Posted by Abdul Adzim Irsad On Mei - 18 - 2013 0 Comment

FitnahSemua ulama sepakat bahwa fitnah itu dosa besar, sebagaimana yang dikemukanan mengambarkan penfitnah sebagai sosok paling buruk-buruknya manusia. Rosulullah SAW menuturkan:’’inginkah kalian aku beritahu manusia terburuk di antara kalian?”  mendengar penuturan Rosulullah SAW, para sahabat terperanjat heran. Mereka-pun menjawab:’’Ya”. Kemudian Rosulullah SAW menjelaskan:’’mereka adalah orang-orang yang ke sana ke mari menyebar fitnah, yang memecah belah di antara orang yang saling mencintai dan meniupkan aib kepada orang-orang yang tidak berdosa/bersalah”. (HR.Ahmad).

Sementara, QS Al-Baqarah (2:191)  menegaskan bahwa fitnah itu lebih jauh berat dosanya dari pada pembunuhan. Pada redaksi lain, QS Al-Baqarah (2:217) menegaskan bahwa fitanh itu lebih besar lebih besar dosanya dari pada pembunuhan. Allah SWT di dalam kitab suci-Nya, mengajarkan agar supaya memohon kepada Allah SWT agar dijauhkan dari fitnah.

Fitnah itu merupakan ciri khas perbuatan orang-orang munafik, sifat-sifat orang munafik itu melekat pada Yahudi. Rosulullah SAW termasuk salah satu orang yang pernah difitnah oleh orang-orang Yahudi. Rosulullah SAW berhari-hari tidak menyapa istrinya Aisyah ra, karena termakan fitnah bahwa Aisyah ra di isukan berselingkuh dengan seorang sahabat.  Fitnah yang menimpa keluarga Nabi SAW membuat Aisyah ra menderita. Setelah ditelusuri, ternyata fitnah itu digulirkan oleh tokoh Yahudi yang amat membenci Muhammad SAW.  Ahirnya, Allah SWT membersihkan tuduhan Yahudi terhadap Aisyah ra dengan menurunkan surat Al-Nur.

Sampai kapanpun, orang-orang Yahudi tidak pernah bisa dipercaya. Baru-baru ini Gus Din, pimpinan pusat Muhammadiyah mendapat undangan khusus dari tokoh-tokoh Yahudi untuk menjelaskan seputar keislaman. Dalam teks Al-Quran, sampai kapanpun Yahudi tidak akan menerima Muhammad SAW sebagai seorang utusan Allah SAW dan mereka tetap akan membenci pengikut setia Rosulullah SAW (Umat Muhammadiyah). Bisa jadi, tujuan yang tersirat undangan tersebut menjadi pintu masuk Yahudi ke Indonesia dan kemudian mengacak-ngacak umat Islam Indonesia.

Terkait dengan penebar fitnah, Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Tidak masuk syurga orang yang suka menyebarkan fitnah (HR Bukhori). Dosa penebar fitnah tidak akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT, kecuali meminta maaf terhadap yang bersangkutan. Penebar fitnah tidak akan mendapatkan ketentraman dan kebahagiaan dalam hidupnya, karena hatinya selalu diliputi dengan rasa benci. Sesungguhnya, orang yang suka membuat sesame menderita, berarti telah membuat penderitaan diri sendiri.

Namun, realitas dilapangan banyak sekali yang suka menebarkan fitnah, dengan tidak memikirkan dosa dan dampak fitnah. Fakta yang menarik, dalam dunia  pemberitaan media, fitnah  justru menjadi isu untuk pintu menuju ketenaran. Tidak sedikit fitnah yang ramai dibicarkan sudah di desain sedemikian rupa, karena dibalik fitnah itu ada tujuan untuk mengangkat ketenaran seseorang. Ketika sudah popularitas dan menjadi buah bibir dan memenuhi media-media, ahirnya menjadi ikon iklan bahkan kemudian menjadi bintang sinetron dan layar lebar.

Orang-orang yang demikian menganggab bahwa fitnah itu menjadi berkah tersendiri, karena fitnah itu menjadikan rejeki semkain melimpah ruah. Dalam dunia politik, seringkali sebuah fitnah membawa dua dampak yang berlawanan. Bagi media, seperti; telivisi, Koran, majalah, fitnah yang menimpa seseorang merupakan berkah, sementara bagi yang bersangkutan (terfitnah) merupakan ujian bahkan musibah.

Terlepas dari penebar fitnah dan yang difitnah. Ternyata sesuatu yang menimpa seseorang berupa fitnah adalah ujian. Ketika fitnah itu menjadi ujian, hendaknya berusaha sabar dan semakin intropeksi diri sehingga bisa membenahir diri menjadi lebih dan lebih dekat dengan Allah SWT. Jika memang itu tidak benar, maka itu menjadi ujian berat. Ketika sabat dan tawakkal saat menghadapi ujian fitnah, Allah SWT akan mengangkat derajatnya lebih tinggi, sebagaimana Allah SWT mengangkat derajat Nabi Yusuf as karena sabar menerima ujian.

Bagi yang benar-benar melakukan perbuatan nista, seperti korupsi, bermain wanita yang bukan muhrimnya, kemudian dapat dibuktikan maka itu termasuk peringatan dari Allah SWT. Banyak sekali cara yang lakukan Allah SWT atas hamba-hambanya. Seringkali manusia tidak pernah berfikir sedikitpun apa yang akan dihadapinya. Karena hakekat hidup adalah scenario Allah SWT yang merupakan wilayah Allah SWT secara mutlaq.

Dalam kontek keindonesiaan, banyak sekali fitnah yang menebar, mulai kasus partai keadilan sejahtera (PKS), khsusnya terkait dengan Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaq, Ahmad Fatanah yang di isukan memiliki hubungan dengan sederetan wanita cantik. Dan yang terbaru fitnah terkait dengan keluarga Syarif Hasan yang menyangkut dengan istrinya. Apapan fitnahnya, baik terkait dengan korupsi, wanita, tahta, serta keluarga. Tidak ada cara yang tepat menghadapinya kecuali intropeksi diri dan mendekatkan dir kepada Allah SWT. Jika kemudian tuduhan itu benar dan nyata, harus berana mengakui kesalahan dan meminta maaf. Semoga fitnah itu menjadi pelebur dosa-dosa yang pernah dilakukan, sekaligus mengangkat derajat di sisi Allah SWT (www.wisatahaji.com)

 

 

 


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook