Posted by admin On April - 5 - 2012 1 Comment

Masjid YalamlamMiqot haji telah ditentukan oleh Nabi Saw, baik tempat maupun waktunya. Menurut beberapa keterangan Nabi Saw, beberapa tempat yang dipergunakan untuk miqot makani (tempat miqot) ada lima. Bagi warga Indonesia dan sekitarnya, seperti; Brunai, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, melalu wilayah ‘Yalamlam’’.

Yalamlam adalah tempat mikot yang telah ditentukan oleh Nabi Muhammad Saw. Yalamlam adalah nama sebuah gunung yang berada di Yaman, yaitu gunung Tihama. Nabi Saw menjadikanya sebagai salah satu miqot yang telah ditentukan bagi jama’ah haji dari Yaman dan sekitarnya,[1] serta bagi orang-orang yang melewatinya, baik lewat jalur darat ataupun udara.

Yalamlam terletak di sebelah selatan kota Makkah dengan jarak sekitar 100 km. Pemerintah Arab Saudi juga telah membagun sebuah masjid yang cukup besar dengan kapasitas 1500 jama’ah dengan luas 625 m2, agar mempermudah bagi jama’ah haji dari arah Yaman dan sekitarnya juga yang melewatinya.

Adapun bagi jama’ah haji yang melewati udara, yaitu dari Asia Tenggara –seperti Indonesia, Malaysia, Brunai, Singapura-, juga melewati miqot ini. Oleh karena itu, bagi jamaah haji gelombang kedua (menuju Makkah), para ulama selalu menganjurkan dan mencontohkan agar supaya mengenakan baju ihram di bandara Juada, atau Sukarano Hatta. Dengan tujuan, ketika memasuki wilayah Yalamlam, tinggal mengucapkan niat umrahnya yang dipimpin oleh pembimbingnya. Biasanya, pesawat Suadi Air Line, selalu menginformasikan kepada para penumpang (jamaah haji dan umrah) jika akan melewati Yalamlam dan segera bersiap niat ihram.

Bagi yang menggunakan transportasi darat, pemerintah Arab Saudi sudah membangun masjid yang cukup besar di Yalamlam. Tujuannya, agar supaya memudahkan bagi setiap jamaah haji yang melewati Yalamlam, sekaligus menjadi tempat miqot.

Namun, yang mengikuti gelombang pertama, biasanya mereka langsung berangkat ke Madinah dan pengambilan miqat-nya dari Dzul Khulaifah (Bir Ali). Ini adalah tempat miqot Rosulullah, suatu tempat yang sangat istimewa karena pernah disinggahi baginda Nabi ketika hendak ihram, Bagi Jama’ah haji yang langsung ke Jeddah, maskapai penerbangan biasanya memberikan informasi kepada seluruh jama’ah haji atau umrah agar mengambil niat ihram sebelum memasuki kawasan miqot (Yalamlam). Ulama’ Saudi dalam majalah al-Bukhust al-Islamiyah, melarang menggunakan Jeddah sebagai tempat miqot haji, baik mereka yang datang menggunakan pesawat udara, darat, atau laut karena Nabi Saw telah menentukan mikot berdasarkan keterangan hadis diatas.

 



[1]. Imam al-Qurtubi, al-Jamiu Li ahkami al-qur’an, 2/363

One Response so far.

  1. I simply want to mention I’m all new to blogs and honestly loved you’re blog. More than likely I’m want to bookmark your site . You definitely have wonderful stories. Cheers for revealing your web site.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook