Posted by Abdul Adzim Irsad On Februari - 6 - 2016 0 Comment

Dalam sebuah lagu yang dipopulerkan Rhoma Irama dikatan “kalau sudah tiada baru terasa, bahwa kehadiranya begitu berharga”. Rupanya ketika sudah tidak ada lagi orangtua kita, betapa menyesalnya, karena tidak bisa berbuat baik kepada keduanya. Ketika masih ada, seseorang sangat disibukan dengan pekerjaan sehingga lupa dengan keluarganya, bahkan terhadap ibu kandungnya sendiri.

IMG-20160110-WA0050

Rosulullah SAW pernah berkata ” dua nikmat yang sering terlupakan, yaitu sehat dan sempat”. Jika kita belum biasa memberikan kebahagiaan terhadap kedua orangtua kita, minimal tidak menyusahkan atau tidak membuat sedih keduanya. Jika belum bisa hadir ditenggah-tenggah kedua orangtua, minimal mengabarkan kepada kedua orangtua bahwa dirinya sehat dan baik-baik saja.

Dari sahabat Ibnu Umar ra, ia berkata : Rasululloh SAW memegang kedua pundakku seraya bersabda : “Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan orang asing atau pengembara.” Ibnu Umar berkata : “Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah waktu sehatmu utk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu.”
(HR. Al-Bukhari).

Manfaatkan kesempatan sekecil apapun untuk berbuat bagi, dan jangan menunda niat baik. Termasuk niat menghajikan atau mengumrahkan kedua orangtua. Juga, jangan sekali-kali menunda sholat, puasa dan sedekah. Sebab, kmseringkali kesempatan itu tidak datang dua kali. Jika ada kesempatan dan sehat, gunakanlah dengan sebaik-baiknya.

Jika kedua orangtua kita sudah renta, sementara engkau belum bisa berbuat baik kepadanya. Seolah-olah hidup tidak ada artinya. Uwais Al-Qorni menjadikan hidupnya untuk Ibunya. Sementara kita belum bisa berbuat apapun, tetapi penampilan dan prilakunya seolah-olah lebih bail sari Uwais Al-Qorni.

Ketika kesempatan itu berlalu, naka itu akan menjafi sebuah kisah pilu yang menyesakan dada. Manusia hanya bisa berkata “seandainya waktu itu aku berbuat menghajikan kedua orangtuaku, maka tidak akan seperti ini”. Tetapi itulah masa lalu, semua sudah berlalu yang tidak mungkin akan kembali. Jangan menunda kesempatan yang Allah SWT berikan kepada kita.

Beruntunglah sekali bagi insan yang mampu menggunakan sempat dan sehat untuk berbuat baik kepada kedua orangtuanya. Karena ia bwrarti telah mendapat bagian dari surga Allah SWT. Karena surga dan kebahagiaan itu tergantung bagaimana cara membahagiakan kedua orangtuanya.

Hanya kepada Allah SWT kita meminta dan memohon agar selalu diberikan kesempatan dan kesehatan. Agar bisa berbuat yang terbaik untuk orang yang telah melahirkan kita di dunia ini. Jika mereka sudah tidak ada, sempatkan diri untuk mendoakan. Dan jika masih ada kuburanya, sempatkan diri menziarahinya, sebagaimana Rosulullah SAW ziarah ke Makam Ibundanya walaupun jaraknya ratusan kilo meter. Sempat dan sehat adalah nikmat dan karunia Allah SWT yang paling berharga.( Malang, Abdul Adzim Irsad. 06/02/2016)


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook