Posted by Abdul Adzim Irsad On November - 22 - 2012 0 Comment

Mkkah BanjirOrang sering bilang bahwa Makkah salah daratan tandus yang sulit air. Memang benar begitu. Tetapi tidak semua pendapat tersebut benar. Secara umum Makkah memag kota yang kering dan gersang, tetapi Makkah terdapat banyak sumur dan mata air. Dan, yang paling  terkenal adalah sumur Zam-zam, yang lebih dikenal dengan mata air surga.

Masih membincangkan Makkah, selama  tujuh tahun di Makkah, saya sering menyaksikan hujan lebat dan juga banjir. Ternyata, Makkah sudah menjadi langganan bajir setiap tahun, sejak ber-abad-abad. Ka’bah-pun sering banjir, sehingga banyak orang yang thowaf dengan berenang. Bahkan, saking dasyatnya banjir, sampai-sampai Maqom Ibrahim pernah kenyot ( hanyut). Tidak aneh jika di Makkah terjadi Banjir bandang setiap tahun, hingga memakan korban, mulai manusia, hingga ternak dan barang-barang berharga.

Ada yang menari dari hujan di Makkah. Biasanya, seusai musim haji, hujan sering turun dengan lebatnya, sehingga udara menjadi sejuk dan segar. Hujan di Makah memang tidak terlalu sering seperti musim hujan di Indonesia hingga berbulan-bulan. Hujan di Makkah, biasanya hanya seminggu. Kendati hanya seminggu, tetapi cukup membuat gunung-gunung menjadi hijau, dan udaranya menjadi sejuk dan segar. Semua kotoran selama musim haji berlangsung seolah-olah sirna begitu saja.

Air yang turun dari langit akan menjadi berkah bagi penduduk Makkah dan sekitarnya, tetapi jika hujan begitu lebat sampai berhari-hari, akan menjadi musibah. Tata kota Makkah berbeda dengan kota-kota yang curah hujannya tinggi. Ketika hujan begitu lama dan lebat, biasanya gorong-gorong tidak cukup menampung air hujan, akibatnya, banjir selalu menjadi langganan setiap tahun. Tetapi saat ini tata kota Makkah mulai rapid an bagus, saluran air hujan-pun di buat dengan sedemikan rupa, sehingga setiap hujan lebat tidak terlalu risaukan lagi.Makkah Hujan

Tetapi, manusia bisa membuat rencana, tetapi tuhan kuasa atas segalanya. Menurut manusia sudah bagus dan sempurna. Setelah usai musim haji, tepatnya pada musih haji tahun ini (November, 2012) terjadi hujan lebat yang terus mengguyur Makkah dan Madinah. Akibatnya, terjadilah banjir yang merendam kedua Kota Suci tersebut. Sejauh ini, banjir bandang sudah menelan satu korban tewas dan 47 lainnya dievakuasi karena terjebak banjir. Hujan seperti ini memang bukan sesuatu yang aneh dan baru, tetapi menjadi aneh dan menarik public, karena hujan yang terjadi menyebabkan bajir dan menelan korban.

Seperti dilansir arabnews.com, petugas Pertahanan Sipil setempat, Kolonel Saeed Sarhan mengatakan proses evakuasi korban banjir cukup sulit karena akses jalan yang tidak bisa dilewati karena banjir dan ketinggian air yang bisa menenggelamkan orang dewasa. Stafnya terus memantau tingkat banjir di beberapa daerah yang terendam banjir.

Dari pantauan sementara dari petugas pertahanan sipil, bendungan Alabab yang menghubungkan dua kota Bathan dan Hawan dilaporkan tingkat ketinggian air hampir mencapai batas maksimum. Jika hujan terus mengguyur kota tersebut dikhawatirkan sistem pertahanan bendungan tidak lagi dapat menahan air di bendungan tersebut.

Dikarenakan evakuasi darat sangat menyulitkan, pemerintah Saudi telah menyiagakan jalur evakuasi udara melalui helikopter ke tempat-tempat rawan banjir seperti Rabigh, Alkamil dan ‘Alabwa di Provinsi Makkah. Ketika evakuasi Selasa (20/11) kemarin, ditemukan satu korban tewas yang belum teridentifikasi identitasnya (www.republika.co.id)

Jalan raya yang menghubungkan Rabigh, Yanbu, dan Alhada ke Almahani di Provinsi Taif terpaksa ditutup karena kondisi banjir yang cukup berbahaya. Akibat banjir tersebut, beberapa sekolah menyatakan libur untuk mencegah hal-hal negatif yang tidak diinginkan.

www.tarbawi.wordpress.com


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook