Posted by Abdul Adzim Irsad On Agustus - 29 - 2012 1 Comment

Hajar AswadRumah Allah tidak pernah sepi dari pengunjung. Setiap saat pasti ada orang thowaf mengelilingi rumah Allah Swt yang sakral, pagi, sore, siang dibawah terik matahari, dan tenggah malam. Yang thowaf bukan hanya manusia, Jin dan para Malaikatpun juga ikut serta mengelilingi Baitullah. Bahkan, orang-orang yang berniat jahat-pun kadang ikut thowat dengan niatan mencari kesemapatan dalam kesempitan.

Setiap jamaah haji, selalu ingin mendekat dan mengecup batu hitam yang melekat di sudut Baitullah. Batu itu diyakini dari surga, berdasarkan banyak penjelasan Nabi Saw di dalam hadisnya. Batu surge itu menjadi daya tarik sendiri bagi setiap orang yang mengunjungi tanah suci. Kurang adafal bagi jamaah haji yang haji atau umrah jika belum mengecup Hajar Aswad, walaupun hukumnya sunnah.

Suatu ketika, sekelompok jama’ah sedang melakukan thowaf bersama-sama yang dipimpin langsung oleh seorang mursid (guide) mengelilingi rumah Allah SWT. Di antara mereka ada yang berbisik kepada ustadnya:’’ Ustad, apa nanti bisa mencium Hajar Aswad’’? Sang ustad menjawab singkat nan santai:’’ Bisa, bisa, insa Allah kita mengecup Hajar Asad’’. Mendengar jawaban itu, betapa senangnya jamaah itu.

Hajar Aswad itu memang memiliki daya pikat yang sangat hebat dan memikat. Buktinya, hampir semua jama’ah yang datang telah berniat mengecupnya, padahal Hajar Aswad itu hanyalah sebuah batu yang melekat di sudut rumah Allah. Namun demikian, tidak memudarkan niat setiap orang mengecupnya.

Dalam banyak keteranga, para malaikat memang selalu berkerumun di sekitar batu sacral itu, mereka senantiasa mengatakan :’’ Amin…amin…amiin. Lisan malaikat itu tak henti-henti mengamini setiap kalimat (do’a) yang terucap dari setia jama’ah yang bermunajat kepada Allah Swt. Malaikat itu juga berdo’a:’’ Semoga Allah mengabulkan permintaan dan permohonan jama’a haji ini’’.

Sayangnya, manusia tidak mampu melihat dan mendengarkan. Cukuplah dengan berita yang dibawa Nabi Saw, untuk meyakinkan hati ini atas keberadaan para malaikat itu. Jumlah malaikat itu lebih banyak dari pada jumlah jama’ah yang sedang melaksanakan thowaf. Mereka tak bosan-bosan memohonkan ampun kepada Allah atas dosa-dosa yang dialukan oleh manusia. Itulah malaikat, yang tidak pernah berbuat maksiat, dan senantiasa taat hingga datangnya hari kiamat kelak.

Sementara itu, ada sekelompok lelaki yang memakai Gamis dengan kopyah putih sedang berbisik-bisik. Ternyata mereka adalah tukang Ojek (jasa) mengatar ngecup Hajar Aswad. Mereka memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Tidak main-main, mereka menawarkan jasa cukup tinggi, kira-kira 50-100 real. Bahkan, tidak segan-segan meminta uang yang lebih banyak. Ini memang sangat ironis, karena secara tidak langsung bisa mengurangi kesakralan kota Suci Makkah, khsusnya Hajar Aswad.

Jadi, ternyata di Sekitar Rumah Allah terdiri dari dua kelompok (1) Para malaikat yang senantiasa mendo’akan orang yang sedang mengelillingi rumah-Nya. (2) Tukang ojek yang selalu menwarkan jasa mengecup Hajar Aswad. Jika dilihat, dua kelompok memang bertengtangan. Semoga lama kelama-an tukang ojek itu akan hilang, dan sungkan dengan pemilik rumah Allah, bukan semakin menjadi-jadi menekan jamaah haji yang ingin mengecup Hajar Aswad. Bagi tamu-tamu-Nya, baik Haji dan Umrah hendaknya hati-hati, jangan sampai percaya atau gampang terkecoh dengan rayuan mereka atau tawaran tersebut, walaupun mereka memakai baju gamis panjang dengan jenggot yang panjang.

.

One Response so far.

  1. Preston Goulas mengatakan:

    I just want to tell you that I am just new to blogging and seriously savored this blog. Most likely I’m planning to bookmark your blog . You really come with exceptional writings. Many thanks for sharing with us your website.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook