatan khusus bagi pengikut setia Rosulullah Saw. Esensi dari ajaran dan anjuran Nabi Saw ialah, agar supaya para pengikutnya bersih, suci, dan wangi ketika berada di dalam masjid. Dengan kondisi seperti itu, maka ibadahnya juga lebih khusu (focus). Bayangkan…!ketika berangkat ke masjid, tidak mandi, dan tidak memakai wewangian. Pasti  ngantuk ketika khutbah sedang berlangsug. Bau tidak sedap bisa merusak suasana dan menganggu orang yang duduk disekitarnya.

 

One Response so far.

  1. Denis Moisan mengatakan:

    I simply want to tell you that I am just very new to blogging and site-building and truly enjoyed this web page. Most likely I’m want to bookmark your website . You certainly come with amazing article content. Cheers for sharing with us your blog site.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook