Posted by Abdul Adzim Irsad On April - 17 - 2016 0 Comment

Jihad itu perintah Allah SWT yang wajib dilakukan oleh setiap umat islam dalam rangka membela kehormatan dan mengangkat derajat islam. Penjelasan jihad (berjuang) dijalan Allah SWT yang dijelaskan di dalam Al-Quran dan sunnah Rosulullah SAW, sebagian besar menggunakan pendekatan fisik dan finansial. Hanya saja, penjelasan itu harus sesuai dengan apa yang diterangkan oleh para ulama sang pewaris para nabi.

Jihad VS Teroris

Memang, perjuangan itu tidak lepas dari penjuangan dengan fisik dan materi. Orang akan dikatakan sebagai berjuang dijalan Allah SWT jika benar-benar mau mengorbankan jiwa raga dan hartanya untuk Allah SWT. Tidak tanggung-tanggung, Allah SWT akan membalasnya dengan pahala surga tanpa harus dihisab terlebih dahulu. Dan yang menarik lagi, Allah SWT juga menjanjikan dengan bidadari-bidadari cantik dan mempesona untuk menyambut orang-orang yang mati dalam berjuang dijalan Allah SWT (sahid).

Maka dari itulah, seringkali orang yang berjihad (berjuang) itu salah kaprah niatnya. Padahal, Rosulullah SAW mengingatkan agar setiap perjuangan, usaha, dan apa-pun, hendaknya harus disertai dengan niat yang baik dan benar karena Allah SWT, bukan karena wanita, harta, kedudukan (jabatan), atau karena masalah kekuasaan (politik). Ketika salah niatnya, akan menjadi penyesalan selama-lamanya, dan perjuangan itu akan menjadi sia-sia belaka.

Hampir semua bentuk perjuangan yang terkait dengan fisik, pikiran, serta materi dikatakan dengan jihad. Secara khusus, Allah SWT menjelaskan:’’ berjuanglah dijalan Allah SWT dengan harta dan dan jiwa ragamu’’. Orang-orang yang benar-benar berjuang dijalan Allah SWT, ia tidak pernah memikirkan nasib dirinya, dan juga tidak pernah berfikir berapa banyak uang yang dikeluarkan. Sahid (mati sahid) menjadi tujuan utama dalam hidupnya. Mereka memiliki motto ‘’hidup mulia, atau mati dalam keadaan sahid’’.

Di jaman sahabat, ketika diinformasikan akan terjadi perang melawan musuh-musuh islam, semua sahabat ikut berlomba-lomba berjuang di jalan Allah SWT. Setiap sahabat berharap serta meminta kepada kerabat-kerabatnya agar gugur di medan perang menjadi sahid. Sebab, orang yang meninggal ketika membela agama Allah SWT, kelak ia akan mendapat pahala surga, dan juga bisa memberikan safaat (pertolongan) kepada kerabatnya hingga 80 orang.

Begitu besar pahala orang berjuang di dijalan Allah SWT, sampai-sampai ada yang sengaja memanfaatkan semangat juang orang islam tersebut. Makna jihad seringkali berubah menjadi salah arah. Dulu, Rosulullah SAW membela diri, dan tanah air Madinah, dan juga membela kehormatan berperang dengan orang-orang kafir Makkah yang garang, kasar, dan menyerang Madinah. Tidak ada pilihan, kecuali harus mempertahankan diri dari kekejaman orang-orang Kafir Makkah.

Walaupun jumlah pasukan Rosulullah SAW kalah banyak, tetapi semangat juang (jihad) melebihi semagat juang orang-orang Kafir Makkah. Nabi SAW memberikan semangat kepada para sahabatnya bahwa perang melawan orang-orang Kagfir Makkah yang garang, kasar, dan sombong itu merupakan bentuk jihad. Dan siapa yang gugur, Allah SWT akan memberikan tempat yang istimewa di surga. Itulah makna jihad yang sesungguhnya, yang diajarkan dan dicontohkan oleh Rosulullah SAW.

Realitas jihad sekarang mulai berubah drastis. Semangat juang orang islam seringkali salah kaprah, dimana para pejuang semangat berperang sesama umat islam sendiri. Orang islam berbondong-bondong pergi ke syiria dengan alasan Jihad, sementara Palestina menderita dijajah bertahun-tahun oleh Israel. Bukankan yang layak mendapatkan bantuan ekonomi, obat-obatan, bahkan pejuang dan senjata adalah rakyat Palestina yang setiap hari mendapatkan terror dan kekejaman fisik dari penjajah Israel.

Betapa menderitanya bangsa Palestina. Mereka harus berjuang sendiri dengan keterbatasan, sementara bangsa Arab dengan bergelimang harta bersuara nyaring bahwa melawan pemerintah Syiria adalah Jihad dijalan Allah, sementara membela Palestina dikatakan “pemberontak”. Mestinya, orang Arab itu lebih mengerti penjelasan Al-Quran, karena mereka berbahasa Arab, “bahwa orang-orang Yahudi tidak akan rela terhadap orang islam selamanya, sampai orang islam mengikuti agama mereka”.

Yang terjadi saat ini, justru sesama bangsa Arab Arab berperang dengan mengatasnamakan “jihad”, mereka saling bertumpah darah dengan alasan jihad. Padahal Rosulullah SAW pernah berpesan dalam khutbah wada’”Beliau SAW bersabda, “Wahai sekalian manusia! Hari apakah ini?” Para sahabat menjawab, “Hari haram (suci).” Beliau bersabda, “Negeri apakah ini?” Para sahabat menjawab, “Negeri haram (suci). Kemudian Rosulullah SAW bersabda “Bulan apakah ini?” Para sahabat menjawab, “Bulan haram (suci).

Selanjutnya Beliau SAW bersabda “Sesungguhnya darahmu, hartamu, dan kehormatanmu adalah haram atasmu semua, sebagaimana kesucian hartamu ini, negerimu ini, dan bulanmu ini.

 Kata-kata itu beliau ucapkan berulang-ulang. Kemudian beliau mengangkat kepalanya, lalu bersabda “Ya Allah, bukankah aku telah menyampaikan? Ya Allah, bukankah aku telah menyampaikan?” Ibnu Abbas berkata, “Demi Allah yang diriku dalam kekuasaan-Nya. Sesungguhnya khutbah beliau itu merupakan wasiat bagi seluruh umatnya.”

 (Nabi meneruskan) sabdanya,”Oleh karena itu, hendaklah yang hadir ini menyampaikan kepada yang tidak hadir. Janganlah kamu menjadi kafir kembali (dalam satu riwayat: murtad) sesudahku, yaitu sebagian kamu memukul kuduk sebagian yang lain (kamu berkelahi sesamamu)” (HR Bukhori).

 Sementara, banga Eropa, Amerika, hidup dalam kondisi aman dan tentram, membuat sebagian umat islam merasa iri. Mereka tidak mengenal Al-Quran dan juga tidak kenal dengan hadis Rosulullah SAW, tetapi mereka kadang justru mengamalkan hidup sesuai dengan ajaran Al-Quran dan sunnah. Hanya saja, mereka belum bersahadat dan belum mendapat hidayah-Nya. Mestinya, yang bisa hidup tenang dan tentram, saling menhormati, dan memulyakan adalah orang islam, karena itu ajaran Al-Quran dan ajaran yang dicontohkan oleh Rosulullah SAW.

 


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook