Posted by Abdul Adzim Irsad On Februari - 11 - 2016 0 Comment

MaluMalu itu bagian dari ajaran Islam, dan Rosulullah SAW adalah pribadi yang sangat pemalu. Pernah suatu ketika, di atas mata kaki Rosulullah SAW tersingkap karena hembusan angin. Seketika itu wajah Rosulullah SAW pucat pasi karena merasa malu. Padahal, yang menyaksikan waktu itu semunya laki-laki. Begitu juga dengan sahabat Rosulullah SAW, memiliki rasa malu yang tinggi.

Bagi orang Jepang, mereka merasa malu jika gagal menjadi pempimpin. Mereka mengundurkan diri. Mereka merasa malu jika tidak bisa jujur. Untuk itulah mereka selalu tepat janji. Bagi orang tertentu, mereka merasa malu jika belum bisa membantu sesamanya yang membutuhkan. Setiap bangsa selalu berbeda. Masing-masing memiliki ke khasan di dalam mengartikan malu.

Dalam urusan Malu, Rosulullah SAW satu-satunya panutan. Nabi SAW selalu menjaga auratnya, dengan baik. Bajunya sederhana dan tidsk berlebihan tetapi selalu tampil rapi dan menarik. Tidak pernah malu, yang penting auratnya tertutup. Nabi SAW tidak tidak pernah bohong selama hidupnya.

Malu itu bagian dari Iman, sekaligus bagian dari pribadi Rosulullah SAW. Umar ra, pernah membatalkan sholatnya karena melihat wanita cantik dan menggoda hatinya. Umar ra berkata” lebih baik malu dihadapan AllAh SWT dari pada malu dihadapan manusia.

Mestinya pejabat seperti anggota legislatif itu merasa malu jika kerjanya sedikit dan gajinya tinggi. Merasa malu kepada rakyatnya karena belum bisa menjadi wakil rakyat yang baik.

Bagi orang tua mestinya merasa malu karena belum bisa menjadi teladan bagi putra-putrinya. Sering memerintahkan sholat jamaah padahal dirinya suka sholat sendiri.

Beruntung sekali di jaman ahirnya ini, bagi orang yang memiliki rasa malu kepada Allah SWT
Ketahuilah, Allah SWT selalu menyaksikan apa yang diperbuat hamba-Nya, dimanapun berada. Bsik dalam ramai maupun dalam kondisi senditi dan sepi. Wajib bagi seorang mukmin merasa bawa Allah SWT senatiasa melihat kita. Itulah yang disebut Ihsan.

Dalam sebuah hadis, Rosulullah SAW menyindir orang-orang yang tidak memiliki rasa malu kepada Allah SWT.

Dari Abu Masud Uqbah bin Amr al-Anshari al-Badri ra. Rasulullah SAW bersabda”Sesungguhnya, di antara wasiat para nabi terdahulu yang dipahami oleh manusia adalah, Jika kamu tidak malu maka lakukanlah sesukamu. (HR. Al-Bukhari).

Jangan sampai Allah SWT mencabut rasa malu. Sebab kalau sampai seseorang tidak memiliki rasa malu, berarti dia telah jauh dari Allah SWT dan Rosulullah SAW. Seseorang yang dicabut rasa malunya, biasanya bangga melakukan kemaksiatan. Bahkan kadang memamerkan prilaku yang bertentangan dengan ajaran Rosulullah SAW. Semoga Allah SAW tetep memelihara rasa Allah SWT kita


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook