Posted by Abdul Adzim Irsad On September - 9 - 2013 0 Comment

Menara MasjdilPemerintah Arab Saudi tak henti-hentinya melakukan pelebaran dan perluasan Masjidilharam. Tujuan utamanya adalah agar supaya daya tampung terhadap jamaah haji dan umrah semakin banyak. Dengan demikian pemasukan untuk Negara Arab Saudi semakin gendut. Pemasukan itu berasal dari Visa, Penerbangan, hotel, serta komoditas serta semua yang terkait dengan keperluan jamaah haji dan umrah akan semakin meningkat. Apalagi, hotel-hotel sekitar Masjidilharam yang begitu megah dan besar dengan daya tampung ratusan ribu jamaah haji sudah mendekati rampung.  Otomatis, para jamaah haji akan dan umrah akan semakin betah berlama-lema di Makkah, walaupun kadang jarang ke Masjidilharam.

Cepat dan pasti, begitulah pembangunan Masjidilharam di kota suci. Dalam hitungan bisnis, sebesar apa-pun yang dikeluarkan untuk pembangunan Masjidilharam serta gedung-gedung megah (perhotelan mewah) disekitar Masjidilharam tidak akan rugi. Sebab, pangsa pasarnya sudah jelas, yaitu jumlah jamaah haji setiap tahun yang mencapi dua juta lebih. Belum lagi, jumlah jamaah umrah, khususnya pada bulan suci Ramadhan yang diperkirakan akan semakin meningkat. Peningkatan jumlah jamaah umrah itu dipicu karena antrean haji yang semakin panjang dan tidak terkendali.

Bisnis di Makkah begitu menguntungkan, mulai dari transportasi, perhotelan, kuliner, komoditas baju haji dan umrah, Air Zam-zam, potong rambut, kumra. Tidak satupun dari usaha di kota suci Makkah, kecuali membawa keuntungan yang begitu besar. Tak terkcuali, kontaraktor yang menangani proses pembangunan Masjidilharam.

Perluasan Masjidilharam mulai measuki tahab baru, yaiti membongkar dua menara dekat Gerbang Al-Umarah Masjidilharam. Ahad (8/9). Pembongkaran menara dilakukan untuk memudahkan perluasan area mataf (tempat thowaf) di sekeliling Baitullah. Beitulah informasi yang bersumber dari berbagai media seputar pembanguan menara di Masjidilharam.

Konon, aliran listrik ke menara telah diputus. Insinyur dan teknisi dari perusahaan yang melaksanakan perluasan Masjidilharam dan mathaf tersebut juga sudah mulai membongkar pengeras suara, lampu dan peralatan listrik.

Pembongkaran dilakukan di bawah pengawasan pejabat dan pakar komite khusus di bawah perusahaan kontraktor. Pengawasan ini berkoordinasi dengan Presidensi Urusan Dua Masjid Suci. Menara akan dibangun kembali setelah selesainya perluasan mataf.

Kepala Kepresidenan Sheikh Abdul Rahman Al Sudais mengatakan pekerjaan pembongkaran menara akan dilakukan tanpa menyebabkan gangguan apapun kepada para peziarah dan pengunjung Masjidil Haram.

“Sebagai bagian dari tradisi Kepresidenan dalam melestarikan sisa-sisa Masjidil Haram, ukiran pada pilar masjid tua dan menara akan dikemas dan disimpan dengan aman,” katanya, seperti dilansir Saudi Gazette, Senin (9/9).

Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah saat ini tengah mengalami ekspansi terbesar yang pernah ada. Setelah perluasan, kedua Masjid masing-masing akan mampu menampung dua juta jamaah.

Disebut sebagai ‘Proyek Abad Ini’, perluasan Masjidil Haram oleh Raja Abdullah ini  diperkirakan menelan biaya lebih dari 100 miliar saudi Riyal. Sebelumnya, luas wilayah Masjid yang ada adalah 356.000 meter persegi dengan kapasitas 770.000 jamaah. Ekspansi baru akan mengakomodasi tambahan 1,2 juta. Proyek ini meliputi perluasan mataf dalam rangka meningkatkan kapasitas dari 48.000 hingga 130.000 jamaah perjam.(www.republika.com)

 

 


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook