Posted by Abdul Adzim Irsad On Mei - 6 - 2011 1 Comment

santri, menuntut ilmu, bermanfaat, ngluru ilmuDi dalam kalangan santri dan komunitas pesantren salaf dan modern, orang yang sedang  belajar belajar mendalami ilmu agama di sebut dengan ‘’Tolibul Ilmu’’. Makna ‘’Tolibu al-Ilmu’’ menurut pengertian sederhana ialah ‘’mencari ilmu’’. Akan tetapi, tidak tepat jika diterapkan di dalam falsafah pendidikan agama, sebab makna mencari itu ternyata bersifat general (umum). Sebab, jika di artikan dengan ‘’mencari ilmu’’, berarti proses mendapatkan ilmu pengetahuan itu tidak memiliki etikaa atau sopan santun terhadap orang yang memiliki ilmu (guru). Selanjutnya, makna ‘’tolibul ilmi’’ di artikan dengan ‘’menuntut ilmu’’ .

Ternyata, kalimat ‘’menuntut’’ seringkali dipergunakan oleh kalangan orang-orang yang sedang bertikai. Seperti rebutan kekuasaan, kemudian menuntut ke penggadilan. Biasanya, ketika orang menuntut, tidak mengindahkan’’etika atau ahlak’’. Yang lazim, orang menuntut itu biasanya dengan mengacungkan telunjuk tangan. Yang paling tepat, kalimat ‘’menuntut’’ itu lebih cocok dengan menuntut hak dan kewajiban yang terabaikan. Wajar, jika banyak santri, anak didik, mahasiswa, yang suka menuntut gurunya, walaupun kadang yang dipermasalahkan hal-hal yang tidak semestinya.

Di dalam dunia pendidikan dikalangan santri (mahasiswa), ternyata ketika memaknai ‘’tolibu al-Ilmu’’ sering menggunakan ‘’mencari ilmu dan menuntut ilmu’’. Jadi, filsafatnya kedua kalimat itu sangat tepat, karena murid di SMP, SMA, dan mahasiswa tidak mengindahkan etika dan ahlak ketika sedang belajar ilmu agama kepada sang guru. Oronisnya, ketika guru memberikan hukuman saat seorang anak nakal,  kadang di artikan dengan penyiksaan, sehingga sang guru kadang harus rela masuk penjara karena tuntunan muridnya.

Yang tepat ialah menggunakan kalimat ‘’ngluru’’. Istilah ngluru ini sangat tepat, sebab ngluru berarti mencari sesuatu dengan merundukkan kepala. Dan biasanya, ngluru itu mencari sesuatu yang sangat penting. Kadang, tidak memperdulikan waktu, yang penting apa yang dicari (ngluru) itu bisa ketemu. Jika kita analagikan dengan kehidupan para ulama’ terhadalu, seperti Ibnu Sina, Al-Hafid Ibn Katsir, Imam al-Ghozali. Mereka tidak benar-benar berusaha mendapatkan ilmu dari gurunya, walaupun harus harus bertahuan-tahun. Dan, guru-guru mereka benar-benar menghargai muridnya. Mereka meluangkan waktu demi muridnya yang sedang ngluru ilmu tersebut, walaupun ditenggah malam. Hebatnya, para santri (murid) itu tidak mencari nilai, tetapi ilmu pengetahuan yang sebenarnya. Sebab, esensi ilmu itu bukan pada nilai, tetapi pada perubahan moral. Dan inilah yang tidak didapatkan pada santri-santri dan mahasiswa yang sedang mencari ilmu dipesantren atau di kampus agama.

Tidak dipungkiri, masih banyak mahasiswa yang berperstasi dan bermoral. Tetapi, tidak sedikit murid/mahasiswa yang moralnya jauh dibawah rata-rata. Padahal, mereka benar-benar mengerti moral, agama, serta sopan santun. Dan, ini sangat membahayakan masa depan bangsa. Nilai kejujuran sudah mulai pudar. Lihat saja, semakin hari semakin banyak sarjana kedokteran, ekonomi, tehnologi. Wal hasil, orang pinter semakin banyak, tetapi jutrus kondisi bangsa semakin terpuruk yang hingga saat ini belum ditemukan jalan keluarnya.

Jumlah professor, doctor juga semakin banyak. Pelatihan sholat khusu’, training ESQ hingga kepelosok-pelosok, bahkan sudah merambah anak-anak. Tetapi, justru korupsi, kriminalitas, pemekosaan, pencurian, judi, pergaulan bebasa tidak bisa dikendalikan. Ini merupaka perubahan besar-besaran yang menimpa pendidikan di negeri ini. Kira-kira, apa penyebabnya, dan bagaimana solusinya? mungkin semuanya harus berkumpul untuk melakukan evaluasi berjama’ah. Dengan tujuan, bagaimana memberikan solusi problematikan pendidikan moral generasi bangsa di masa mendatang.

 

 

One Response so far.

  1. Lanny Vidler mengatakan:

    I just want to tell you that I am newbie to blogging and site-building and honestly savored this web page. Probably I’m going to bookmark your website . You certainly come with incredible writings. With thanks for revealing your web-site.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook