Posted by Abdul Adzim Irsad On April - 8 - 2012 1 Comment

antreJatim selalu masuk peringkat pertama, mulai urusan ekonomi, olahraga, pendidikan. Urusan haji-pun, Jawa Timur paling banyak jumlahnya. Sampai-sampai ada guyonan unik nan menarik, haji itu termasuk rukun islam yang ke-dua. Soalanya, banyak sekali yang sholatnya bolong-bolong, bahkan belum sholat sudah menunaikan ibadah haji. Lelucon ini sering di sampaikan oleh para penceramah di kampung-kampung, sekaligus sindiran, agar supaya setiap calon jamaah haji harus memperhatikan ibadah, termasuk rukun islamnya.

Dari sekian banyak dan daerah profinsi di seluruh nusantara, Jawa Timur masuk peringkat pertama antrean haji Indonesia haji. Bahkan semakin hari semakin panjang. Dari 33 provinsi, Jawa Timur termasuk kategori tertinggi dalam antrean, jumlah kuota Jawa Timur sekitar, 34.165 orang. Sedangkan, antrean untuk sepuluh tahun yang akan datang sudah penuh, 2021. Antrean ini sangat melelahkan, seolah-olah sudah memupuskan niat Calon Jamaah Haji (CJH) yang usianya sudah renta. Bisa dibayangkan, umat islam yang sekarang usianya telah memasuki 50-55 tahun, dia harus menunggu sekitar sepuluh tahun. Berarti, kondisi kesehatan orang tersebut sudah udzur (lansia), dan begitu juga seterusnya.

Data terahir, per awal tahun ini, jumlah menunjukkan antrean pendaftar haji di Jawa Timur mencapai 353 ribu. Pendaftar selalu meningkat rata-rata hingga 10 ribu orang pertahun (Jawa Pos: 01/04/2011). Pada tahun 2010, antrean haji tidak terlalu lama, sekitar 6-7 tahun. Sedangkan, memasuki tahun 2011, antrean semakin panjang, hingga 10 tahun. Berarti, jika daftar sekarang, kemungkinan berangkatnya pada tahun 2021 atau 2022. Ini bisa masuk rekor Guinnes Book.

Pemerintah sampai sekarang belum bisa mencari solusi, kecuali meminta tambahan kuota kepada pemerintah Arab Saudi. Asumsinya, karena penduduk Indonesia jauh lebih besar. Dengan demikian, penambahan jumlah kuota haji sangat memungkinkan. Kendati demikian, penambahan kuota haji belum bisa menjadi solusi. Sebab, pemerintah sekarang juga memberikan kesempatan kepada BANK Swasta untuk memberikan dana talangan paling murah.

Untuk mendapatkn kuota tidak perlu menyediakan uang 25 juta.  Hanya dengan 3-4 juta, setiap orang bisa mendaftarkan haji dengan dana talangan haji. BRI Syariah, BRI Convensional, Bank Mandiri dan Mega, BNI, BTN, BCA berlomba-lomba memberikan dana talangan semurah-murahnya. Menariknya, Bank tersebut secara lansung memberikan dana kepada KBIH (Kelompok Bimbingan Haji). Hal ini dikhawatirkan ada penyelewengan data, pemalsuan KTP, nama. Sehingga, wajar jika ada orang tertentu bisa berangkat setiap tahun dengan menggunakan data tersebut.

Ada sebuah pernytaan menarik dari Kepala Bidang Urusan Haji, Zakat dan Wakaf (Hazawa) Kanwil Kemenag Jatim Ashuri:’’ kami minta kenaikan (kuota) 6 ribu’’ Ini salah satu solusi agar antrean bisa berkurang. Lebih lanjut lagi dia menambahkan:’’ antrean panjang ini adalah buah perekonomian yang kian stabil’’. Pernyataan itu mungkin bisa benar, mungkin juga salah. Sebab, jika pemerintah terus memberikan kesempatan terhadap BANK untuk memberikan dana talangan haji. Dan, BANK memberikan dengan nilai cukup rendah, sudah pasti jumlah antrean semakin panjang, bukan semata-mata karena pertumbuhan ekonomi yang stabil.

 

One Response so far.

  1. Mauricio Pletz mengatakan:

    I just want to mention I am very new to blogging and site-building and truly loved this website. More than likely I’m planning to bookmark your site . You absolutely come with terrific posts. Appreciate it for sharing with us your website.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook