Posted by Abdul Adzim Irsad On September - 16 - 2013 0 Comment

 

Loper KoranKetika musim haji tiba, ada saja kisah menarik, unik, terkait langsung dengan ibadah haji. Baik terkait dengan pelaksanaannya atau terkait langsung jamaahnya. Ada tukang, tambal ban, tukang becak,, tukang pijat, penjual rujak, petani Lombok, sampai pemulung yang naik haji. Bahkan sampai ada sinetrron ‘’Tukang Bubur Naik Haji’’. Kisah-kisah ini sangat menaik dan ispiratif, karena ternyata ibadah haji itu tidak didominasi oleh orang-orang kaya saja, malainkan ada juga orang-orang yang terbatas ekonominya, tetapi Allah SWT memberikan kesempatan mengunjungi Baitullah.

Di Jawa Timur naik haji sangat istimewa, buktinya antrean pendaftar haji sudah memasuki tahun 2027. Setiap tahun jumlah yang berangkat ke tanah suci sekitar 200 juta kebih,.Kecauli tahun ini, dimana pemerintah membatasi jumlah jamaah haji Indonesia hingga 20%. Alasanya, karena kondisi Makkah (Masjidilharam) masih dalam perbaikan.

Dari sekalian jumlah jamaah haji yang pergi ke tanah suci,  ternyata bukan dari kalangan berduit saja. Tetapi juga mereka yang hidup dengan kondisi pas-pasan. seperti yang dialami Mohamad Anwar, penjual koran di Jombang, Jawa Timur.

Setiap orang islam selalu ingin menunaikan ibadah haji. Tetapi, tidak semua orang islam bisa memenuhi keinginan dan cinta-citanya untuk pergi ke tanah suci Makkah. Berbagai upaya dilakukan, demi memenuhi panggilan ilahi. Allah SWT selalu mengapresiasi seiap orang yang berniat (ber-azam) kuat menunaikan haji. Dengan catatan, azamnya itu sudah dibuktikan dengan membuka tabunagn haji, walaupun harus antrean 10-15 tahun lamanya.

Ketika sudah memiliki porsi haji, atau ketika masih dalam proses pengumpulan uang. Ketahuilah, yang demikian ini mendapatkan perhatian khusus dari Allah SWT. Andaikata, tidak bisa menunaikan ibadah haji, dikarenakan sakit, tua, bahkan Allah SWT memanggilnya, maka kelak ia termasuk orang-orang yang sudah menunaikan ibadah haji. Kelak ia akan dibangkitkan oleh Allah SWT bersama-sama dengan mengenakan baju ihram sambil mengucapkan talbiyah.

Muhamma Anwar telah mewujudkan niat dan mimpinya menjadi tamu Allah SWT, kejara keras yang hasilnya ditabung,  ahirnya berbuah manis. Bertahun-tahun duit hasil kerja loper Koran ditabungkan. Sampai pada ahirnya,  Muhammad Anwar bisa berangkat haji pada 16 September 2013. Mungkin orang tidak akan pernah mengira, dan tidak pernah dibayanagkan bagaimana  apa perjuangan Muhammad Anwar ini, warga Desa Glagahan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang ini?

Sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, setiap pagi ia harus mengambil dan mengemas koran-koran yang datang untuk diantar ke para pelanggannya. Speda motornya juga  kreditan yang masih belum lunas. Anwar keliling membawa korang dari kampung kekampung, dari desa ke desa untuk membagikan Koran itu. Dengan pekerjaan sederhana itu, Muhammad Anwar itu juga mampu menyekolahkan tiga anaknya hingga lulus sampai perguruan tinggi. Inilah yang disebut dengan rejeki berkah. Rejeki berkah itu bukan dinilai dari jumlahnya, tetapi dari manfaatnya.

Banyak sekali orang yang gajinnya lumayan besar, tetapi untangnya lebih besar. Tidak bisa naik haji, putra-putrinya juga tidak bisa menyelesaikan kuliah diperguruan tinnggi. Bahkan, kehidupan sehari-harinya kadang masih kurang. Berbeda dengan Muhammad Anwar, walaupun penghasilanya sedikit, tetapi  benar-benar halal seratus persen, sehingga bermanfaat bagi keluarganya.

Keberangkatan Haji Muhammad Anwar itu berawal dari  saat dia keliling mengantar koran pada tahun 2008. Ketika itu banyak warga berkerumun,ternyata kerumunan orang di tengah jalan itu tengah mendoakan tetangganya yang hendak berangkat haji. Saat itu  Anwar itu ikut meng-amini doa tersebut. Sebab, tidak satupun doa yang dipanjatkan orang yang sudah keluar rumah ingin menuanikan ibadah haji, kecuali dikabulkannya. Bahkan, Nabi SAW pernah mengatakan:’’ jamaah haji dan umrah itu adalah duta Allah SWT, jika mereka berdoa dikabulkan’’.. Berkah dari doa itulah Anwar niatnya dikabulkan oleh Allah SWT.

Karena niat dan tekadnya sudah kuat untuk memenuhi panggilan Allah SWT, Anwar menjual sepeda motor bututnya seharga Rp3,5 juta, untuk mendaftarkan diri berangkat haji. Setiap bulan dia membayar kekurangannya dengan cara mengangsur. Persis dengan pernyataan Rosulullah SAW bahwa segala sesuatu itu tergantung pada niatnya. Muhammad Anwar niatnya sudah bulat, Allah-pun memberikan kemudahan jalanya menuju tanah suci Makkah. Semoga hajinya mabrur, diterima Allah SWT dan putra-putranya juga bisa mengikuti jejaknya menuju Makkah dan bisa berkunjung kepada Rosulullah SAW.

 


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook