Hajar AswadPemerintah Indonesia terus menerus melobi Arab Saudi, agar supaya menambah kuota jamaah haji bagi umat Islam di Tanah Air setiap tahun. Langkah ini sebagai solusi mengurangi ribuan calon jamaah daftar tunggu. Apalagi, antrean haji reguler (biasa), antreannya mencapai 1.6 juta. Artinya, setiap calon jamaah haji yang daftar pada tahun 2012, akan berangkat pada tahun 2020-2021. Sedangkan, haji khusus, plus daftar tahun 2012, akan berangkat pada tahun 2015. Oleh karena itu, setiap tahun menteri agama selalu meminta tambahan kuota, agar antrean tidak terlalu panjang.

Yang harus dilakukan oleh pemerintah ialah, bagaimana menekan laju pendaftaran haji akan tidak terlalu tinggi, tanpa harus melakukan moratorium pendaftaran haji. Di antaranya ialah menambah jumlah kuota haji, dari 220 juta, menjadi 150 juta setiap tahun. Kemudian, membatasi usia, yang diperbolehkan daftar haji harus ber-usia 17 tahun ke-atas (memiliki KTP). Yang sudah pernah haji tidak boleh menunaikan ibadah haji lagi, kecuali sudah 5 tahun berjalan. Jika bisa, menghentikan sementara dana talangan haji yang murah. Mendahulukan usia sepuh  (lansia), agar supaya tidak terlalu lama menunggu, dikhawatirkan kesehatannya semakin menurun. Dengan demikian, maka sedikit-demi sedikit akan mengurangi antrean. Jika perlu, kuota haji daerah yang sedikit, seperti Papua, Bali, diberikan kepada daerah-daerah yang antreannya panjang, seperti; Kalimantan, Makasar, Jawa Timur.

Sedangkan bagi jamaah haji, jika sudah cuku materi, kondisi sehat, janglah menunda haji. Di samping usia akan semakin bertambah, maka kondisinya juga tidak semakin bagus. Menunggu daftar haji, sangat merugikan, karena manusia tidak tahu kapan ia dipanggil Allah Swt. Apalagi menunda haji dengan alasan mengada-ngada, seperti; belum siap menatal, belum mendapat panggilan, atau masih sibuk ngrus pendidikan putra-putrinya. Sementara dari segi materi cukup mampu. Jika demikia, Nabi Saw mempersilahkan dirinya memilih meninggal dalam keadaan Yahudi atau Nasrani. Kenapa demikian, sebab Nabi Saw tidak ingin pengikutnya di sibukkan urusan dunia, sedangkan dirinya mampu dan punya waktu untuk memenuhi ibadah haji sebagai rukun islam. Segeralah daftar haji, walaupun harus antre bertahun-tahun. Yang demikian ini lebih mulia dari pada menunggu atau menunda ibadah haji.

Menunggu Antrean

 

Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook