Posted by Abdul Adzim Irsad On September - 11 - 2012 3 Comments

Kalau difikir-fikir, haji itu justru mengurangi harta. Bagaimana tidak, 36 juta harus digunakan naik haji. Padahal, mengumpulkan harta sejumlah itu tidak mudah. Namun, karena itu perintah dan merupakan rukun islam, mau tidak mau harus dikeluarkan untuk ibadah haji.  Seorang Kyai pernah mengatakan:’’ menunaikan ibadah haji itu cuma dua pilihan, eman atau iman. Jika beriman dan ihlasa karena Allah Swt, sebanyak apapun biaya haji, pasti akan dibayarkan, karena harta itu berasal dari Allah Swt. Sedangkan jika merasa eman, pasti pikir-pikir, karena uang sebanyak itu digunakan untuk haji.

Haji Memenuhi Panggilan Ilahi

Haji harus didasari dengan iman dan ihlas semata mata memenuhi panggilan Allah Swt. Jika karena iman dan ihlas, Allah Swt akan memberikan balasan yang berlipat ganda. Tanpa di minta-pun, Allah Swt akan memberikan balasan, dengan cara Allah Swt. Cara dan waktu membalasnya, kadang tidak pernah terfikir sebelumnya. Itulah namanya Miracle of Hajj (Keajaiban Haji).

Kendati demikian, secara khusus, Allah Swt benar-benar menghargai setiap rupiah yang dikeluarkan oleh calon jama’ah haji. Bahkan, semua biaya yang dipergunakan, mulai daftar, foto, naik angkot, serta modar-mandir oleh Allah tidak pernah disia-siakan, apalagi biaya haji saat ini yang cukup mahal, dan harus menanti 4-5 tahun mendatang. Dalam hal ini, Nabi Saw memberikan kabar gembira kepada para pengikutnya, bahwa biaya haji itu dilipatgandakan menjadi tujuhratus, sebagaiamana keterangan hadis yang berbunyi:’’

???? ?????? ??????? ???? ?????????? ???? ??????? ????? ????? ??????? ??????? -??? ???? ???? ????- « ??????????? ??? ???????? ????????????? ??? ??????? ??????? ??????????????? ?????? (???? ???? )

Diriwayatkan dari Burdah, ia mengatakan:’’ Nafakoh (biaya) menunaikan ibadah haji, seperti biaya yang dikeluarkan untuk berjuang dijalan Allah, satu dirham (rupiah), dilipatgandakan sampai tujuhratus lipat (tekel) (H.R Ahmad, No 23702.[1]

Di dalam redaksi lain, Nabi menuturkan:’’ satu dirham yang dikeluarkan untuk biaya haji setara dengan empatpuluh ribu (40.000) ribu’.Untuk melihat atau membuktikan kebenaran ini, bisa dibuat hipotesa sementara, bahwa sebagian besar orang islam yang pernah menunaikan haji, ternyata tidak semakin miskin. Justru realitas membuktikan, bahwa sebagian besar orang semakin kaya dan hartanya semakin bertambah. Memang, belum ada hasil penelitian ilmiyah, tetapi setidaknya hadis Nabi di atas menjadi sebuah rujukan utama, bahwa Allah Swt berjanji mengantinya lebih banyak.

Tiga karakteristik tamu-tamu Allah, antara lain:’’ apa yang mereka minta niscaya Allah kabulakan, apa yang mereka panjatkan dalam do’anya dijawab, dan apa yang mereka keluarkan (biaya), akan digantinya’’.[2] Jadi, tidak ada alasan bagi setiap orang yang sudah cukup menunda ibadah haji, dengan alasan finansialnya belum cukup, atau haji itu menjadikan orang tambah miskin. Lebih-lebih, jika uang itu dibelikan mobil, atau tanah, padahal jumlahnya sudah mencukupinya.

 



[1] . Al-Maliki, Sayyid, 2000.  Khasois al-Ummah al-Muhammadiyah. Maktabah Malik Fahad al-Wataniyah-Madinah. hal 196.

[2]. Imam Al-Suyuti, Jalaluddin, 1993. Al-Duur al-Manstur 1/509- Darul Fikr-Beirut.

 

3 Responses so far.

  1. coach outlet mengatakan:

    I really like your writing style, great info, thanks for putting up :D. “If a cluttered desk is the sign of a cluttered mind, what is the significance of a clean desk” by Laurence J. Peter.

  2. GUCCI 5505 mengatakan:

    Nasty colour.Definitely not for me personally

  3. Ronald Hockins mengatakan:

    I simply want to mention I am just newbie to blogs and actually loved your page. Likely I’m likely to bookmark your blog . You amazingly come with terrific article content. Thank you for sharing with us your web-site.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook