Posted by admin On April - 26 - 2013 0 Comment

Ka'bahKa’bah disebut juga Baitullah (Rumah Allah), Baitul Atiq, Baitullah al- Haram, Qiblah, Khumsa al-Bait. Nama-nama ini sering disebut di dalam al-Qur’an atau keterangan hadis, sehingga tidak asing lagi di telinga kita. Disebut Ka’bah karena bentuknya persegi empat. Dalam literatur Arab, bentuk bangunan yang persegi empat disebut dengan ka’bah. Kemudian bangunan Ka’bah karena terpisah dengan bangunan lainnya. Ka’bah dibangun oleh Nabi Adam, kemudian Nabi Ibrahim, kemudian terakhir oleh suku Qurais. Kain hitam legam yang menyelimuti Ka’bah disebut dengan Kiswah. Pada bagian atas dihiasi kaligrafi indah bertuliskan ayat-ayat al-Qur’an berwarna kuning keemasan. Kiswah itu terbuat dari bahan sutra terbaik dengan ukuran 14m, panjangnya 47 m, yang terbagi dalam 16 potong.

Nabi Muhammad SAW. orang yang pertama kali menggunakan Kiswah untuk menyelimuti Baitullah. Sedangkan bahanya waktu itu berasal dari Yaman. Kemudian, pada pemerintahan Al-Mahdi, ada peraturan baru bahwa Kiswah Ka’bah harus diganti setiap tahun. Peraturan ini berlaku hingga sekarang ini, dan pergantian Kiswa Ka’bah dilakukan pada setiap tanggal 25 Dzulqo’dah. Di Makkah terdapat musium yang menyimpan benda-benda terkait dengan Baitullah, seperti; Kiswah, Kunci dan Pintu Ka’bah, Talang Emas, serta pernak pernik Baitullah.

Setiap sudut Ka’bah memiliki nama berbeda. Sudut Ka’bah tempat hajar aswad melekat disebut dengan “Rukun Aswadi”.  Kemudian arah thawaf berikutnya disebut dengan Rukun Syaami karena mengarah pada Syam (Syiria, Palestina), Rukun Iraqi (mengarah pada Iraq), dan terahir Rukun Yamani (mengarah pada Yaman). Beberapa bagian Baitullah ialah, Hajar Aswad, Hijir Ismail, Multazam, Maqom Ibrahim, dimana pada tempat-tempat tersebut merupakan tempat dikabulkan do’a.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook