Posted by Abdul Adzim Irsad On April - 25 - 2013 0 Comment

Jika sudah ngebet naik haji, apa-pun akan dilakukan walaupun harus nyogok (menyuap). Haji hukumnya wajib bagi setiap muslim yang balig, mukallaf, serta sudah mampu secara finansial. Jika sudah mampu, ternyata tidak mau menunaikan ibadah haji termasuk dosa besar. Apalagi, sudah daftar haji dan siap berangkat, kemudian dibatalkan dengan alasan uangnya digunakan untuk biaya pendidikan, biaya mantu, atau biaya renovasi rumah, atau membeli mobil baru. Maka ini sama dengan mendustai agamanya sendiri, karena sesungguhnya yang memberi rejaki bukanlah manusia tetapi Allah SWT. Kemudian, kenapa harus menunda Haji?

Ada juga orang yang menunaikan ibadah haji berkali-kali padahal sudah pernah naik haji. Ada juga yang menunaikan ibadah haji, tetapi dengan cara illegal. Legal menurut agama tetapi, illegal menurut aturan pemerintah. Banyak cara yang dilakukan orang yang ingin naik haji, seperti; nyogok, atau umrah bulan ramahan, kemudian tinggal (mukim) di Makkah secara illegal selama tiga bulan. Ketika musim haji tiba, mereka ikut serta menunaikan ibadah haji. Cara seperti ini tidak baik menurut aturan manusia, tetapi belum tentu dihadapan Allah SWT tidak baik.

Penilaian manusia kadang berbeda dengan penilaian Allah SWT. Baik menurut manusia, belum tentu baik menurut Allah SWT.  Sebaliknya tidak baik menurut manusia, tetapi mulya menurut Allah SWT. Haji dengan cara nyogok agar segera berangkat baik menurut manusia, tetapi itu tidak baik menurut Allah SWT. Yang lebih aman dan nyaman adalah haji sesuai dengan aturan, sekaligus sesuai dengan ajaran Rosulullah SWT. Bukankan Rosulullah SWT mengatakan:’’ sesungguhnya Allah SWT baik, tidak menerima kecuali yang baik’’. Pesan Rosulullah SAW merupakan catatan penting bahwa Allah SWT tidak akan menerima yang tidak baik, walaupun menurut manusia itu baik. Haji berkali-kali baik menurut manusia, tetapi jika banyak fakir miskin disekitarnya, maka haji itu menjadi tidak baik.BANNER

Berdasarkan data resmi Kementerian Haji Arab Saudi,  mengeluarkan angka, bahwa praktek haji illegal pada tahun 2012 lalu terdapat 3,16 juta orang dari seluruh dunia yang menjalankan ibadah haji. Sesbuah angka yang fantastis. Indonesia termasuk menyumbangkan angka yang paling banyak di antara jamaah haji di seluruh dunia. Dari jumlah di atas, sekitar 1,4 juta orang termasuk haji illegal (tidak resmi).Yang dimaksud dengan jamaah haji illegal ialah, mereka berangkat haji ke tanah suci, tetapi tidak memiliki kelengkapan document.

Dari sekitar  1,4 juta orang yang notabene jamaah tidak resmi, mereka paling banyak menimbulkan masalah.  Traveltravel haji dan umrah di Indonesia yang tidak memiliki ijin, kadang ikut serta menerima pendaftaran haji. Walhasil, mereka kadang tidak bisa berangkat. Kalaupun berangkat, kadang menjadi jamaah illegal (tidak resmi). Terkait dengan banyaknya jamaah illegal, Pangeran Khaled berjanji akan meningkatkan keamanan untuk memperketat masuknya jamaah haji ilegal, termasuk mengontrol perizinan travel haji. Terkait antisipasi jamaah haji ilegal, akan dibangun dinding memagari sekeliling tempat suci Makkah dan Madinah.

 

..


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook