Posted by Abdul Adzim Irsad On Agustus - 9 - 2013 0 Comment

Halal BihalalHalal Bihalal merupakan silaturahmi berjama’ah yang bersifat tahunan. Biasanya Halal Bihalal ini dilakukan oleh sebuah komunitas masyarakat tertentu, dengan tujuan agar bisa saling memaafkan tanpa harus harus mengunjungi kerumah masing-masing. Halal Bihalal ini sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia. Halal Bihalal ini sangat terasa, ketika berada di luar negeri, seperti Malayasia, Arab Saudi, Amerika, dan diberbagai Negara yang banyak masyarakat Indonesia. Keduataan-kedutaan Indonesia dimana saja berada, selalu mengadakan Halal Bihalal, dengan makanan khasnya yaitu ‘’OPOR AYAM”. Rasanya belum sempurna jika merayakan Idul Fitri, jika belum makan Opor Ayam.

Jika ditelusuri, konon tradisi Halal Bi Halal (istihlal) atau silaturahmi tahunan ini dipopulerkan oleh  Bung Karno pada tahun 1946, dirayakan di kota Gudeg Jokjakarta. Dengan tujuan agar semua pejabat, dan pegawai bisa bertemu dan saling memaafkan (efisiensi waktu). Ternyata, ide bung Karno ini menjadi tradisi tahunnan. Hampir semua intansi pemerintah, mulai pusat hingga hingga tingkat RT merayakan halal bihalal. Bahkan, dibeberapa perusahaan swasta juga meng-gunkan tradisi ini, walaupun karyawan mereka terdiri dari beragam agama dan keyakinan.

Bagi kalangan santri, seperti pondok pesantren, ma’had, madrasah, ta’mir masjid. Mereka merayakan halal bihalal dengan menghadirkan seorang kyai, atau habaib guna memberikan pencerahan ruhani. Biasanya, dimasjid-masjid diumumkan undangan bagi setiap muslim untuk menghadiri acara halal bihalal yang dipondok pesantren atau majlis ta’lim.

Tradisi halal bihalal ini sangat menarik dan perlu dilestarikan. Sebab, tujuan halal bihalal ini sangat mulia, dan mampu merekatkan kembali persaudaraan yang tercerai berai. Silaturahmi tahunan yang dikemas dengan halal bihalal ini sangat tepat, karena saat ini manusia diburu dengan waktu. Sehingga, dalam sehari sudah bisa bertemua dengan para tetangga, kolega, tanpa harus memakan waktu yang cukup panjang dan melelahkan. Walaupun tidak dipungkiri, cara silaturahmi dari rumah kerumah itu lebih baik, karena lebih lekat dan kuat ikatan persaudaraanya.

Yang lebih menarik lagi, istilah halal bihalal ini hanya dikenal di Indonesia, atau orang Indonesia yang menyebar ke-seluruh dunia. Jangan  sampai tradis Halal Bihalal yang berkembang ini kemudian di aku oleh negara tetangga yang memang suka meng-aku-aku milik tetangganya. Sebab, jika tradisi Halal Bihalal ini sudah menjadi budaya dan tradisi negara tetangga, maka orang indonesia hanya bisa mengatakan’’ dulu…perintis Halal Bihalal ini adalah Bung Karno…!,

Tetapi sekarang bukan lagi, sebab bisa jadi orang-orang Indonesia yang tinggal dan menjadi warga Malaysia juga melakukan Halal Bihalal, sehingga mereka-pun berhak menggaku bahwa Halal Bihalal milik mereka. Kendapa demikian? Karena orang Indonesia tidak lagi mau merayakan, dengan alasan ternyata tidak ada ajaran dan tuntunan dari Nabi SAW.

Banyaknya kelompok-kelompok ngawur yang mengatasnamakan kelompok Penolong Sunnah (Nasiru Al-Sunnah), kadang menjadi petaka sebuah negeri. Menuduh, mengecam, bahkan mengkafirkan, menyesatkan sesama muslim yang menjalankan sholat lima waktu, puasa, zakat, haji, adalah pekerjaan mereka. Nabi SAW memerintahkan ’’Jadilah kalian hamba yang bersaudara (HR Muslim).

Dalam keterangan hadis lain,  Nabi SAW juga mengatakan:’’barang siapa yang beriman kepada Allah SWT dan hari ahir, maka jagan menyakiti tetangganya’’ (HR Muslim). Nabi SAW juga menuturkan:’’ketika seorang laki-laki mengkafirkan saudaranya, maka ia termasuk sudah baa (kafir) (HR Muslim). Menuduh menyesatkan, mudah mengkafirkan, mengecam ahli nenaka, mencaci dan membenci, karena tidak menjadi kelompoknya adalah perbuatan syetan. Orang itu tidak lebih baik dari pada orang yang dibencinya. Ini merupakan pelanggaran sunnah nabawiyah (Inkaru Al-Sunnah).

Melaksanakan Halal Bihalal, memang itu tidak ada ajaran langsung dari Nabi SAW, bukan berarti itu tersesat. Sebab, Halal Bihalal itu adalah bentuk silaturahmi tahunan. Dan silaturahmi itu anjuran dan ajaran Rosulullah SAW. Sedangkan Qotiu Al-Rahmi adalah larangan Rosulullah SAW. Mari merayakan Halal Bihalal, dengan catatan tidak menodahi Halal Bihalal (Silaturahmi Tahunan) dengan hal-hal yang dilarang Allah SWT.

 

 


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook