Posted by Abdul Adzim Irsad On Juli - 21 - 2012 1 Comment

Istilah sahur identik dengan bulan puasa, karena memang sahur itu artinta makan di penghujung malam itu persiapan puasa. Ketika ditanya kapan waktu sahur yang tepat? Jawabanya ialah, mulai pertenggahan malam hingga sebelum subuh (imsak). Sebenarnya, tanpa sahur-pun, sebagian orang mampu dan kuat berpuasa sepanjang hari. Terbukti, banyak orang yang berpuasa sunnah maupun wajib, tetapi jarang sahur. Ternyata mereka kuat menahan makan dan minum hingga magrib tiba.sahur

 

Di dalam tradisi klasik, setiap menjelang sahur terdapat patrol. Dimana sekelompok pemuda menabuh kentongan secara bersautan dengan tujuan membangunkan orang-orang yang sedang terlelap. Hal ini dilakukan, karena masih minimnya alat-alat untuk membangunkan. Tradisi patrol ini bagian dari budaya Indonesia. Sesunguhnya, membangunkan orang terlelap untuk melaksankan sahur, termasuk bagian dari ibadah. Karena sahur itu hukumnya sunnah. Berpahala yang melakukan dan tidak berdosa bagi yang meninggalkan.

Karena pentingnya sahur, secara khusus Nabi Saw menjelaskan tentang pentingnya sahur sekaligus pahala dan manfaatnya. Di bawah ini beberapa hadis Nabi Saw terkait dengan sahur.

????? ?????????? ??? ???? ???? ???? :” ??????????? ??????? ??? ?????????? ????????” (???? ??????? ?????)

Nabi Saw menuturkan:’’ sahurlah kalian semuanya, karena di dalam sahur itu terdapat berkah’’.

 

Tersirat dalam hadis ini, bahwa Nabi Saw menginginkan agar supaya umatnya menjaga kesehatan dengan cara sahur. Dengan, sahur maka kondisi fisik orang yang sedang puasa akan fit. Terbukti, beliau Saw juga menerangkan agar supaya menjaga diri dengan sahur untuk puasa siang hari, dan juga tidur sebelum dhuhur (Qoilulah) untuk mempersiapkan sholat malam (HR. Ibnu Huzaiman). Dalam riwayat lain, Nabi Saw mewanti-wanti agar tidak meninggalkan sahur, walau hanya sekedar air putih. Sebab, Allah Swt dan malaikatkan senantiasa mendokan dengan berkah kepada mereka yang sahur (HR. Ahmad). Dalam istilah lain, Nabi Saw menyebut sahur dengan ‘’Al-Ghoda’ Al-Mubarok’’ yang artinya makan yang penuh dengan berkah.

Beliau Saw juga menyebutkan makanan yang layak untuk di konsumsi (sahur), sebagaimana dalam hadisnya yang artinya:’’ nikmatnya sahur adalah kurma’’ kemudian beluau Saw mengatakan:’’semoga Allah Swt memulyakan orang-orang yang sahur’’. Pilihan Nabi Saw kenapa sahur dengan kurma? Sebab,kurma salah satu jenis makanan yang banyak manfaatnya, dan mampu dengan mudah di cerna oleh perut. Dengan kurma, orang yang berpuasa tidak akan mudah lapar. Dengan begitu, mobilitas yang tinggi tidak akan banyak terganggu. Kendati Nabi Saw menganjurkan kurma, bukan berarti sahur dengan nasi itu bukan sunnah. Sebab, inti dari perintah Nabi Saw adalah sahur.

Adapaun waktu sahur yang tepat, Nabi Saw mengajurkan agar mendekati subuh (sebelum imsak). Sebagaimana penjelasan beliau Saw:’’Allah Swt amat menyukai orang yang menyegarakan buka puasa dan sahur….(HR Tobrani)’’. Dari keterangan Nabi Saw jelas sudah, bahwa orang yang sedang berpuasa memerlukan asupan gizi, kalori yang cukup. Dengan meng-ahirkan sahur, berarti sama dengan mempersiapkan diri untuk menyongsong puasa sepanjang hari. Kemudian, jika terdengar Adzan, Nabi Saw menganjurkan agar menyegarakan berbuka puasa dengan kurma, atau air, bukan makan-makanan berat.

Meng-ahirkan sahur, sama dengan menyiapkan diri untuk sholat subuh berjamaah di masjid atau dirumah bersama keluarag. Begitu juga dengan menyegerakan buka puasa, sama dengan menyegarakan sholat berjamaah. Dengan demikian, kualitas ibadah di bulan ramadhan semakin sempurna.

Di atas dijelaskan, agar tidak meninggalkan sahur dan menganjurkan untuk Qoilulah (tidur sebelum dhuhur). Ternyata, dalam dunia kesehatan, tidur setelah sahur tidak baik. Menurut  dokter spesialis, Ari Fahrial Syam, beliau memberi saran sebaiknya hal itu tidak dilakukan. “Karena makanan belum dicerna dan malah bisa berbalik dari lambung ke kerongkongan (atau biasa disebut refluks) karena pengaruh gravitasi (http://sinauislam.wordpress.com/2010/08/20/menurut-medis-tidur-setelah-sahur-berbahaya/). Justru Nabi Saw menganjurkan tidur sebelum dhuhur (Qoulullah), karena bagus untuk kesehatan jantung dan bermanfaat untuk persiapan sholat malam (tarawih dan witir). Kendati demikian, bukan berarti tidur setelah sahur itu dilarang (haram). Akan lebih baik, setelah sahur, terus bergegas sholat subuh dan membaca al-Qur’an untuk menyempurnakan kualitas ibadah di bulan suci Ramahdan. Wallau a’lam

 

 

One Response so far.

  1. Stephen Mulry mengatakan:

    I simply want to say I am just very new to blogging and absolutely liked this page. Very likely I’m going to bookmark your website . You amazingly have remarkable stories. Regards for sharing with us your web site.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook