Memaknai Haji dan Umrah

HAJI BRISHaji berasal dari bahasa Arab, menurut pengertianya”menuju kota Makkah”. Sedangkan secara istilah (etismologis), haji berarti pergi menuju tempat yang diagungkan. Sedangkan menurut istilah fikih, ulama’ sepakat bahwa pengertian Haji menurut (terminologis), berangkat menuju Makkah dengan tujuan melakukan ritual ibadah tertentu dengan melaksanakan manasik haji, pada waktu dan tempat tertentu dengan cara yang tertentu pula.

Umrah menurut bahasa berarti Ziarah. Sedangkan menurut pengertian etimologis yaitu berziarah mengunjungi Makkah (baitullah) dengan tujuan khusus. Oleh karena itu, umrah itu bisa dilakukan pada waktu-waktu tertentu, yang membedakan dengan haji ialah pelaksanaanya pada bulan ‘’Ashurun Ma’lumat’’ (mikot zamani) serta dimulai dari tempat tertentu’’mikot makani’’.

Haji dan umrah adalah rukun islam yang ke-5, wajib bagi setiap orang islam yang sudah mampu untuk melaksanakanya. Kewajiban menunaikan ibadah haji dan umrah, seumur hidup hanya sekali, selebihnya adalah sunnah. Al-Qur’an dan hadis telah memberikan ketentuan tegas atas wajibnya Ibadah Haji ini” sempurnakanlah Haji dan Umrah kerana Allah”. Di dalam penjelasan ayat lain Allah SWT berfirman:’’

Artinya:”Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup melakukan perjalanan ke Baitullah.

Di dalam keterangan hadis Anas Ibn Malik r.a, beliau menuturkan bahwa yang dimaksud ‘’Sabila’’ adalah bekal dan kendaraan. Sebagaimana pertanyaan sahabat kepada Nabi’’ Wahai Rosulullah s.s.w, apa yang di Maksud al-Sabil? Nabi menjawab:’’ al-Zad wa al-Rahilah’’.

Barangsiapa mengingkari (kewajiban) perintah haji, maka sesungguhnya Allah SWT Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

Dasar hukum yang ke-2 adalah hadis (sunnah nabawiyah). Beberapa keterangan kewajiban haji menurut hadis, berdasarkan sabda beliau Saw sebagai berikut:

Wahai manusia..! Sesungguhnya telah diwajibkan kepadamu haji, oleh sebab itu berhajilah.’’ Kemudian seorang lelaki berdiri dan bertanya,’’Wahai Rasulullah! Apakah setiap tahun?’’Rasulullah saw. diam sampai pertanyaan tersebut diulang tiga kali. Kemudian beliau bersabda, ‘’Kalau aku jawab (Ya) maka akan wajib dan kamu sekalian tidak akan mampu melaksanakannya.’’

Haji dan Umrah merupakan satu paket yang tidak terpisahkan. Sebagaimana keterangan al-Qur’an yang artinya :” sempurnakanlah haji dan umrah itu karena Allah Swt”. Jangan sampai haji atau umrah itu karena kepingin bertemu dengan artis, selebritis, atletis. Tatalah hati itu, semata-mata ingin mengintip tuhan lewat celah-celah rumah Allah Swt yang suci.Dengan demikian, perjalan haji dan umrah itu akan selalu bersih tidak ternoda dengan niat-niat yang kurang pantas dihadapan-Nya.

Haji khusus (Plus) atau Reguler (pemerintah) keduanya tidak ada perbedaan. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Kedua-duanya merupakan tamu Allah Swt yang harus dimulyakan. Sudah menjadi kewajiban bagi setiap pelayan haji (biro dan KBIH) untuk memulyakan mereka, sebagai Nabi Saw memulyakan mereka. Predikat haji Mabrur akan melekat pada jama’ah haji reguler dan plus. Predikat ini akan terlihat pada prilaku sehari-hari, baik dalam keluarga, masyarakat. Haji Mabrur itu akan membentuk ke-salehan sosial yang cukup tinggi.

 


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook