Posted by Abdul Adzim Irsad On September - 22 - 2012 1 Comment

Jamaah Haji 2012Musim haji sudah tiba, semua calon jamaah haji siap-siap terbang tinggi menuju kota suci Makkah dan Madinah, untuk menunaikan ibadah haji dan umrah. Tidak lupa kemudian berziarah ke Makam Nabi Saw, sebagai bentuk rasa cinta dan setia kepada Rosulullah Saw. Tidak sempurna ibadah haji dan umrah seseorang jika beluam berziarah Nabi Saw di kota suci Madinah, dan menjalankan sholat Arbain di Masjid Nabawi.

Tanggal 20 September 2012, calon jamaah asal Jawa Timur mulai memasuki Asrama Haji. Wajah-wajah terduh mereka terlihat, karena sembentar lagi akan berangkat ke tanah suci. Bertahun-tahun mereka menunggu, ahirnya saat-saat yang ditunggu datang juga. Dengan seragam khas batik Haji, mereka antre memasuki Asrama. Di pingganya  dan lehernya terdapat tas kecil yang berisi paspor dan data-data pribadi, serta uang saku selama berada di kota suci Makkah dan Madinah.

Sementara, tas yang cukup besar isinya bermacam-macam. Ternyata, para petugas melihat dan menyaksikan barang-barang yang dibawa oleh CJH (Calon Jamaah Haji) barang yang dilarang. Pisau, gunting, Rokok, kompor, serta alat masak nasi, wajan, panji, minyak goring, dan banyak lainnya. Teranga saja, petugas ahirnya menyita barang-barang tersebut, yang selanjutnya akan di lelang setelah jamaah haji berangkat. Untuk gelombang pertama dan kloter pertama yang masuk Asrama Haji berasal dari Bojonegoro.

Setiap tahun selalu ada jamaah haji yang membawa barang-barang yang dilarang. Namun selama barang itu tidak membayakan seperti; pisau, pedang, pistol, tidak apa-apa. Jika barang-barang dapur, petugas menyitanya, karena di Makkah dan Madinah cukup banyak dan mudah di dapat.

Terkait dengan benda dan barang yang di larang di bawa diMakkah dan Madinah adalah senjata. Berdasarkan keterangan hadis, tidak diperkanankan setiap orang masuk di dalamnya membawa senjata, atau benda-benda tajam, seperti; Pedang, Keris, Pistol, dll.

Memasuki kota ini, harus dengan mengenakan busana irham, sebagai bentuk rasa tad’dim terhadap kota suci, sebagaimana Nabi Saw memulyakan kota ini. Tidak etis memasuki kota makkah dengan mengunakan kaos omblong, atau menggunakan busana tidak pantas.

Banyak sekali larangan-larangan ketika memasuki tanah haram, seperti ; memotong pohon-pohonan atau mengambil barang luqathah. Membawa senjata ke Makkah juga termasuk salah satu yang diharamamkan. Hal ini karena ada teks yang sangat jelas dari Rasulullah Saw. yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Rasulullah Saew bersabda:

 

Diriwayakan dari sahabat Jabir RA, ia berkata’’ akau telah mendengan Nabi sedang bersabda” tidak diperkenankan bagi siapapun untuk membawa sejatka di Makkah” (HR Muslim).

 

Berangkat dari teks hadits di atas, seorang ulama’ besar di zaman Tabi’in, yaitu Hasan al-Bashri, berpendapat bahwa membawa senjata di Tanah Haram tidak diperbolehkan, baik dengan alasan membunuh atau berperang. Bagi orang yang sedang berhaji dan umrah hendaknya tidak membawa senjata, karena Nabi telah memberikan keterangan jelas seputar larangan membawa senjata. Saat ini senjata (al-Silah) bisa dikiaskan dengan senapan, pistol,  clurit, pedang, golok, belati, dan lain-lain. Wajarlah jika pemerintah memberikan aturan kepada setiap jamaah haji agar tidak membawa sajam (senjata tajam), walaupun untuk keperluan dapur. Sebab, di Makkah sudah banyak alat-alat tersebut.

 

 

One Response so far.

  1. Werner Molinski mengatakan:

    I simply want to mention I am just beginner to blogging and really enjoyed you’re blog. Almost certainly I’m likely to bookmark your site . You actually come with fabulous article content. Kudos for sharing with us your blog.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook