Posted by admin On July - 3 - 2011 1 Comment

poligami, dikabulkan, tanah haram, makkah, haji.Setiap orang islam yakin kalau Makkah adalah tempat mulia dan suci. Semua orang berusaha agar supaya bisa menunaikan ibadah haji atau umrah di kota Makkah. Wajar jika orang-orang desa menjual tanah dan ladangnya, hanya untuk biaya ibadah haji dan umrah. Tidak dipungkiri, masih banyak orang yang enggan berangkat ke Makkah, walaupun hartanya melipah, mereka-pun beralasan kalau dirinya belum mendapat hidayah atau panggilan Allah Swt. Kadang, hingga dipanggil Allah-pun, belum juga menunaikan ibadah haji.

Memang,..!sebagian orang yang berangkat ke Makkah tidak murni beribadah karena Allah Swt. Ada yang ingin hartanya digandakan oleh Allah Swt, karena Nabi Saw memang pernah menyampaikan bahwa sekecil apa-pun dari biaya haji yang dikeluarkan, pasti akan diganti. Sebagian lagi juga ingin sekali mendapatkan pengakuan status sosial dimasyarakatnya, seperti dipanggil Pak Haji. Dan ada juga yang tujuan hajinya karena rekreasi ruhani, karena merasa sumpek dan penuh masalah ketika dirumah. Konon, setiap do’a yang dipanjatkan akan dikabulkan oleh Allah Swt, dan bagi yang meminta akan dikaruniai.

Seorang lelaki bernama Kasturi berniat naik haji. Karena mendapatkan rejeki melimpah, dia berniat menunaikan ibadah haji sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat dan rejeki-Nya. Namun, dalam hati Kasturi terbesit niat yang unik, yang berbeda dengan kebanyakan calon jama’ah haji. Karena Kasturi belum memiliki pasangan, ia bertekad selama di Makkah, akan berdo’a agar tuhan memberikan jodoh dua wanita sekaligus (poligami).

Ketika berada di depan baitullah, Kasturi menangis tersedu-sedu. Tedengar samar-samar suaranya, ternyata dia sedang berdoa agar supaya dipertemukan jodohnya. Hampir setiap rampung thowaf, Kasturi berusaha berdo’a di depan ka’bah untuk urusan jodohnya. Tidak tanggung-tanggug:’’ Ya Allah….saya ingin memiliki dua istri (poligami) sepulang dari kota suci’’. Rupanya Kasturi benar-benar ngebet pingin menikah.

Ternyata, sepulang dari Makkah rekan-rekan jama’ah haji menawarinya seorang remaja putri (ahwat) bersuia 20 tahun. Kasturi tidak menunggu lama. Dia-pun langsung meng-iyakan tawaran itu. Ketika sedang meng-iyakan tawaran itulah, tiba-tiba rekan sekolahnya yang bernama Yunita semasa SMA datang kepadanya sekedar mengucapkan ‘’selamat atas hajinya, semoga menjadi haji mabrur’’.

Ternyata,,,,,,,rekan itu juga belum memiliki suami, dan kedatanganya juga minta kepada Kasturi agar supaya mendo’akan dirinya segera dipertemukan dengan jodohnya.

Kasturi-pun mendo’akan:’’ Ya Allah…semoga engaku mempertemukan temanku Yunita, dengan jodohnya’’. Yunita dengan khusu’ mendengarkan do’a sambil ‘’amin……amin…….amin…’’. Setelah berdoa’, Yunita segera pamitan. Sepulang dari kediaman Kasturi, Yunita sering telpon dan SMS-an dengan Kasturi. Mungkin ini yang dinamakan ‘’trisno jalaran songko kulino’’.

Tidak terasa, keduanya terlibat jalinan cinta serius hingga mengarah pada pernikahan. Kasturi sadar, bahwa Ahwat yang ditawarkan untuk dinikahinya tidak mungkin ditolak lagi. Sementara urusan hati dengan Yunita tidak mungkin hilang begitu saja. Kasturi kesulitan untuk menentukan pilihan, apalagi kedua-duanya tergolong wanita cantik dari kalangan baik-baik. Saking sulitnya, Kasturi nekat niat menikahi kedua-duanya.

Betapa terperanjatnya Kasturi, ternyata Ahwat dan Yunita benar-benar tidak keberatan jika harus hidup bersama serumah melayani Kasturi.  Mendengar dua pernyataan itu, Kasturi semakin bingung, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Ahirnya, Kasturi memutuskan konsultasi kepada Guru ngaji spiritualnya, bagaimana menghadapi persoalan yang sangat rumit ini.

Sang Guru menyarankan agar memilih salah satu di antara keduanya. Dan, sang Guru juga mengingatkan Kasturi, do’a apa saja yang dipanjatkan ketika sedang menunaikan ibadah haji. Mendengar pernyataan sang Guru, Kasturi baru ingat kalau selama di Makkah pernah berdo’a agar bisa menikahi wanita sekaligus (poligami). Kasturi baru sadar, bahwa do’a yang selama dipanjatkan di Makkah serampung thowaf benar-benar menjadi kenyataan. Apa boleh buat, Kasturi harus menerima kenyataan memenuhi saran Gurunya, atau menikahi kedua-duanya.

’Kasturi…. !berhati-hatilah selama di Makkah. Jangan berdo’a sembarangan, karena do’a itu akan menjadi kenyataan’’ nasehat sang Guru. Dalam hati kasturi mengatakan”ternyata, tuhan itu benar-benar memenuhi permintaan (do’a) hambanya selama berada di kota suci Makkah. Kasturi hanya bisa mengatakan kepada dirinya sendiri, semoha bisa memenuhi kebutuhan lahir dan batin kedua istrinya. Dasar Kasturi……..!

 

 

 

One Response so far.

  1. I just want to tell you that I am just newbie to blogs and definitely liked you’re website. Most likely I’m want to bookmark your blog post . You absolutely have excellent article content. Thanks a bunch for sharing with us your web site.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook