Posted by Abdul Adzim Irsad On Juni - 2 - 2013 4 Comments

Antrean HajiUmrah sudah menjadi life style bagi sebagian besar umat Islam Indonesia. Tidak sedikit dari umat islam nusantara yang menunaikan ibadah haji setahun sampai 2-3 kali. Kemudahan-kemudahan transportasi menuju ke dua kota suci, serta pertumbuhan ekonomi yang signifikan membuat orang lebih gampang untuk datang menunaikan ibadah umrah. Apalagi, antrean haji semakin hari semakin panjang. Bisa dibayangkan, daftar tahun 2013, baru bisa berangkat pada tahun 2027.

Tidaklah berlebihan jika kemudian banyak yang bertanya-tanya. Kira-kira, mengutamakan ibadah haji atau umrah? Pertanyaan ini sering muncul dari sebagian umat islam dingeri ini. Seringkali orang tidak sabar melihat rumah Allah SWT dan berziarah ke kota suci Nabi SAW, sekaligus menjadi tamu Rosulullah SAW. Uang sudah ada, konsisi fisik, waktu juga sangat memungkinkan untuk pergi ke tanah suci, sedangkan haji harus menunggu hingga 10 tahun lebih.

Berdasarkan penjelasan para ulama fikih, hadis, mereka berpendapat bahwa hukum haji adalah wajib, sedangkan umrah itu sunnah. Namun, haji dan umrah akan menjadi wajib, sebagaimana penjelasan Al-Qur’an yang artinya:’’ sempurnakanlah haji dan umrah karena Allah SWT’’. Imam Bujairimi dalam kitab Al-Iqna, beliau mengatakan, umrah itu menjadi wajib, ibarat wudhu yang hukumnya sunnah, tetapi karena setiap mau menunaikan sholat harus bersuci dahulu, maka umrah juga menjadi wajib.

 

Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (FKKBIH), Qasim Shaleh, yang harus diprioritaskan oleh umat Muslim adalah berhaji. Mengapa? Karena sesuai dengan Al-Quran surat Ali Imran ayat (3: 97) yang artinya:’’ mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, Yaitu (bagi) orang yang sanggup Mengadakan perjalanan ke Baitullah[216]. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

Dalam kondisi penantian yang begitu panjang, calon jamaah haji menunaikan ibadah umrah terlenih dahulu sambil belajar mengenal kota suci Makkah. Kondisi seperti ini sangat menguntungkan bisnis biro perjlanan haji dan umrah, sekagis mengangkat geliat dunia traveling religious. Dengan catatan, tidak memanfaatkan ayat-ayat Allah SWT dengan tujuan bisnis.

Banyak sekali orang yang memahami agama secara sempit dan cenderung menyesatkan. Karena ingin mendapatkan jamaah yang cukup banyak, maka mereka menjelaskan bahwa hukum menunaikan umrah itu wajib. Sebab, jika tidak menunaikan ibadah umrah tetapi cukup mampu secara materi, maka kelak Allah SWT mengancam dengan memilih mati dalam keadaan Yahudi atau Nasrani.

Jadi, tidak aneh jika ditemukan orang-orang desa yang ngoyo hingga menjual tanahnya demi memprioritaskan ibadah umrah dari pada haji. Padahal, rukun islam yang wajib dilakukan adalah haji. Umrah hanyalah pelengkap ibadah haji, sebagaimana penjelasan Allah SWT yang arinya:’’ sempurnakanlah haji dan umrah itu semata-mata karena Allah SWT’’.

Tidaklah masalah jika umat Muslim lebih memilih melaksanakan umrah terlebih dahulu, tetapi masih tetap menganggab bahwa haji itu wajib hukumnya, dan mereka masih berniat menunaikan ibadah haji jika usianya masih mencukupi. Tujuan orang-orang menunaikan ibadah umrah adalah untuk mengobati rasa rindu terhadap tanah suci Makkah dan mengobati rasa rindu berziarah kepada Rosulullah SAW.

Data Kementerian Agama menyebutkan  bahwa jumlah calhaj yang masuk daftar  tunggu sudah mencapai 1,4 juta orang. Jika kuota haji Indonesia sebanyak 230 ribu jiwa per tahun, maka daftar tunggu ini baru akan terpenuhi paling cepat enam tahun ke depan. Bahkan di sejumlah daerah ada daftar tunggu yang sudah mencapai 10 tahun.

 

4 Responses so far.

  1. sulistiyono mengatakan:

    mohon info haji

  2. Triyanto mengatakan:

    Boleh saja seorang muslim mendahulukan umrah sebelum berhaji dan tidaklah berdosa

    http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/hukum-umrah-sebelum-haji.html


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook