Posted by Abdul Adzim Irsad On Januari - 30 - 2016 3 Comments

Oleh :Abdul Adzim Irsad LC. M.Pd

cropped-Makkah-Klasik.jpgAllah SWT berfirman yang artinya:”sempurnakanlah haji dan umrah karena Allah’’.[1] Ayat menegaskan bahwa ibadah haji dan umrah itu satu paket yang tidak boleh dipisahkan. Artinya, orang berkewajiban menunaikan ibadah haji dan juga umrahnya. Dalam prakteknya, ibadah haji itu boleh dilaksankan secara bersamaan dengan ibadah umrah. Setelah selesai melaksankan ibadah haji, baru kemudian melaksanakan umrah, atau melaksankan umrah terlebih dahulu baru kemudian umrah.

Pada saat ini, dimana antrean haji begitu panjang dan melelahkan, sehingga diperbolehkan mendahulukan ibadah umrah, dengan tetap ber-azam (niat yang kuat) menunaikan ibadah haji jika diberikan keluasan rejeki dan diberikan panjang umur. Jangan sampai, semangat umrah kuat, tetapi enggan menunaikan ibadah haji. Sebab, bagimana-pun ibadah haji itu adalah rukun Islam.

Untuk itulah, umrah yang dilaksanakan harus benar-benar yang berkualitas sesuai denngan tuntuna Rosulullah SAW. Dengan demikian, perjalanan umrah benar-benar mengesankan. Jangan sampai hanya sekedar berangkat ke kota suci Makkah, tetapi tidak memiliki bekal pengetahuan manasik umrah yang cukup memadai, baik fikih maupun sejarah dua kota suci Makkah dan Madinah.

Setiap KBIH atau biro penyelengara perjalanan haji dan umrah berkewajiban memberikan pelayanan yang terbaik bagi jamaahnya. Mulai pelayanan ibadah umrah, pelayanan bimbingan, pelayanan kesehatan, serta pelayanan perjalanan. Dan, yang tidak kalah penting, KBIH atau peyelengara haji harus benar-benar memberikan perhatian yang terbaik terhadap jamaah umrah.

Bagi orang Arab, sejak ber-abad-abad, mereka berlomba-lomba memberikan layanan yang terbaik terhadap jamaah haji dan umrah. Mereka merasa mulya jika sudah bisa memberikan pelayanan terhadap jamaah umrah. Konon, orang-orang Jahiliyah, sangat tersanjung jika diberikan kesempatan melayani jamaah haji dan umrah. Mereka berkeyakinan bahwa jamaah haji dan umrah itu adalah utusan Allah (wafdullah). Karena itulah, jamaah umrah itu memiliki ke-istimewaan di sisi Allah SWT.

Siapa yang menyakiti dan menelantarkan jamaah umrah, sama dengan menyakiti Allah SWT. Maka, tidaklan berlebihan jika ada KBIH atau penyelengara haji dan umrah pemiliknya kuwalat (tekena bala’) sebagai balasan karena menyakiti serta menelantarkan tamu-tamu Allah SWT. Jika Allah SWT dan Rosul-Nya saja memulyakan, bagaimana dengan manusia biasa yang menelantarkan mereka karena hanya urusan duit (dolar). Saat ini, sering sekali terdengar informasi yang menerangkan bahwa banyak sekali jamaah haji terlunta-lunta, bahkan tidak jadi berangkat umrah. Padagal mereka sudah niat memenuhi panggilan Allah SWT. Ada juga yang berangkat ke Jakarta, tetapi tidak jadi berangkat. Berbagai alasan dikemukakan oleh penyengara haji dan umrah. Dan yang paling menyedihkan yaitu, banyaknya biro bodong (abal-abal), dengan tujuan menipu jamaah haji dari desa  (bersambung…..)

[1] . QS Al-Baqarah (2:196)

3 Responses so far.

  1. […] Sedangkan saat berada di Madinah, harus banyak ziarah ke Rosulullah SAW (bersholawat), sholat di Raudhah, dan juga ziarah ke Makam […]

  2. […] ibadah haji dan umrah itu bukan semata-mata datang ke Makkah, tetapi harus benar-benar mempersiapkan diri (hati/niat) dengan baik dan benar.Sebab, Rosulullah […]


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook