Posted by Abdul Adzim Irsad On Juli - 25 - 2013 0 Comment

Tower ZamzamMakkah memiliki menara yang cukup bagus, indah, besar dan fenomenal, yang lebih populer dengan sebutan Grand Zam-Zam Tower. Setiap jamaah haji dan umrah, ketika memasuki kawasan Makkah, pasti melihat menara tinggi nan megah itu. Ketika melihat ke atas menara, orang akan terkesan dengan jam yang besar dan indah mempesona dengan warna yang terang. Apalagi, setiap detik ada tulisan-tulisan kalimah toyyibah yang indah nan indah melengkapi indahnya kota suci Makkah. Kalimah-kalimah toyyibah itu silih berganti, seperti; tasbih, tahmid, tahlil, dan sholawat kepada Rosulullah SAW dang keluarganya.

Setelah diamati dengan seksama, ternyata ada tulisan yang unik dan menarik untuk diperhatian, yaitu ‘’ Allahuma Solli Ala Sayyidina Muhammad’’. Sebenarnya, sholawat yang menyertakan ‘’Sayyidina’’ ketika menyebut Nabi Muhammad SAW bukan suatu yang baru dan tidak diperdebatkan, karena sudah menjadi biasa.

Tetapi bagi Arab Saudi sangat penting. Sebagian ulama Saudi Arabia (salafi) mengecam habis-habisan terhadap orang-orang yang bersholawat kepada Rosulullah SAW dengan menambah ‘’Sayyidina’’. Nabi SAW di anggab manusia yang tidak mau dijunjung dengan berlebihan.

Pada kesematan yang lain, aku pernah bertemu dengan seorang santri Ulama Saudi di Riyahd yang terang-terangan menentang orang yang menyebut ‘’Sayyidina’’. Ketika saya katakana kepada dirinya tentang istilah ‘’Kanjeng Nabi Muhammad’’ di dalam menjunjung keagungan Rosulullah SAW, justru marah dan tersinggung. Ia berasalan itu bukan ajaran Rosulullah SAW, bisa-bisa ini jutru melakukan pelanggaran terhadap sunnah Rosulullah SAW. Kemudian saya berbisik ‘’kapan-kapan kalau memanggil bapakmu, tidak usah memakai ‘’Ayah atau Bapak’’. Sebut saja namanya langung.

Sayyidina dan Maulana sudah membumi di bumi Makkah Al-Mukarramah dan tidak tabu lagi. Di beberapa pengajian sudah sering disebut-sebut, seperti dalam pengajian rutin Syekh Makki Al-Bakistani di pintu paling depan sebelah kiri Bab Malik Abdul Aziz yang menjelaskan tentang penggunaan Sayyidina dengan gamblang dan terang. Menambah ‘’Sayyidina’’ terhadap Naba Muhammad itu bagian dari meng-agungkan Rosulullah SAW.

Bahkan dalam setiap keterangan, Syekh Makki Al-Bakistani yang mengajar di Masjidilharam selalu menggunakan Sayyidina dalam setiap membuka pengajian dan do’anya. Seolah-olah ia meyakinkan bahwa menggunakan tambahan ‘’Sayyidina’’ itu jauh lebih indah, santun ketika menyebut nama Rosulullah SAW. Dengan begitu tidak ada alasan bagi orang yang tidak suka, atau tidak terbiasa menggukan ‘’Sayyidina’’ ketika menyebutkan nama Rosulullah SAW, apalagi sampai mengatakan itu tidak diajarkan (larangan) Rosulullah SAW. Jika tidak suka dengan istilah ‘’sayyidina’’ maka itu hak setiap orang.

Begitu juga dengan pembacaan ‘’Basmalah’’ yang mulai agak keras, bahkan diperdengarkan. Kebetulan Syekh Sholih Ibn Humaid pada hari Selasa (16/07/2013) menjadi Imam sholat subuh. Ternyata secara samar tetapi jelas terdengar beliau mengawali membaca surat Al-fatihah dengan basmalah.

Menurut hitungan  ayat, ‘’bismillah’’ itu memang bagian dari surat Al-Fatihah, sehingga wajar jika Imam Syafii mewajibkan setiap membaca Al-Fatihah harus dengan mengeraskan bismillah. Banyak sekali hadis yang menerangkan demikian, seperti hadisnya Ibn Huzaimah, Al-Baihaki. Ada sekitar 20 sahabat Nabi SAW yang mengeraskan bacaan bismillah di dalam sholat, seperti; Abu Bakar, Ali, Ibn Abbas, Abu Hurairah dll ( Asna Al-Matolib 2/276).

Para Imam Masjidilharam secara jelas dan gamblang mulai membaca surat Al-Fatihah dengan samar, tetapi semua jamaah bisa mendengarkan. Itulah yang didengar oleh penulis selama di Makkah, yaitu saat Syekh Sholih Ibn Khumaid menjadi Imam Sholat subuh.

Menerut keterangan beberapa teman yang bermukim 15 tahun di Makkah. Telah terjadi perubahan besar di Arab Saudi, muali liburan sekolah yang biasanya hari kamis dan jumat, sekarang berubah menjadi Jumat dan Sabtu. Para ulama-ulama yang selama ini keras dan mudah menyesatkan (tabdi), tafsik (menfasikan), takfir (mengkafirkan), sesama bisa dikatakan jarang. Bahkan, banyak yang membaca sholawat selalu di tambah dengan sayyidina dan maulana Muhammad.

Kondisi seperti sangat bagus dan sangat menguntungkan Saudi Arabia dari sudut pandang politik. Selama ini Saudi Arabia dipandang sangat ekstrim di dalam menjalankan ajaran Rosulullah SAW, sehingga menganggab yang lain itu  salah dan tersesat. Sejak awal, Syekh Abdul Wahab pernah mengatakan kalau dirinya mengaku tidak pernah mengharamkan tawassul, maulidan, membaca dalail khoirat dll. Sulaiman Ibn Suhaim adalah laki-laki yang di anggab telah melakukan perbuatan kasar dengan menatasnamakan Syekh Abdul Wahab. Itulah ungkapan beliau di dalam risalah Syekh Abdul Wahab sebagaimana yang dukutib oleh Sayyid Muhammad di dalam kitab Al-Mafahim. Wallau A’lam


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook