Posted by Abdul Adzim Irsad On November - 23 - 2012 0 Comment

COVER HAJIAlquran memerintahkan ibadah haji seumur hidup hanya sekali, begitu juga penjelasan Nabi Muhammad SAW. Nabi Sendiri juga melakukan haji dalam haidupnya hanya sekali saja, walaupun Nabi Muhammad SAW memiliki kesempatan berkali-kali. Walapun Nabi SAW tidak melarang ibadah haji berkali-kali, tetapi alangkah indahnya jika biaya haji yang kedua atau yang ketiga dipergunakan untuk mengentaskan kemiskinan dan kemelaratan. Di dalam sunnah nabawiyah, Nabi SAW menjelaskan seputar kewajiban haji.  Sabda  SAW sebagai berikut:

 

?? ????? ?????????? ????? ????????? ??????? ??????? -??? ???? ???? ????- ??????? « ???????? ???????? ???? ?????? ??????? ?????????? ???????? ????????? ». ??????? ?????? ??????? ????? ??? ??????? ??????? ???????? ?????? ???????? ???????? ??????? ??????? ??????? -??? ???? ???? ????- « ???? ?????? ?????? ?????????? ??????? ????????????? (???? ???? ).

Wahai manusia..! Sesungguhnya telah diwajibkan kepadamu haji, oleh sebab itu berhajilah.’’ Kemudian seorang lelaki berdiri dan bertanya,’’Wahai Rasulullah! Apakah setiap tahun?’’Rasulullah SAW. diam sampai pertanyaan tersebut diulang tiga kali. Kemudian beliau bersabda, ‘’Kalau aku jawab (Ya) maka akan wajib dan kamu sekalian tidak akan mampu melaksanakannya.’’ [1]

 

Hadis ini juga menjadi sebuah isyarat bahwa melakukan haji itu hanya sekali di dalam seumur hidup. Di dalam kondisi tertentu, memang tidak menjadi masalah melakukan ibadah haji berkali-kali, bahkan hingga tujuh kali. Namun, populitas penduduk semakin hari semakin bertambah, sehingga tempat (Makkah, Mina, Muzdalifah, dan Arafah) sangat terbatas.

Wajar, jia pemerintah melakukan penertiban, tidak boleh menunaikan ibadah haji bagi yang sudah haji, kecuali setelah lima tahun. Hal ini dilakukan agar supaya memberikan kesempatan kepada mereka yang berniat haji. Terkait dengan peraturan itu, tidak etis kiranya jika melakukan haji setiap tahun, dengan mengambil hak (antre) calon jama’ah haji lainya. Salah satu satu ciri khas muslim yang taat, ialah sadar terhadap aturan yang diperlakukan. Kesadaran inilah yang akan menjadi tolak ukur kedalaman iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT dan cinta kepada Rosulullah SAW.

Dasar kedua dari hadis Nabi yang terkait dengan kewajiban menunaikan ibadah haji, sebagaimana sabda Nabi Saw yang berbunyi:

??? ?????? ??????? ???? ?????? – ???? ??????? ????? ????? ?????? ??????? ????? ??????? ??????? -??? ???? ???? ????- « ?????? ??????????? ????? ?????? ????????? ???? ??? ?????? ?????? ??????? ??????? ?????????? ???????? ??????????? ????????? ?????????? ?????????? ?????????? ??????? ????????? ???????? ????????? (???? ???? ??? 122 )

Diriwayakan dari Abdullah Ibnu Umar r.a, dari Ayahadnanya, ia r.a mengatakan :’’ Rosulullah SAW telah bersabda”Islam itu dibngun di atas lima pondasi; bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya,melaksanakan kewajiban sholat, mengeluarkan kewajiban Zakat, menunaikan Ibadah Haji puasa di bulan Romadhan,.[2]

Pelaksanaan ibadah haji mesti dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Penyakit hati, seperti iri, dengki, hasud, riya’ takabur harus dihindari jauh-jauh. karena akan merusak atau mengurangi pahala dan kesempurnaan ibadah haji. Sebab, haji yang sempurna, bersih dari aneka ragam kotoran, Allah SWT menjamin dengan surga. Nabi s.a.w menuturkan:’’

?? ??? ?????????? ?????? ??????? ?????? ????? ???????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ??????? ???? ????? ??????? ?????? ???????? ?????? ???????? ?????? ???????? ?????????? ??????? (???? ??????? ) ????? ??????? ??? ?? ???? ????? ?????

Artinya “Dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan’’ aku telah mendengar Rosulullah SAW mengatakan”Barangsiapa melaksanakan haji karena Allah SWT, tanpa melakukan melakukan hubungan seksual.[3] dan tidak melakukan tindakan kefasikan,[4] maka ia akan kembali seperti saat ia dilahirkan oleh ibunya. Tidak ada balasan yang pantas bagi orang yang haji mabrur kecuali balasan surga.

 

Di sisi lain, karena pentingya ibdah haji, seolah-olah Allah SWT tidak menerima orang yang sudah cukup mampu secara financial, fisik, dan kondisnya menunda-nunda ibadah haji. Dengan kata lain,ibadah haji ini seolah-olah perjanjian manusia dengan tuhan yang harus dipenuhi oleh setiap orang. Jadi, jika mengingkari dengan alasan yang tidak logis, atau menunda karena alasan duniawi, seperti belum mapan, padahal realitasnya sudah cukup secara materi. Atau dengan mengatakan’’belum siap mental’’, atau alasan yang mengada-ngada. Ternyata Nabi memberikan sebuah pernyataan keras yang mengancam, sebagaimana hadis berikut:’’

 

??? ??????? ????? ????? ??????? ??????? -??? ???? ???? ????- « ???? ?????? ?????? ??????????? ??????????? ????? ?????? ??????? ?????? ??????? ????? ???????? ???? ??????? ??????????? ???? ????????????? ???????? ????? ??????? ??????? ??? ????????? (????????? ????? ???????? ????? ????????? ???? ?????????? ???????? ???????? (???? ??????? )

Artinya:’’ Diriwayatkan dari Ali r.a, Rosulullah Saw menuturkan:’’ barangsiapa telah cukup mampu (materi), dan transportasi (kendaraan) untuk melaksanakan haji, menuju rumah Allah SWT, kemudian tidak menunaikan haji, tidak ada pilihan baginya kecuali mati (meninggal) dalam keadaan yahudi, atau nasrani, dan yang demikian itu karena Allah SWT berfirman:’’ Artinya:”Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup melakukan perjalanan ke Baitullah.[5]

Begitulah janji Nabi terhadap orang-orang yang meremehkan ibadah haji, atau sibuk dengan urusan dunia, padahal secara financial, fisik, serta kondisinya memungkinkan. Hadis di atas ini juga bisa mengisaratkan, betapa pentingnya ibadah haji. Dengan tujuan agar supaya orang islam sadar untuk melakukannya. Di sisi lain, salah satu hikmah disayariatkan haji dan umrah yaitu menghidupkan rumah Allah SAW setiap tahun dengan melakukan ibadah thowaf.[6]

 



[1] .  Al-Nasaburi, Al-Hajjaj, Muslim. 2002. Shohih Muslim-Darul Qutub al-Ilmiyah-Beirut.

[2] . H.R Muslim

[3] . Artinya; tidak melakukan hubungan seksual (suami sitri) atau melakukan sesuatu yang mengarah pada hubungan seksual, sehingga bisa bisa merusak Haji.

[4] .Dosa-dosa yang bisa merusak nilai-nilai luhur rirual haji, seperti; ngrasani, namimah, ghibah dan lain sebagainya

[5] . H.R Tirmidzi, no 817 ( Bab Ma Ja’a fi al-Taglidi Fi Tarki al-Hajj)

[6] . Al-Zuhaili, Wahbah Dr. Prof, 1997. Fiqhu al-Islam wa Adillatuh, 3/2067– Darul Fikr al-Muasir-Beirut-Lubnan.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook