Posted by Abdul Adzim Irsad On Desember - 24 - 2012 0 Comment

Tiga Kota Suci
K
Sudah diketahui bersama bahwa sholat di Masjidilharam (Makkah) pahalanya begitu banyak. Karena begitu banyak dan melimpah, sampai-sampai Nabi SAW menyebutkan angka hingga seratus ribu. Padahal, pahala ibadah di Masjidilharam itu lebih banyak dari serartus ribu, jika benar-benar dilaksanakan dengan ihlas karena Allah SWT.

 Sedangkan jika sholat dilaksanakan di Masjid Nabawi (Madinah), pahalanya dilipat gandakan menjadi sepuluh ribu. Nabi-pun menegaskan dalam hadisnya yang artinya:’’ sholat di Masjidku ini, lebih dari seribu sholat, kecuali Masjdiilharam’’.[1] Salah satu keleibihan Masjid Nabawi (Madinah), karena keberadaan Rosulullah SAW. Seandainya, Nabi SAW tidak hijrah, dan tidak di makamkan di Madinah, maka kesakralan Madinah tidak seperti sekarang ini.

Sedangkan Masjidil Aqsa masjid ketiga yang di anjurkan untuk di kunjungi ternyata juga memiliki keistimewaan. Di antaranya ialah, bahwa Masjid ini di bangun setelah Masjidilharam, yang menjadi tempat para utusan Allah SWT. Sholat di Masjidil Aqsa juga memiliki nilai yang tinggi di sisi Allah SWT. Ibnu Umar ra pernah mendengarkan Rosuluallah SAW mengatakan:’’sholat di Masjidil Aqsa (Baitul Maqdis), lebih baik dari seribu sholat, kecuali Masjidilharam dan Masjid ini (Masjid Nabawi) Madinah’’. [2]

Bukan tanpa alasan Nabi SAW memulyakan ketiga masjid tersebut di atas. Masing-masing memiliki kelebihan dan keistimewaan, sebagaimana banyak disebutkan di dalam Alquran dan Hadis RosulullahSAW. Baitul Maqdis sejak Nabiyullah Adam as, Ibaram, sudah menjadi pusat dan tujuan para utusan Allah SWT. Hampir semua Nabi dan utusan Allah SWT pernah menginjakkan kaki di masjid mulia ini, termasuk Rosulullah SAW.

Bukan, hanya ibadah sholat yang dilipatgandakan. Semua jenis ibadah yang dilaksanakan karena Allah SWT pahalanya berlipat ganda, sekaligus menjadi pembeda dengan masjadi pembeda dengan masjid-masji yang lain. Sholat, zakat, puasa, serta ibadahibadah sunnah lainya, akan dilipatgandakan, dengan catatan dilaksanakan ihlas semata-mata karena Allah SWT. Begitu juga dengan kemaksiatan yang dilakukan di tiga masjid ini, Allah SWT akan segera membalasnya. Sangat tepat jika Nabi SAW menganjurkan untuk berziarah di tiga masjid mulia ini, sebagaimana hadis beliau yang sangat populer.

Karakteristik tiga masjid suci begitu menarik dan unik. Makkah, memiliki Baitullah yang dikelilingi jin dan manusia bahkan para Malaikat sekaligus pusat pusaran bumi. Sendangkan Madinah memiliki Al-Raudah Al-Syarifah, yang disebut dengan taman surga. Sedangkan Masjidil Aqsa memiliki nilai khusus di hadapan Nabi SAW, yaitu tempat transit Nabi SAW sebelum naik kelangit berjumpa dengan Allah SWT. Setiap ibadah yang dilaksanakan di Baitil Maqdis akan menjadi pelebur dosa, sebagaimana Rosulullah SAW tuturkan di dalam hadisnya yang artinya:’’ barang siapa yang sholat di Masjidil Aqsa (baitul Maqdis) maka Allah SWT akan mengapus dosa-dosanya’’.

Di dalam hadis lain, nabi SAW menjelaskan bahwa sholat berjamaah, serta sholat sunnah yang dilakukan di Masjidil Aqsa dengan sempurna, maka ia akan mendapat jaminan surga. Abu Umamah Al-Bahili meriwayatkan hadis yang berasal dari Rosulullah SAW sebagi berikut:

         ??? ??? ????? ??????? ??? ???? ??? ???: ??? ???? ???? ??? ???? ???? ????: ?? ?? ?????? ???? ?? ??? ?????? ?????? ??? ??? ?????? ???? ????

Artinya” Dari Abi Umamah al-Bahili ra, ia mengatakan: Rosulullah SAW telah bersabda” barang siapa telah menunaikan ibadah haji, dan umrah, dan kemudian sholat di Baitil Maqdis, dan mereka telah siap semuanya, maka sungguh ia telah menyempurnakan sunnah-Ku’’

??? ????? ??? ???? ??? ???: ?? ??? ??? ??? ?????? ???? ???? ??? ?????? ????? ??? ??? ????? ???? ?????? ?????? ??????? ?????? ?? ???? ?????? ??? ?? ????? ???? ????? ???

Dari Makhul ra, dia berkata:’’barang siapa keluar rumah menuju Baitul Maqdis karena sebuah tujuan untuk sholat, kemudian dia shholat di dalamnya lima waktu, subuh, dzhuhur, asahar, magrib dan isa’, kemudian sholat disiang hari, maka dosa-dosanya akan terhapus, ibarat bayi yang baru dilahirkan dari perut ibunya.

 

Beruntung sekali bagi setiap muslim yang sudah menunaikan ibadah haji dan umrah, bisa berziarah Kota Suci Makkah. Tetapi, rasanya belum afdal, jika belum mengunjungi kota Nabi SAW, karena Nabi SAW berjanji barang siapa yang mengunjungi dirinya, kelak akan mendapatkan syafaat (pertolongan) Rosulullah SAW.

Walaupun sudah mengunjungi dua kota sucu, akan terasa hampa jika belum ziarah ke Baitil Maqdis (Masjidil Aqsa). Baitul Maqdis kota tertua yang memiliki jutaan kisah yang menakjubkan, bahkan dalam Konferensi Warisan Budaya Islam Ketiga di Tunisia Baitul Maqdis ditetapkan sebagai warisan pertama dalam daftar peninggalan bersejarah di dunia  Islam.[4]  Beberapa Negara islam, seperti; Iran, Turnisia, Mesir, Senegal, Nigeria, serta pejabat ICESCO dan Institut Warisan Budaya Nasional Palestina turut hadir, sebagai bukti pengakuan terhadap eksistensi Baitil Maqdis sebagai kota suci Islam ketiga.

Berdasarkan kajian sejarah yang bersumber dari pernyataan Rosulullah SAW, serta penjelasan para ulama tafsir memang tidak diragukan tentang kebenaran kota ini. Wajar, jika kemudian menjadi pusat perhatian dunia.  Sebagian besar utusan Alllah SWT di makamkan di tempat mulia ini. Dan Nabi-pun menjadikan tanah surga ini sebagai transit sebelum mi’raj. Begitu juga para sahabat yang berbondong-bondong berziarah pada tempat mulia ini.

Bahkan, para malaikat-pun juga tidak mau ketinggalan mengunjungi Masjidil Aqsa,. Bukan hanya orang islam yang merasa berhak atas Baitil Maqdis, Yahudi dan Nasrani juga merasa berhak atas Baitil Maqdis. Yahudi berkeyakinan, bahwa Baitul Maqdis adalah tanah nenek moyangnya, sehingga mereka mati-matian dan berdarah-darah ingin merebut dari tangan umat islam.

Banyaknya hadis, serta pendapat yang dikemukakan oleh para ulama seputar keutamaan tanah suci Maqdis, membuat umat islam semakin yakin dan mantap untuk datang mengunjunginya. Apalagi, secara khsus, Allah SWT menjelaskan kalau Baitul Maqdis adalah tanah berkah (QS Isra’ (17:1), begitu juga penjelasan QS Al-Anbiya’ (21:71) yang artinya:’’ dan kami selamatkan dia dan juga kaum Lut, pada tanah yang kami berkahi di dalamnya untuk alam semesta’’. Ibnu Abbas-pun berkomentar:’’ dikatakan berkah, karena banyaknya tanaman, buah-buahan, dan sunggai-sungai, dan tanah itu dalamnya adalah para Nabi, dikataka n juga Batu Maqdis karena banyaknya para nabi yang di utus Allah SWT dari tanah tersebut (At-Toriqu Ila Baitil Maqdis:).



[1] . HR Imam Bukhori.

[2] . Ibn Jauzi, Tarikh Baitil Maqdis ( Fadlu al-Sholati fi al-Baiti al-Maqdis)


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook