Posted by Abdul Adzim Irsad On Agustus - 2 - 2012 1 Comment

BermunajatDi dalam pembukaan Muktamar XI Jamiyah Ahlith Thariqoah Al-Mu’tabarah An-Nahdiyah di Malang. PBNU, KH Aqil Sirazd berkelakar:’’ sekarang do’anya Kyai kalah dengan Kyai jaman terdahulu, walaupun sering Istighosah. Sebab, waktu Istighosah dengan membawa proposal’’. Ini adalag guyonan, sekaligus kritikan tajam, bagi para agamawan, baik dari lingkungan NU, Muhammadiyah, atau dari mana saja organisasinya.

Memang tidak sedikit para Kyai, ustad, ikut serta dalam pilkada. Kemudian, dengan cara-cara yang tidak wajar dilakukan dengan tujuan agar mendapatkan suara terbanyak. Dan, tidak sedikit para asatid ke,udian menjadi selebritis. Wajar, jika kemudian do’a-do’a mereka tidak mampu menembus langit. Apalagi, makanan dan minuman, serta pakaian yang dikenakan tidak jelas (subhat). Nabi Saw pernah mengatakan:’’sesungguhnya Allah Swt, tidak akan menerima kecuali yang baik’’.

Do’a ulama terdahulu tidak panjang dan sederhana, tetapi mampu mengemparkan para penduduk langit.Para malaikat-pun ikut serta meng-amininya.Sebab, ulama dan Kyai terdahulu di barengi dengan banyak tirakatan (puasa), tahajutan, serta selektif di dalam memilih makanan dan minuman yang dikonsumsinya.

Ketika di undang pejabat, atau artis mereka-pun berfikir dalam-dalam. Mereka berfikir mendalam, jangan sampai perutnya kemasukan makanan atau minuman yang tidak tahu asal usulnya. Apalagi mendapatkan jamuan istimewa dari pejabat, artis selebritis berupa makanan, minuman, uang, serta sajian penampilan yang menyesakkan dada.

Lain hal hanya dengan agamawan di era dunia Moedern ini. Banyak ustad yang lebih suka menjadi walikota, atau artis dan selebritis. Sekali lagi, popularitas dan pendapatan yang membuat agamwan terpesona dibuatnya. Bahkan, ahir-ahir ini ada tren ustad menikah dengan artis dan selebritis. Ini sangat menguntungkan, karena popularitas ustad akan semakin melambung tinggi, karena posisinya tidak hanya sebagai ustad, tetapi juga memasuki dunia selebritis. Wajar, jika kemudian semakin laris manis dalam dunia maya dan layar kaca. Secara otomatis pula akan mendatangkan keutungan yang sangat besar.

Karena sudah menjadi selebritis, maka popularitasnya semakin melejit, bagaikan atlit sepakbola yang digandrungi oleh para supporternya. Karena sudah tenar, tidak sedikit biro perjalanan haji menjadikan ikon, seperti; Umrah bersama Ustad…..!karena nama itu akan sangat menjual, sehingga nilainya bukan lagi ibadah, tetapi finansial.

 

Anak-anak, remaja, dewasa, bapak-bapak dan Ibu-Ibu sangat mengandrunginya.Di Tayangan telivisi, hampir setiap hari masyarakat disuguhi dengan beragam cerita dan berita artis dan selebritis.Gosipnya-pun menjadi makanan public.Memang, itu merupakan ladang atau usaha seseorang untuk mencapai derajat paling tinggi dikalangan selebrtis (popularitas).

Lain lagi bagi ulama sejati yang menghidupakan Alqura’n dan ajaram Nabi Saw ditenggah-tenggah kehidupan umat. Mereka berjuang, semata-mata karena Allah Swt dengan ilmu yang memadahi, serta dengan akidah yang kuat. Dunia bukam tujuan, tetapi sekedar mampir belaka. Dalam falsafah Jawa, ulama sejati ibarat padi, semakin tua semakin merunduk dan berisik, kemudian memberikan manfaat sebanyak-banyak kepada umat.

Ibarat seorang yang menanam Padi, secara otomatis rumputnya akan tumbuh sendiri. Sedangkan siapa yang menanam rumput, tidak mungkin mendapatkan padi. Begitu juga seorang ulama sejati yang berdakwah karena Allah Saw, menjaga nilai-nilai agama, semua itu dilakukan karena-Nya, maka kelak akan mendapatkan kebaikan (popularitas). Dan ketenaran itu bukan karena market table, tetapi karena aura dari ilmu yang memancar. Itulah yang disebut dengan ‘’Ilmu Yang Bermanfaat’’

Berbeda dengan Agamawan yang sengaja menenarkan diri dengan membangun sensasi. Kelak agamawan yang demikian akan berubah menjadi artis atau selebritis yang nilainya tidak jauh dari urusan perut. Agar supaya tidak terperosok dalam lembah selebritis, Nabi Saw mengingatkan bahwa segala sesuatu tergantung pada niatnya. Kemudian Imam Nawawi mengatakan:’’setiap saya menulis karya, selalu aku awali dengan hadis tersebut, sekedar mengingatkan agar selalu menata hatinya’’.

Agamawan yang masih menjaga diri dari makanan dan minuman yang tidak jelas, serta busana sederhana. Serta, rajin menghidupkan malam dengan tahajutan, bermunajat kepada Allah Swt. Kalau di siang hari, mereka berpuasa sunnah sebagai bentuk cinta dan setia kepada Nabi Muhammad Saw. Ucapan, dan tindakanya sesuai ajaran Nabi Saw, dan tidak pernah menyimpang. Dia tidak pernah meminta urusan duniawi, yang dimita ialah, bagaimana masyarakat dan keluarganya semua selamat dan mendapat syafaat Nabi Muhammad Saw. Do’a ulama yang demikian ini yang akan sampai kehadirat Allah Swt.

One Response so far.

  1. Jarod Wrighton mengatakan:

    I just want to tell you that I am just very new to blogs and actually loved your web page. Very likely I’m going to bookmark your website . You really come with tremendous stories. Thanks for sharing with us your blog site.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook