Posted by Abdul Adzim Irsad On April - 15 - 2013 0 Comment

JEDDAH, kota paling indah, menarik, modern, dan moderat. Hampir semua anggota warga negara ada di kota Jeddah dengan latar  belakang pendidikan yang beragam. Amerika, India, Rusia, Indonesia, Malaysia, Pakistan, Philipina, Albania, Australia, China, Bangladesh, Vitnam, Korea dll. Indonesia paling banyak warganya yang bermukim di Indonesia. Tetapi, sebagian besar warga Indonesia yang bermukim di Jeddah bekerja sebagai TKI. Walaupun tidak dinafikan, banyak warga Indonesia yang bekerja profesional, seperti; dokter, mekani, perawat, bidan, penggusaha. Bagi jamaah haji, Jeddah sangat berarti, bahkan kurang afdol hajinya jika belum berbelanja di Jeddah.

Jeddah

Jeddah adalah kota Thua, tetapi modern. Ketika memasuki kota Jeddah yang konon menjadi tempat peristirahatanya Siti Hawa, terlihat begitu rapi, bersih, indah dan aman. Jeddah sekarang ini menjadi pusat kegiatan ilmiyah, perindustrian dan ekonomi di Arab Saudi. Jeddah menjadi kota berarti bagi Arab Saudi, karena sebelum ibu kota Arab Saudi pindah ke Riyadh, Jedah menjadi Ibu Kotanya. Tidaklah berlebihan jika di Jeddah banyak ditemukan hotel mewah bertaraf Internasional, pusat perbelanjaan elit, serta kantor-kantor konsulat.

 

Luas kota Jeddah 1200 km2, dengan jumlah penduduk 1 juta lebih, bahkan sekarang mencapai 1,5 juta. Sedangkan lokasi yang sudah ada bangunannya lebih kurang 350 km2. Jeddah menjadi kota Internasional, semua bisa ditemukan di Jeddah, seperti; Bandara Internasional King Abdul Aziz dan Universitas King Abdul Aziz. Rumah Sakit internasinal, seperti Sulaiman Hospital, ada sekitar 221 buah, bahkan banyak rumah sakit spesialis yang dihubungkan dengan seluruh kota di Arab Saudi.[1] Di sisi lain, Jeddah menjadi pusat komunikasi, karena di Jeddah terdapat “Kota Raja Fahad Untuk Komunikasi.

Jarak kota Jeddah dan Makkah tidak terlalu jauh, diperkirakan 75 km. Jarak tempuh darat, diperkiran 1 jam, bahkan lebih cepat. Sebab, jalan dari Jeddah ke Makkah sangat bagus yang yang telah dirancang khusus, agar supaya tidak  tidak terjadi ke macetan. Jalan tol dari Jeddah ke Mekkah sekitar 60 km, terdiri dari dua arah yang masing-masing mempunyai 4 jalur. Dan di antara dua arah dipisahkan oleh pagar dan taman selebar 20 meter, serta dilengkapi dengan 6 simpangan yang dipergunakan oleh mereka yang hendak beristirahat di sekitar tepi jalan tersebut. Konon, pembuatan jalan tol ini menelan biaya SR.500.000.000.00 (lima ratus juta Riyal Saudi).

Bagi setiap jamaah haji akan merasakan keindahan kota jeddah. Setiap jamaah bisa berkeliling kota Internasional Jeddah. Kota Jeddah berarti Nenek, yang artinya tempat dimakamnya Nenek Hawa. Konon, pemakamanya ada di jeddah.

Laut merah, juga menjadi daya tarik sendiri, apalagi pemerintah Arab Saudi membangun tempat ibadah khusus di atas laut, yang lebih dikenal dengan “Masjid Terapung”. Masjid tersebut memang dibangun diatas laut merah, sehingga orang Indonesia menyebutnya dengan nama masjid terapung.

Jeddah terlihat begitu indah, apalagi dilengkapi dengan tempat-tempat belanja dan oleh-olah haji. Tepatnya di pusat perbelajaan Internasional Cornice atau juga sering disebut dengan Balad.



[1] Perjalanan Untuk Tamu-Tamu Allah (Kerajaan Arab Saudi: Kementrian Penerangan Urusan Penerangan Dalam Negeri) thn 2002. hlm 24


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook