Posted by Abdul Adzim Irsad On September - 13 - 2015 0 Comment

KhodijahSayyid Muhammad Alawi Al-Maliki penulis kitab “Al-Rihab Ila Baitillah Al-Haram” menceritakan seputar “Keutamaan Wafat di Makkah”. Beliu mengitip salah satu hadis Rosulullah SAW yang diriwayatkan dari Aiysah ra, yang artinya “barang siapa wafat pada tujuan ini, baik sedang menunaikan haji maupun umrah, maka tidak akan di tanpakkan dan tidak dihisab, dan dikatan kepadanya “masuklah ke dalam surga” (HR Abu Ya’la). Pada redaksi lainya juga dikatakan, siapa saja yang wafat di Makkah, baik dalam sedang menunaikan ibadah haji atau umrah, maka kelak tidak akan mendapatkan hisab alias langsung masuk surga.

Bahkan, Rosulullah SAW tidak saja menyebutkan meninggal (wafat) di tanah suci Makkah, beliau juga menyebut salah satu dari kedua tanah suci yaitu Makkah dan Madinah. Di riwayatkan dari sahabat Salman ra, dari Rosulullah SAW, beliau bersabda:”barang siapa wafat di salah satu Al-Haramain (Makkah dan Madinah), maka wajib baginya memperoleh safaatku, dan dia datang pada hari kiamat termasuk orang-orang yang sentosa” (HR Ibn Ady). Sebuah jaminan syafaat (pertolongan) dari Kanjeng Nabi Muhmammad SAW, bagi orang yang wafat di Makkah dan Madinah, baik dalam kondisi haji maupun umrah, atau dalam kondisi menuntut ilmu. Lebih-lebih dalam kondisi ibadah di tanah suci dengan niatan menunaikan rukun islam yang ke-lima.

Dalam riawayat Al-Hakim, yang bersumber dari Ibn Umar ra, Rosululalah SAW bersabda:”barang siapa wafat di antara salah satu dari tanah suci (Al-Haramain), menunaikan ibadah haji atau umrah, kelak Allah SWT akan membangitkannya tanpa dihisab dan juga tidak ada adzab (siksaan) (HR Al-Hakim). Begitu banyak keterangan hadis, dan juga pendapat yang dikemukankan para ulama seputar ke-utamaan wafat di dua tanah suci. Tidaklah berlebihan, jika banyak sebagian umat islam yang ber-niat (ingin) wafat dan dikuburkan di tempat Ma’la’ (pemakaman Makkah).

Ke istimewaan Pemakaman Makkah.

Di tanah suci Makkah, terdapat beberapa Makbaroh (pemakaman Makkah), dan yang paling dekat dengan Masjidilharam (Baitullah) adalah “Ma’la”. Di sinilah tempat istimewa, karena pemakaman ini terdapat istri Rosulullah SAW, putra dan putrinya, sahabat, para kekasih-Nya (Auliya’), ulama’ serta orang-orang sholih. Bisa jadi, jutaan orang-orang sholih di makamkan di tempat ini. Oleh karena itulah, terkait dengan keutamaan Ma’la, Rosulullah SAW. bersabda, “Sebaik-baik kuburan adalah ini (Ma’la).” (HR al-Bazzar).

Dalam hadits lain, Nabi SAW. menerangkan bagaimana balasan orang yang beriman ketika meninggal di Makkah, kemudian dimakamkan di Ma’la’. Ibnu Abbas mengatakan, “Sebaik-baik pemakaman adalah tempat ini.”  Bahkan, siapapun yang meninggal dunia di Makkah, entah orang tersebut sedang menunaikan Umrah atau Haji, maka ia tidak akan dihisab serta tidak akan disiksa. , ia kelak juga akan dibangkitkan dengan aman dan sentosa.

Terkait dengan keterangan hadis di atas, Imam Ibnu Jauzi mengkatagorikan hadits tersebut pada derajat ‘’Al Mauduat”. Sedangkan Imam al-Suyuti tidak sependapat dengan Ibnu al-Jauzi, sebab Imam Baihaqi juga meriwayatkan di dalam Fadoil Makkah dari Anas dengan derajat Marfu.’ Terlepas dari dua pendapat ahli hadis yang berbeda, yang jelas kota suci Makkah dan Madinah begitu istimewa bagi baginda Rosulullah SAW, sekaigus istimewa bagi umat Rosulullah SAW yang wafat dan di makamnya di dalamnya.

Ma’la merupakan tempat penguburan jenazah orang-orang Makkah dan jama’ah haji atau umrah yang meninggal di Makkah sejak zaman Nabi sampai saat ini. Diriwayatkan juga dari Ibnu Mas’ud bahwasanya Allah akan membangkitkan penghuni Ma’la sebagai penghuni surga. Wajah-wajah mereka layaknya bulan purnama. . Tentunya ini janji bagi mereka yang beriman dan senantiasa menjalankan segala perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Karena, tidak mungkin orang jahiliyyah kuno yang dimakamkan di Ma’la, bisa masuk surga dengan wajah berseri-seri. Begitu juga dengan orang jahiliyah modern.

Letak pemakaman ini di sebelah timur Masjidil Haram dan merupakan tempat yang sangat bersejarah di Makkah. Semua penduduk Makkah atau yang meninggal di dalamnya dishalati di Masjidil Haram setiap ba’da shalat fardhu, kemudian dibawa ke Ma’la lalu dimakamkan. Ma’la saat ini tertata rapi dan tertib. Siapapun yang akan dimakamkan harus melalui administrasi yang selektif, sehingga orang asing yang tidak mempunyai identitas yang jelas tidak bisa dimakamkan di Ma’la.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook