Posted by Abdul Adzim Irsad On Mei - 6 - 2011 1 Comment

madinah kota nabiKetika musim haji telah rampung, kota Makkah dan Madinah menjadi sunyi. Hampir setiap saat, para mukimin dan santri yang tinggal di Makkah bisa thowaf mengelilingi baitullah. Yang menarik, mereka bisa setiap saat (tiap putaran) mengecup hajar Aswad, dan sholat di Hijir Ismail tanpa harus berdesak-desakan. Ketika malam telah larut, dimana orang sudah mulai bergegas pulang, kondisi Masjidlharam semakin sepi. Kondisi inilah yang indah, karena bisa berlama-lama ber-dialog dengan Allah Saw melalui celah-celah baitullah. Multzam menjadi salah satu pintu utama untuk menyampaikan segala ke-inginan dan cita-cita. Sunggu nikmat….!

Memasuki bulan maret, jumlah jama’ah Umrah semakin bertambah, akan tetapi tidak sebanyak musim ramadahn dan hajian. Hajar Aswad tetap masih bisa disapa, dan mengecupnya jika tidak kesulitan ketika sedang menunaikan ibadah thowaf sunnah. Begitu juga dengan kondisi Madinah. Jadi, tidak khawatir bedesak-desakan ketika sedang sholat di Raudah al-Syarifah. Tempat paling mulya yang diyakini dikabulkan setiap do’a yang dipanjatkan. Raudah merupakan tempat istimewa, letaknya berdekatan dengan makam (kediaman) Kanjeng Nabi Muhammad Saw.

Jadi, Umrah pada bulan (Maulid, Rajab) menjadi lebih menarik, karena bulan-bulan itu termasuk bulan kelahiran Nabi Saw. Sedangkan bulan Rajab, merupakan bulan ‘’isra’ mi’roj’ Nabi Saw. Bulan bersejarah ini juga memberikan motivasi tersendiri ketika sedang berada di Kota suci Makkah dan Madinah. Sebab, kedua kota ini menjadi saksi nyata kelahiran dan perjalanan Nabi Saw. Belum lagi pahala umrah itu bisa menghapus dosa-dosa yang pernah dilakukan dan mengangkat derajat manusia di sisi Allah Swt.

Kemulyaan Nabi Saw

Peristiwa kelahiran Nabi sangat mengesankan, dan menarik setiap orang. Bahkan sebagian besar umat islam merayakan dengan membacakan sirah Nabi. Perayaan mauludan (kelahiran nabi) merupakan adat kaum muslimin sejak zaman dalu. Orang yang pertama kali melaksanakan maulid nabi adalah Rosulullah sendiri, hal ini ditegaskan dalam hadist Imam Muslim “Ketika beliau ditanya tentang puasa hari senin, beliau berkata “hari itu adalah kelahiranku”. Orang yang pertama kali melaksanakan perayaan Maulid Nabi setelah wafatnya Nabi adalah al-Malik al-Mudhoffar Abu Said Sohib Irbil didaerah Mousul (Irak). Pelakasanaan mauludan biasanya pada tanggal 12 Rabiul Awal, yang diyakini sebagai kelahiran. Perayaan maulid Nabi ini sering kali menjadi polemik antara kelompok tertentu, ada yang membolehkan, ada yang melarang (bid’ah).

Namun polemik tersebut tidak menjadikan perayaan maulid Nabi untuk diperdebatkan sehingga memicu permusuhan bahkan sampai pada tabdi’ (pembid’ahan), tahrim (pengharaman), takfir (pengkafiran). Sudah saatnya umat islam menjadi umatan wahidah (umat yang satu). Bulan Rabiul Awal (muludan) bulan kelahiran Nabi adalah momentum penting mempersatukan umat sebagai pengikut setianya.

Kelahiran Nabi Saw di kota Makkah, tepatnya pada hari Senin tanggal 9 Rabi’ul Awwal, ditandai dengan kedatangan pasukan gajah (atau sering disebut dengan “Tahun Gajah”) dari Yaman, yang dipimpin langsung oleh Abrah al-Asram. Tragedi ini bertepatan pada tahun 571 Masehi. Kedatangan Abrah dengan pasukan Gajah, karena merasa Iri dengan keberadaan rumah Allah yang setiap tahuh dikujungi oleh banyak manusia yang menunaikan ibadah haji.

Abrahah membuat Gereja yang besar dan mewah di yaman, sebagai bentuk tandinga, tetapi ternyata Gereja itu tidak menarik. Satu-satunya cara agar orang pergi ke Gereja, yaitu dengan membongkar rumah tuhan yang sacral. Tetapi, tuhan tidak berkenan, sehingga Abrah dan komplotanyalari tunggan langgang oleh serangan burung yang di utus dari langit.   Qisah ini di Abadikan di dalam al-Qur’an Q.S al-Fiil (1-5).

Terlepas dari polemik. Yang jelas, Nabi Saw memiliki kekuatan yang luar biasa baik ketika masih bugar, atau ketika beliau telah tiada. Seandainya, masjid nabawi tidak ada Nabi Saw, pasti daya tariknya berkurang. Oleha karena itu, keberadaan Nabi Saw di Madinah menjadi mahnit yang sangat kuat bagi umat islam dunia. Sungguh sempurna, setelah melaksanakan umrah di makkah, bisa ber-ziarah kepada Nabi Muhammad Saw. Semua ucapan salam, akan dijawan oleh Nabi Saw (Allahumma Solli Ala Muhammad….)

One Response so far.

  1. Gisela Ravencraft mengatakan:

    I simply want to tell you that I am beginner to blogging and site-building and absolutely enjoyed you’re web page. Most likely I’m likely to bookmark your site . You really have awesome articles. Thanks for sharing with us your website page.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook