Posted by Abdul Adzim Irsad On September - 18 - 2015 0 Comment

Tragedi Makkah Menunaikan ibadah haji itu sama dengan berjuang dijalan Allah SWT (Jihad fi Sabilillah). Rosulullah SAW pernah berkata “jihadnya orang-orang tua, lemah, dan anak kecil wanita adalah menunaikan ibadah haji dan umrah” ( HR. Al-Nasai”). Artinya, orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah itu benar-benar harus mempersiapkan fisik, manteri, mentalnya. Sebab, orang yang berangkat ke tanah suci Makkah, seolah-olah perjalanan menuju ahirat.

Terkait dengan pelaksanaan ibadah haji itu sebagai jihad dijalan Allah SWT, Rosulullah SW juga bersabada:”pejuang dijalan Allah (mujahid), yaitu orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah adalah tamu Allah (duata Allah SWT). Allah  SWT, memanggil mereka, maka mereka menjawab panggilan tersebut.  Mereka memohon kepada-Nya, maka Allah pun mengabulkannya”.

Beruntung sekali orang yang sering meminta di dokan oleh jamaah haji yang sedang menunaikan ibadha haji di Makkah. Sebagai tamu Allah SWT, mereka memiliki ke-istimewaan yang tidak dimiliki orang lain. Bahkan, Rosulullah SAW pernah meminta kepada Umar Ibn Al-Khattab ra, agar dirinya disertakan dalam doanya ketika berada di Makkah. Makkah, tempat istimewa, dimana semua utusan Allah SWT, kekasih, sahabat Nabi Muhammad, orang-orang sholih mencintai tanah suci.

Orang yang menunaikan ibadaa haji itu bukan saja istimewa posisinya sebagai duta Allah SAW, apa yang dikeluarkan untuk biaya haji, seperti; infak dijalan Allah SWT di kota suci Makkah itu, pahalanya dilipatgandakan. Maka dari itulah, orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah, Allah SWT membalas dengan mengantinya dengan jumlah yang berlipat ganda.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook