Posted by Abdul Adzim Irsad On April - 27 - 2013 0 Comment

Syarat utama ibadah haji harus memiliki kemampuan fisik dan finansial. Dosa hukumnya jika fisik dan finansial sudah ada (mapan). Pemerintah selalu penyelengara Ibadaha haji dan umrah harus maksimal di dalam memberikan pelayanan terhadap tamu-tamu Allah SWT. Pelayanan itu meliputi, ibadah, kesehatan, pemondokan, transportasi, serta penyediakan makan dan minum.

Dari sekian banyak pelayanan, pemondokan termasuk yang paling vital. Bahkan, pemondokan akan menentukan kemabruran ibadah haji. Ketika pemondokan bagus dan berkulitas, akan menjadikan semakin nyaman bagi setiap jamaah haji.

Pemondokan haji bisa dikatakan bagus dan berkualitas (memenuhi standard) jika jaraknya tidak jauh dari Masjidilharam, saluran airnya bagus, tempat tidurnya bagus, bersih, serta semua sarana dan prasana hotel mencukupi. Dan, yang paling penting dalam ibadaha haji, pemondokan itu tidak boleh ihtilat (bercampur) antara laki-laki dan wanita agar tidak menimbulkan fitnah. Realitas yang terjadi dilapangan, seringkali antara laki-laki dan wanita yan bukan muhirm bercampur (ihtilat) sehingga terjadi cinlok (cinta lokasi). Lebih-lebih, para pelaku cinta lokasi itu sudah memiliki pasangan masing-masing.

Sudah menjadi kewajiban pemerintah (kemenag) untuk memberikan pelayanan yang bagus dan berkualitas terhadap jamaah haji selama pelaksanaan haji. Para agamawan juga memiliki kewajiban moral untuk memberikan pelayanan ibadah, dan membekali ilmu agama dengan baik agar tidak terjadi cinlok antara jamaah wanita dan laki-laki. Setiap jamaah haji berharap agar supaya ibadahnya diterima dan menjadi haji mabrur.

Pemondokan Haji         

 

m


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook