Posted by Abdul Adzim Irsad On April - 12 - 2012 1 Comment

Kesucian Makkah mulai terusik dengan ulah manusia. lelaki dan wanita yang datang dari penjuru dunia, ternyata tidak tahu sopan santun. Mereka kadang berbusana yang tidak mencerminkan sosok muslim sejati, sebagaimana diajarkan al-Qur’an dan Nabi Saw. Khususnya para wanita, mereka berlomba-lomba mengenakan busana dan kosmetika kecantikan yang kadang tidak perlu dipamerkan. Tidak cukup dengan busana mewah, banyak sekali model busana tidak lagi mencerminkan islam sebagai agama suci, di Negeri yang suci. Celana jeans ketat, abaya juga ketat tidak lagi aneh. Sebagian wanita yang mengelilingi kuil suci, tidak lagi peduli kalau busananya tidak lagi sesuai dengan tuntunan junjunganya, Nabi Muhammad Saw.

busanaJika Nabi Saw pernah diprotes, agar supaya istrinya ditutup mukanya oleh Umar Ibn al-Khattab, ternyata saat ini manusia berlomba-lomba menodahi kesucian rumah Allah dengan busana. Bisa dikatakan, jahiliyah modern berkembang lagi dunia tehnologi supercanggih. Jika orang jahiliyah melaksanakan thowaf mengelilingi rumah Allah dengan telanjang bulat. Sekarang tidak, akan tetapi bagian-bagian tubuhnya yang mesti tertutup rapi, ternyata menonjol. Seolah-seolah menjadi pameran yang siap ditonton oleh setiap mata yang melihatnya.

Sedangkan kaum lelaki, memakai kaos oblong, dengan beraneka ragam gambar yang menyeramkan, kadang menganggu mata setiap orang melihat atau melirik. Ada juga yang memakai jelana jeans ketat dengan pakaian junkis. Lebih seru lagi, ada yang memakai celana olehraga dan baju tidur. Syeh Makki al-Pakistani sering menyindir dengan mengatakan:’’ kenapa orang datang ke manara evel, ketempat hiburan mengunakan pakaian indah dan bagus, sementara di masjid mengunakan pakaian olehraga”? Bukankah rumah Allah itu juga perlu dimulyakan dengan memakai pakain bagus nan indah!

Di sekitar masjidil  haram, banyak sekali ditemukan toko-toko busana dan peralatan kecantikan. Banyak sekali jama’ah haji dan umrah jauh-jauh datang dari jauh. Ternyata, mereka betah berjam-jam belanja di tempat-tempat mengasikkan, bahkan kadang sholat jama’ahnya ketinggalan. Padahal, tujuan utama berangkat ketanah suci Makkah adalah adalah mendekatkan diri kepada-Nya, serta memohon ridho-Nya. Ada sebuah enekdot, seorang jama’ah haji ketika berada di Makkah betah di mall untuk mebeli hambal (karpet). Sampai-sampai dikenal dengan panggilan’’ haji hambali’’.

Barang-barang mewah dan branded seperti jam tangan (tissot, rolex, longine, rado, romanwel). Kemudian, parfume, seperti; bulgary, boos, serta alat-alat kecantikan membuat kaum hawa semakin betah berkelilinag (thowaf) kota Makkah. Ini sangat disayangkan, akan tetapi sudah menjadi sebuah tradisi yang sulit untuk dihindari, apalagi dicegah. Satu-satunya cara yang paling ampuh ialah meluruskan niat agar supaya tujuanya utama tidak terelakkan.

One Response so far.

  1. Val Prichard mengatakan:

    I simply want to tell you that I am beginner to blogging and truly liked your web-site. Likely I’m going to bookmark your blog post . You certainly have good articles and reviews. Cheers for revealing your blog site.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook