Posted by Abdul Adzim Irsad On Maret - 22 - 2014 0 Comment
Umrah sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan bagi umat islam di Indonesia. Antrean panjang haji di Indonesia menjadi berkah Pintu Baitullahsendiri bagi biro perjalanan Haji dan Umrah. Sebab, sebagian umat islam Indonesia lebih suka menunaikan Ibadah umrah terlebih dahulu sebelum menunaikan ibadah haji, khususnya bagi umat islam yang usianya sudah tua alias lansia.
Untuk itulah setiap travel haji dan umrah berlombal-lomba memberikan program umrah yang menarik, bagus, berkualitas, dan terpercaya. Mulai paling murah (paket hebat), hingga paket elit (mahal). Tentu saja, peket mahal mengunakan hotel bagus (zam-zam tower), Mira Ajyad, Elaf Kindah, hingga Hehab Bustan, Yazid Hotel dll.  Untuk itulah, bagi calon jamaah umrah yang berniat menunaikan ibadah umrah, hendaknya berhati-hati di dalam memilih travel. Karena banyak sekali travel bodong, dan tidak amanah, sehingga menelantarkan jamaah, bahkan menipu.
Beberapa media memberitakan  bawa ada sebuah travel yang tidak amanh, seperti terjadi beberapa minggu lalu ratusan calon jamaah umrah terlantar di bandara karena tak bisa diberangkatkan ke Tanah Suci. Padahal jamaah itu sudah melunasi kewajibanya, tetapi mereka tidak  mendapatkan hanya, yaitu pergi umrah ke tanah suci Makkah dan Madinah.
Fakta-fakta seperti ini hendaknya menjadi pelajaran bagi masyarakat muslim agar berhati-hati dalam menjatuhkan pilihan pada sebuah travel umrah. Dan tentu saja travel tersebut harus sudah mengantongi izin dari Kementerian Agama.
“Ibadah umrah atau haji saat ini tidak hanya bisa dilihat dari sisi ibadah tapi juga bisnis yang menjanjikan. Perjalanan haji atau umrah ini beda dengan perjalanan wisata. Perjalanan haji dan umrah fokus ke Arab Saudi dan diatur oleh UU dan di bawah Kementerian Agama,” Tutur Hafidz Taftazani.
Banyak juga yang mengatakan:” travel di atas memang tidak punya hati, kelihatanya travel itu sengaja mengunakan duit jamaah untuk kepentinganya sendiri”. Jika sebuah travel ingin maju, berkembang, serta mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, pasti tidak akan melakukan tindakan konyol seperti kejadian di atas”. tutur pemiliki Wisatahaji Tour  dan Travel.
Travel Haji dan Umrah itu sebuah bisnis yang penuh dengan tipu-tipu, dan banyak keuntunganya di dalamnya. Jadi, tidak sedikit travel haji dan umrah yang terfokus urusan bisnisnya, dari pada urusan ibadah. Karena perjalanan umrah atau haji banyak juga masalah bisnisnya, maka wajar jika banyak pihak ingin terlibat di dalamnya. Perusahaan travel yang belum memiliki izin pun ada yang bertindak sebagai kolektor memberangkatkan jamaah umrah, misalnya.
Hafidz  Tafstazani menegaskan, perjalanan umrah atau haji berbeda dengan perjalanan wisata yang ditangani Kemparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif). “Maka seluruh penyelenggara haji dan umrah harus patuh aturan Kemenag dan UU no. 13 tahun 2008,” ulasnya.
Maka dengan adanya MoU Kementerian Agama dengan Polri, Hafidz  merespon positif adanya MoU tentang pengawasan dan penegakan hukum terhadap penyelenggara ibadah haji dan umrah. Langkah itu dinilai akan memberikan pengaruh dalam mengantisipasi penipuan untuk masyarakat yang ingin beribadah.
Menurutnya, optimalisasi pengawasan tersebut harus diimbangi dengan ketelitian masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah. Oleh karena itu, Hafidz Taftazani yang juga Wakil Ketua Umum Asbihu-NU (Asosiasi Bina Haji dan Umrah Nahdlatul Ulama), , menyambut baik adanya MoU antara Kemenag dan Polri dalam memberantas penyelenggara umrah ”nakal”.
“Saya mendukung adanya penandatanganan MoU ini. Semoga dengan adanya MoU ini membuat jera para kolektor jamaah yang tak memiliki izin,” ujar Hafidz.
Menurutnya, dilakukannya MoU ini untuk menutup kesempatan beroperasinya travel yang tak mengantongi izin dari Kementerian Agama baik ditingkat wilayah maupun kabupaten. Dan ini, tambah Hafidz, merupakan bagian dari pencegahan secara dini. Sehingga nantinya tidak ada lagi calon jamaah umrah atau haji yang dirugikan baik moril maupun materiil, karena tidak bisa berangkat.
Hafidz Taftazani mengungkapkan MoU ini diharapkan bisa jadi efek jera bagi kolektor jamaah dan bisamenjadi informasi bagi masyarakat yang hendak melakukan umrah agar tidak menggunakan biro perjalanan umrah yang tidak memiliki izin dari Kementerian Agama.
Hafidz pun menghimbau kepada masyarakat muslim yang hendak melakukan ibadah umrah untuk terlebih dahulu mengecek ke Kemenag apakah  penyelenggara yang menawarkan umrah itu mengantongi izin atau tidak.
Hafidz juga menambahkan, untuk KBIH-KBIH NU yang selama ini mengirimkan jamaah dengan cara membeli visa dan cari hotel sendiri di Makkah sekarang sudah tidak mungkin lagi bisa dilakukan .“Karena hal ini akan membahayakan provider visa yang bisa berakibat dicabutnya izin dari Kemenag,”terangnya.
Dan yang lebih bahaya lagi, yang bersangkutan (pimpinan KBIH), sesuai dengan Undang-undang 13 tahun 2008 akan dipidanakan setidak-tidaknya tiga tahun penjara dan denda satu milyar.
Hafidz menerangkan, bagi KBIH anggota Asbihu-NU tak perlu merasa kehilangan tempat bernaung, karena Asbihu sudah memperoleh izin dari Kemenag sebagai penyelenggara ibadah umrah denganSK KEMENAG No. 824/2012. PT. Asbihu ini diadakan untuk menampung jamaah-jamaah KBIH yang tidak diperbolehkan mengirimkan jamaah umrah ke Tanah Suci.
Mengomentari adanya jamaah umrah anak-anak yang kini sering terlihat dalam pelaksanaan umrah, Hafidz menyambut baik karena hal itu mempunyai nilai pendidikan. Ia mengakui, sekarang, tak sedikit semasa ibadah umrah itu ditunaikan, terselip wajah-wajah belia yang turut bersama orang tua mereka.
“Hukumnya anak-anak itu pergi umrah itu sunah dan boleh-boleh saja. Di masa-masa liburan sekolah juga dimanfaatkan sebagai tujuan wisata religi. Ini positif bagi anak-anak dan sangat bagus bila dilihat dari sisi pendidikan,” ujar Hafidz.
Dengan munculnya tren semacam itu, dia merasa gembira karena daripada melakukan perjalanan ke Eropa atau ke tempat wisata manca negara lainnya, lebih baik anak diajak ibadah umrah. “Umrah itu jalan-jalan tapi memiliki nilai ibadah. Karena seperti disebutkan Nabi, dari umrah yang satu ke umrah yang lain adalah penghapus dosa,” tuturnya.
Seperti diketahui,  saat ini untuk beribadah haji membutuhkan masa antrean sampai belasan tahun. Karena itu, sebagaian umat Islam pun memilih untuk melakukan umrah dulu sambil menunggu haji.
Sebagaimana pernah diwartakan Labbaik tabloid ASBIHU NU,  jamaah umrah pada tahun 2013 memang membludak. Sebuah informasi mengungkapkan, sampai akhir Februari 2013 Kerajaan Arab Saudi sudah mengeluarkan visa umrah sebanyak 2,7 juta. Sesuatu yang luar biasa dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Hingga April ini Asbihu Tour & Travel sudah memberangkatkan 1900 lebih jamaah umrah. “Dan pada bulan Mei nanti Abihu akan memberangkatkan 302 jamaah umrah, ini yang sudah terjadwal,”


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook