Posted by Abdul Adzim Irsad On April - 24 - 2011 1 Comment

Nabi Saw pernah menyampaikan sebuah pesan sederhana, tetapi penuh dengan makna. Pesan beliau Saw terkait dengan menyampaikan ilmu dan informasi kepada orang lain. Nabi Saw menyampaikan:’’ barang siapa yang menunjukkan kebaikan, maka dia akan memperoleh kebaikan sebagaimana orang yang melakukannya’’ (HR.Muslim). Hadis ini mengisaratkan akan pentingnya sebuah usaha positif yang dilakukan oleh setiap orang. Perintis dan pendiri kebaikan, senantiasa memperoleh kebaikan (royalty), sebagaimana kebaikan yang dilakukan oleh orang yang melakukannya.

Di dalam ajaran islam, orang yang telah merintis kebaikan, ia akan senantiasa memperoleh kebaikan selama yang dirintis dipergunakan dan dimanfaatkan oleh orang lain. Ketika orang tersebut tiada, kebaikan yang telah dirintis it uterus mengalir pahalanya, dalam istilah Nabi Saw disebut dengan’’ sodaqoh jariyah’’.  Dan begitu juga para perintis kemaksiatan, ia juga akan memperoleh aliran dosa-dosanya.

Spirit islam mengajarkan agar supaya manusia berlomba-lomba di dalam  merintis kebaikan, agar supaya bisa memberikan manfaat terhadap orang lain. Istilah yang sudah umum digunakan oleh sebagian penceramah ialah:’’ Khoiru al-Nasi anfauum bi al-Naas’’. Artinya ialah’’ sebaik-baik manusia ialah orang yang mampu memberikan manfaat kepada sesama manusia. Kebaikan itu bisa berupa materi, gagasan positif, nasehat, atau ajakan (amar ma’ruf). Bisa juga sebuah karya ilmiyah yang sangat bermanfaat.

Agar supaya manusia terus berusaha, Nabi Saw memberikan motifasi dengan istilah‘’Fastibu al-Khoirat’’ berlomba-lomba dalam urusan kebaikan. Para perintis kebaikan seperti: pendidiri Google, penulis buku, perintis majlis ta’lim, serta perintis-perintis lainya benar-benar ingin berinvestasi kebaikan dalam hidupnya. Saat ini Google benar-benar berubah menjadi mesin penghasil dolar bagi penggusaha on line. Dan menjadi rujukan setiap orang yang memburu ilmu dan informasi.

Para bloger dan pemilik perusahaan yang menggunakan fasilitas internet berlomba-lomba agar supaya situsnya bisa mudah terdeteksi oleh Mbah Google. Semakin tinggi ratingnya, semakin mudah untuk membidik pengunjung, dan semakin besar peluang untuk mempertebal penghasilan. Sungguh, ini merupakan lompatan yang sangat luar biasa dalam dunia tehnologi dan perdangangan. Kendati demikian, masih sedikit orang-orang yang menggunakan fasilitas internet untuk positif, jika dibandingkan dengan pengguna negatif.

Ada sesuatu menarik untuk dikaji dengan munculnya ‘’Google.com’’. Bagi mahasiswa dan peneliti, google.com sangat bermanfaat. Sebab, google.com sebagai mesin pencari data dan infromasi mampu menhadirkan semua data yang diinginkan, tanpa harus susah paya pergi ke-perpustakaan. Dampak positifnya sangat banyak bagi para pelajar dan mahasiswa. Namun demikian, dampak negative terhadap ilmu pengetahuan juga sangat luar biasa.

Keberadaan google.com benar-benar menghipnotis para pelajar malas membeli dan membaca buku, bahkan perpustakaan juga terkena imbasnya. Sebagian besar dari mahasiswa hanya mengandalkan google.com, ketika sedang mengalami kesulitan-kesulitan. Bahkan, ketika sedang ujian, mereka tidak segan-segan mencari jawaban lewat google.com. Bisa dikatakan, semakin canggih dunia informasi dan tehnologi akan membuat manusia semakin terlena, sehingga malas. Contoh; saat ini perang dengan menggunakan pesawat tanpa awak, karena takut mati. Menyampaikan pesan penting lewat sebuah tulisan (sms), karena merasa takut saat berhadapan langsung dengan lawan bicaranya.

Jiplak men-jiblak, copi paste, sudah menjadi bagian dari dunia ilmu dan pengetahuan, khususnya terkait dengan karya ilmiyah. Ahirnya, kualitas lulusan mahasiswa semakin tahun akan semakin turun. Wajar, jika dokter-dokter muda demontrasi menentang uji kopentensi. Bisa jadi, mereka yang menentang uji kompetensi itu, karena belajar saat menjadi mahasiswany tugasnya lewat copi paste lewat goole.com. Mereka ketakutan karena itu. Bisa juga karena biaaya uji kompetensi itu mahal, sehingga mereka menolaknya. Apapun alasannya, yang jelas ialah tehnologi intertenet semakin menjadikan manusia ketergantungan terhadap google.com dari pada kemampuan yang dimilikinya.

Googlelisasi benar-benar memberikan sebuah kemunduran dalam dunia pendidikan, informasi, penelitian, dan karya ilmiyah. Namun, bagi mereka yang benar-benar belajar menggunakan otak dan segenap kemapuannya akan mendapatkan ilmu yang sebenarnya. Google.com bukanlah tempat bergantung diri untuk mencari data dan infromasi, tetapi hanya sekedar membantu. Selebihnya, ilmu dan informasi direkam kuat dalam otak yang sehat. Yang seperti inilah yang dimaksud dengan orang-orang yang sangat cerdas.

 

 

 

One Response so far.

  1. Stephen Mulry mengatakan:

    I simply want to tell you that I am all new to weblog and actually enjoyed this web blog. Very likely I’m likely to bookmark your website . You certainly come with good writings. Thanks a lot for revealing your web site.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook