Posted by Abdul Adzim Irsad On Maret - 14 - 2011 4 Comments

Dalam kehidupan, musibah pasti terjadi dan tidak mungkin bisa dihindari, apalagi lari dari ketentuan tuhan sejak jaman azali.  Yang bisa dilakukan ialah bagaimana menghadapi dan menyikapi musibah yang telah terjadi. Tehnologi hanyalah sebuah alat untuk mendeteksi kapan akan terjadinya sebuah musibah dan bencana. Kecanggihan itu kadang masih salah di dalam mendeteksi, karena ternyata tuhan maha canggih. Dan, ketika musibah dan bencana datang, tidak satupun alat yang mampu menghadang atau menghentikan musibah itu. Sebab, musibah itu merupakan ketentuan tuhan yang tidak mungkin dihadang atau dihentikan. Walaupun manusia semua protes atas musibah dan bencana ini, tuhan tidak akan perduli, sebab tuhan-lah yang mengatur alam semesta ini beserta isinya.

Sekelompok kaum yang sangat hebat dan kuat diceritkan di dalam al-Qur’an (QS al-Fajar (89:6-11) Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ‘Aad? (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai Bangunan-bangunan yang tinggi, Yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain, Dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah, Dan kaum Fir’aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak), Yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri.

Dua kaum yang hebat dan kuat yaitu Kaum Aad dan Firaun (Ramses) merukakan dua kaum benar-benar hebat. Jika di analogikan, kedua kaum ini merupakan kaum yang menguasai tehnologi super canggih yang tidak mungkin ada yang mengalahkanya. Ibu Khloldun menceritakan di dalam bukunya”Mukaddimah Ibn Kholdun’’. Seorang raja dari kaum Aad yang bernama Aad Ibn Aus Ibn Iram ketika diberitakan seputar ke-indahan dan kenikmatan surga oleh Nabinya. Bukannya mereka semakin percaya atas kebesaran-Nya, atau ber-man kepada tuhan.

Raja itu kemudian mengatakan kepada kedua putranya:’’ bangulah sebuah kota indah, sebagaimana yang diceritakan di dalam surga itu’’. Dengan tehnologi dan kekuatan yang dimilikinya, raja Aad merasa mampu membuat kota yang lebih megah dan indah dari pada surga. Maka dimulailah pembangunan kota ter-indah itu. Gurun-gurun pasir mulai digali dan di desain menjadi kota terindah melebihi surga tuhan. Konon, menurut sejarah, pemabangunan kota surge itu menghabiskan waktu sekitar, 300 tahun. Dan, usia Aad sekitar 900 tahun.

Kota yang didesain itu benar-benar menakjubkan. Bangunan-bangunan itu megah nan mewah serta kokoh. Seolah-olah tidak mungkin berubah walaupun ada gempa bumi dengan ukuran 10-15 SR. Istana-istana itu juga dihiasi dengan emas dan intan permata. Dinding-dindingya dihiasi dengan permata paling indah pada masa itu, yang tidak bisa dilukiskan oleh manusia saat ini. Pohon-pohon hijau nan rindang menghiasai kota surga itu. Sungai-sungai buatan itu sangat indah, airnya jernih mengalir dengan suara  gemercik, membuat telingga semakin betah duduk-duduk ditepi sungai buatan itu, seolah-olah duduk ditepi telaga surga.

Di dalam instana-istana itu, merupakan sebuah gambaran isi surga, seperti; deretan wanita-wanita cantik nan mempesona, dengan pakaian-pakaian serbawa wah dan mewah, sebagai tandingan atas surga-Nya yang juga dihiasai oleh bidadari-bidadari. Setiap orang bisa menikmati ke-indahan surga dunia beserta isinya kapan saja. Tidak ada yang lebih indah dari kota Iram, buatan Raja Aad. Kota dengan istana megah itu bukan dibuat sebagai bentuk rasa sombong dan inkar atas kekuatan dank Esaan tuhan. Dalam hati raja itu mengatakan:’’ saya juga bisa membuat kota indah, sebagaimana tuhan ciptakan di dalam surga itu’’.

300 tahun telah berlalu. Kota Iram menjadi kota terindah. Sudah waktunya sang Raja menikmati kerja kerasnya selama kurun 300 tahun. Namun, ketika menjelang peresmianya. Tiba-tiba ada musibah (bencana besar). Angin kencang, bumi bergonjang dengan gonjangan hebat. Semua hadirin yang berada dalam kota itu panic, bagaimana caranya menyelamatkan diri. Tak ayal, tidak ada satupun yang selamat. Goncangan itu memporak-porandakan kota Iram itu. Istana mewah dengan intan permata itu tenggelam ditelan bumi.  Al-Hasil, gonjangan bumi itu menjadi sebuah jawaban atas ke-agkuhan raja Iram itu dengan membuat istana tandingan. Tuhan di lawan….?

 

 

 

 

4 Responses so far.

  1. Hunianmalang.com mengatakan:

    Apakah yg menyebabkan manusia berkelakuan seperti si raja? apakah kurang ilmu atau kurang iman? Padahal jelas2 Allah Allah yg Maha segala-galanya. Masihkah Tuhan mau dilawan?

  2. Carina mengatakan:

    i should read your other posts! definitely.http://www.capitalbar.net

  3. Ronald Hockins mengatakan:

    I simply want to mention I’m new to blogs and truly loved your web page. Probably I’m likely to bookmark your blog post . You surely have superb well written articles. Kudos for revealing your website.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook