Posted by Abdul Adzim Irsad On September - 12 - 2012 1 Comment

Mutasi HajiMutasi ialah pindah tempat. Dalam masalah haji yang dimaksud mutasi ialah, memindahkan diri dari tempat pendaftaran haji, dengan alasan tertentu, seperti; karena ingin mendampingi kedua orangtua yang sudah lansia, atau pindah kantor dan pindah rumah. Dalam urusan ibadah haji, mutasi diperbolekan jika memenuhi syarat, dan diperkenankan oleh pihak Depag setempat.

Biasanya mutasi haji reguler jika masih dalam satu provinsi masih bisa di lakukan dengan baik.Tetapi, jika sudah mutasi dari satu provinsi keprovinsi lain biasanya sulit. Namun, jika memang sangat penting, biasanya diperbolehkan. Kendati demikian, caranya sangat rumit dan berbelit-belit. Kecuali adake-ajaiban Allah Swt, sehingga bisa dimudahkan. Dan, tidak ada yang tidak mungkin jika Allah Swt sudah menghendakinya.

 

Dalam haji khusus, atau yang lebih popular dengan haji plus. Seringkali calon jamaah reguler mutasi ke haji plus. Karena sebagian besar  tidak kuat menunggu antrean yang begitu panjang dan melelahkan. Saat ini (Sepemtember, 2012), haji biasa (reguler) antreannya bisa sampai 10-12 tahun. Sedangkan antrean haji khusus kurang lebih 2-3 tahun. Daftar haji plus (khusus) pada bulan September (2012), diperkirakan akan berangkat tahun 2016, sesuai dengan nomer antreannya.

Daftar awal tahun 2012, akan masuk daftar tunggu tahun 2015, sedangkan memasuki pertenggahan tahun 2012, nomer porsinya sudah masuk 2016. Jika menunda pendaftaran haji, tidak menutup kemungkinan, antrean haji khusus juga semakin panjang. Menginggat calon jamaah haji saat ini semakin banyak dan meningkat.Apalagi, adanya dana talangan dari beberapa Bank Syariah dan konvensional, mejadikan semangat calon jamaah haji semakin meningkat. Jika dana talangan haji, baik reguler maupun khusus (plus), maka antrean haji akan semakin panjang dan tidak terkendalikan. Akan sangat arif, jika dana talangan haji diberhentikan sementara untuk mengurangi antrean panjang haji.

Lantas bagaimana caranya mutasi haji dari reguler ke khusus?

Gampangsekali……! Setiap calon jamaah haji reguler datang saja ke biro perjalanan khusus terdekat. Kkemudian mendaftarkan diri untuk menjadi jamaah haji khusus, dengan ketentuan san syarat-syarat yang telah berlaku.Tetapi, calon jamaah tersebut jangan sampai membatalkan regulernya. Kecuali sudah memiliki nomer porsi dan memperoleh jaminan kepastian dari biro perjalanan haji tempat mendaftarkan diri.

Jangan sampai, ketika belum mendapatkan porsi khusus, membatalkan regulernya. Dan, biasanya setiap calon travel haji  sudah memiliki informasi dan terbiasa menanggani masalah mutasi haji dari reguler ke plus. Dan, pastikan biro perjalanan haji (Travel Haji dan Umrah) benar-benar terpecaya dan memiliki ijin. Banyak sekali calon jamaah haji yang tidak berangkat setiap tahun, padahal mereka sudah melunasi ongkos hajinya. Ternyata, Biro Perjalanan haji, tempat mendaftarkan diri ternyata biro bodong (awu-awu). Sekali lagi, carilah biro perjalanan haji (travel haji dan umrah) yang memiliki ijin, berkualtias, terpercaya, serta sudah berpenggalaman menyelenggarakan Ibadah haji. Baik yang akan daftar maupun yang mutasi, jangan salah pilih travel haji, karena akan menjadi penyesalan selamanya.

 

One Response so far.

  1. Francesco Calin mengatakan:

    I just want to tell you that I am beginner to blogging and site-building and actually liked you’re blog site. Most likely I’m want to bookmark your blog . You really come with very good posts. Many thanks for revealing your blog.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook