Posted by Abdul Adzim Irsad On April - 26 - 2011 15 Comments

Bangsa Indonesia mayoritas beragama islam. 90 % penduduknya memeluk islam, hanya saja kualitas ke-islamannya bermacam-macam. Islam menyebar keseluruh pelosok nusantara, mulai ujung barat hingga papua. Hampir dipastikan, setiap daerah terdapat sebuah masjid sebagai symbol adanya umat islam di dalamnya. Jumlah penghafal al-Qur’an Indonesia termasuk paling banyak, jika dibandingkan dengan Arab Saudi yang nota bene Negara yang berlandaskan al-Qur’an dan Sunnah.

islamisasi, pendidikan,

Yang lebih menarik, lembaga pendidikan formal dan non formal bertebaran di mana-mana di Negeri ini. Mulai Formal Education: SD, SMP, SMA, Kampus, jumlahnya cukup besar, bahkan paling banyak di dunia. Belum lagi, Non- Formal Education, seperti; pondok pesantren (Modern dan Salaf/Tradisional). Lembaga pendidikan Non-Formal (Pondok Pesabtren), baik modern maupun tradisional banyak diminati oleh warga asing. Banyak sekali santri yang berkebangsaan Malaysia, Singgapura, Brunai, Thailand, belajar di pesantren Gontor, Lirboyo. Dalam urusan Ngaji (belajar ilmu agama) pendidikan non-Formal, Indonesia masih menjadi tujuan dan rujukan Negara-negara tetangga.

Sebaliknya, warga Indonesia yang belajar di Malaysia, Singgapura, Australia, Amerika, Belanda, Jepang, jauh lebih banyak. Warga Indonesia yang belajar daratan Eropa, sebagian besar mendalami ilmu (sain dan tehnologi atau medis). Sedangkan, warga Indonesia yang belajar di Timur Tenggah, seperti : Umm al-Quro University (Makkah), Islamic University (Madinah), Al-Azhar (Mesir), Al-Khourtum (Sudan). Sebagian besar dari mereka mengambil disiplin: Linguistic (bahasa arab), al-Dirasah al-Islamiyah (tafsir, hadis, ekonomi islam, fikih).

Ketika kembali ke Indonesia, sebagian dari mereka yang belajar di Timur Tenggah membangun pendidikan islami, seperti; mendirikan pondok pesantren serta sekolah unggulan. Sebagian lagi menjadi Kyai, dosen, dan politisi. Ini terlihat jelas sebagian elit politik PKS sebagian besar lulusan Timur Tenggah. Dan, sebagian dari lulusan Eropo memasuki kawasan professional. Walaupun tidak sedikit dari mereka yang ikut serta memasuki arena akademisi dan ranah politik.

Terlepas dari itu semua. Kewajiban bagi mereka untuk membangun dan memperbaiki pendidikan Indonesia lewat pintu yang beragam. Apa-pun latar belakangnya, meperbaiki system pendidikan Indonesia wajib hukumnya. Dan esensi pendidikan, bukan semata-mata peningkatan intelektual, tetapi juga masalah moralitas dan nasionalisme. Apa jadinya, jika seorang ilmuwan lantas tidak lagi cinta Indonesia, dan justru mengobrak abrik tatanan yang sudah mapan. Orang islam tradisional dianggap telah keluar dari ajaran islam yang benar, sehingga darahnya pun halal untuk dialirkan..?

Lulusan-lulusan Timur Tenggah harus memberikan kontribusi terhadap proses pendidikan di Negara Indonesia. Kampus-kampus islam harus di-benahi, agar menjadi kampus yang menyejukkan setiap mahasiswa yang belajar disana. Sangat ironis jika sebuah kampus islam dengan menggunakan nama besar Nabinya, tetapi jauh dari harapan Nabi Saw. Kondisi seperti inilah yang perlu diperbaiki. Kampus islam boleh tanpak hebat dan megah, tetapi nilai-nilai islam harus terlihat, sebagai cermin atas kecintaannya terhadap junjungannya.

Saya ingat sebuah cerita seorang mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Tunisia. Menurut rekan saya, dosen yang mengajar ilmu hadis adalah seorang wanita dengan mengenakan pakain mini (diatas lutut). Betapa kagetnya…! dalam hatinya dia mengatakan:’’Bagaimana mungkin, seorang dosen hadis mengajar ilmu Nabi dengan mengenakan baju seperti ini? Ketika waktu magrib tiba, dosen hadis itu tidak menghentikan proses belajaranya. Malahan memberikan hukuman bagi mahasiswa yang nekat keluar untuk menunaikan sholat magrib.

Lembaga pendidikan islam, mestinya juga islami proses pendidikanya, bukan malah bertolak belakang dengan ajaran islam. Imam Malik, ketika sedang mengajarkan hadis kepada santrinya, beliau mengenakan baju bagus, wewanggian, dan duduk bersila di atas karpet. Sebab, dia merasa benar-benar ber-interaski dengan Nabi Muhammad Saw.

Lantas, bagaimana mungkin seorang guru agama (hadis), mengajarkan ilmu, tetapi pakaian dan tindaknya tidak selaras dengan ajaran Nabi Saw? Bagaimana mungkin sebuah lembaga pendidikan islam dengan menggunakan nabi besar Muhammad Saw, tetapi tidak mengamalkan ajaran Nabi Saw?

Kondisi inilah yang kadang menjadi fenomena di Negeri ini. Tidak masalah jika sebuah  lembaga pendidikan islam, menerima mahasiswa (murid) non islam. Dulu, orang-orang Eropa belajar di Bagdad, Basrah, akan tetapi mereka mengikuti aturan dan ajaran Muhammad Saw. Begitu juga, mahasiswa islam belajar di Eropa, tetapi tetap berpegang teguh pada ajaran Nabi Saw. Sudah waktunya, islamisai kampus, mulai kurikulum, usaha kecil menenggah (UKM), serta mengatur cara berbusana mahasiswa dan mahasiswa agar tidak semakin jauh dari agama dan ajaran Muhammad Saw. Jika HSBC telah masuk islam, apa salahnya jika kurikulum Fakultas Ekonomi Universitas Islam (Muhammadiyah) juga memeluk islam juga?

 

15 Responses so far.

  1. Buna Amorim mengatakan:

    very good info that is presented in this post. i prefer to read this kind of stuff. the quality of content is fine and the language is interesting. thanks for your kind support.http://www.onibusportoalegre.com

  2. Catrina mengatakan:

    i appreciate you sharing this information here. it was a brilliant post. thanks!http://www.cameraescondida.net

  3. I’m no longer positive the place you’re getting your info, however good topic. I needs to spend some time studying much more or working out more. Thanks for excellent info I was in search of this info for my mission.

  4. web proxy server mengatakan:

    It’s actually a cool and helpful piece of info. I am glad that you shared this helpful information with us. Please keep us informed like this. Thanks for sharing.

  5. domains by proxy mengatakan:

    Have you ever thought about creating an e-book or guest authoring on other sites? I have a blog based on the same subjects you discuss and would really like to have you share some stories/information. I know my viewers would value your work. If you are even remotely interested, feel free to send me an email.

    • admin mengatakan:

      Yes, I sometimes think to make an e-book, so that people can read my writings. but most of my writing has become a book and it was published by Arruzmedia, Aditya media. And, this is very exciting for me, because it can make other people happy and understand.

  6. Gabriel Souliere mengatakan:

    I just want to tell you that I’m beginner to blogging and site-building and actually savored your blog. More than likely I’m planning to bookmark your blog post . You actually have really good posts. With thanks for revealing your webpage.

  7. Felisa Balcorta mengatakan:

    I simply want to say I’m beginner to blogging and truly liked this website. More than likely I’m likely to bookmark your site . You actually have fantastic well written articles. Many thanks for revealing your blog.

  8. WhichDeals.com mengatakan:

    Why this site?…

    [… not just about shopping. We also link to sites that we think will be of interest to …]…

  9. fresh movies download mengatakan:

    online watch movies…

    […]After I initially commented I clicked the -Notify me when new comments are added- checkbox and now every time a comment is added I get 4 emails with the same comment. Is there any manner you possibly can take away me from that service? Thanks![……


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook