Posted by Abdul Adzim Irsad On Mei - 28 - 2017 0 Comment

Abdul Adzim Irsad

Sabilillah LazisAbu Dar Al-Gifari itu sosok sahabat yang sangat dermawan dan bergitu perhatian terhadap pembantu, tetangga, dan keluarga. Sampai-sampai Rosulullah SAW pernah berkata kepadanya “jika engkau masak marok, perbanyaklah air kuahnya, dan berbagilah kepada tetangga” (HR Muslim).


Usman Ibn Affan, juga sosok yang sangat kaya, sekaligus dermawan. Beliau pernah membeli sumur dari orang Yahudi dengan harga yang sangat tinggi, yang diperuntukkan masyarakat Madinah waktu itu.
Abdurahman Ibn Auf juga sosok sahabat yang kaya raya, bisa dikatakan konglomerat pada waktu itu. Sampai-sampai Rosulullah SAW mencandainya, bahwa orang yang terahir masuk surga adalah Abdurahman Ibn Auf. Ketika semua sudah masuk surga, ternyata harta Abdurahman Ibn Auf masih belum rampung hisabnya. Betapa kayanya sosok sahabat yang satu ini.
Sahabat Tholah ra, juga termasuk kaya raya, sampai-sampai beliau meninfakkah kebun kurma yang rimbun, terdapat taman yang indah dan kolam di lengkapi tempat istirahat (vila), kemudian di infakkan di jalan Allah SWT. Beliau juga sangat dermawan, suka berbagi kepada sesama.
Hampir semua sahabat Rosulullah SAW, yang duitnya banyak itu memiliki sifat dermawan, walaupun tidak pungkiri ada juga yang sangat pelit. Cuma tidak banyak. Mereka yang dermawan itu yakin bahwa harta itu hakekatnya pemberian Allah SWT, maka harus diperuntukkan ke Jalan Allah SWT. Mereka juga yakin, bahwa harta yang diberikan kepada sesama atau berjuang di jalan Allah SWT, tidak akan berukurang, tetapi justru akan bertambah. Mereka juga yakin, harta yang di infakkan di jalan Allah SWT, kalak akan menjadi penolongnya.
Dari sahabat Abu Dar Al-Ghifari ra, bahwasanya sahabatsahabat Rasulullah SAW. berkata kepada beliau “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah pergi membawa banyak pahala. Mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, namun mereka dapat bersedekah dengan kelebihan hartanya.” Rasulullah SAW bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan untukmu sesuatu yang dapat disedekahkan? Yaitu, setiap kali tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, menyuruh pada kebaikan adalah sedekah, melarang kemungkaran adalah sedekah, dan hubungan intim kalian (dengan isteri) adalah sedekah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah salah seorang di antara kami melampiaskan syahwatnya dan dia mendapatkan pahala?” Rasulullah SAW menjawab dengan singkat, “Bagaimana pendapat kalian jika ia melampiaskan syahwatnya pada yang haram, apakah ia berdosa? Demikian juga jika melampiaskannya pada yang halal, maka ia mendapatkan pahala.” (HR. Muslim).

Dan perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya untuk mencari keridhaan Allah SAW dan untuk memperteguh jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buah-buahan dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai)[. Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan. Adakah salah seorang di antara kamu yang ingin memiliki kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai di sana dia memiliki segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tuanya sedangkan dia memiliki keturunan yang masih kecil-kecil. Lalu kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, sehingga terbakar]. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu agar kamu memikirkannya (QS Al-Baqarah (2:265-266).
Orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allahkemudian tidak mengiringi apa yang dia infakkan itu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak pula bersedih hati. erkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan tindakan yang menyakiti. Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima) seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu batu itu menjadi licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (QS Al-Baqarah (2:262-264).
Bulan puasa itu kesempatan besar bagi orang yang kaya untuk mendermakan hartanya ke jalan Allah SWT. Jika banyak duit, berbagilah kepada mereka yang sedang berbuka puasa di masjid-masjid, juga kepada mereka yang sedang perjalanan (safar), di musolla-musolla, serta kampus-kampus dan pesantren tempat santri dan mahasiswa belajar. Karena berbagi buka puasa itu pahalanya besar, sama persis dengan nilai puasa.
Banyak sekali janda tua, anak yatim, dan juga fakir miskin yang sangat membutuhkan. Kesempatan berharga untuk berbagi kepada mereka, baik dalam bentuk makanan, minuman, kue, atau baju kepada mereka. Kadang, nilai yang diberikan itu kecil, tetapi bagi orang yang membutuhkan itu sangat besar. Ketika semua itu dilaksankan pada bulan puasa, maka nilainya dilipat gandakan.
Nah, sekarang yang harus direnungi, bersedekah itu harus mengutamakan orang yang lebih dekat, seperti keluarga, tetangga sekitranya. Jangan sampai dermawan kepada tetangga yang jauh sementara kerabat dekatnya tidak diperhatikan. Atau, berbagi ke Afrika, Syiria, tetapi tetangga kampung kelaparan dan kekurangan, walaupun kelihatanya baik.
Allah SWT berfirman “Dan Berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang ada dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghamburkan (hartamu) dengan boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudaranya setan dan sesungguhnya setan itu sangat ingkar kepada tuhannya.” (QS Al Isra : 26-27). Orang fakir miskin, lansia, anak yatim, dan orang lemah begitu banyak, santuniah mereka, mumpung di bulan suci Ramadhan.

>


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook