Posted by Abdul Adzim Irsad On September - 17 - 2013 0 Comment

wudhuDalam keterangan kitab suci al-Qur’an, jelas sekali perintah untuk bersuci dari hadas besar dan kecil. Yang dimaksud bersuci ialah bersuci dari hadas kecil (wudhu’), sebagaimana keterangan al-Qur’an yang artinya:” Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad ituDihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya (QS al-Maidah (3:6).

Wajib setiap setiap mukmin berwudu’ jika hendak melaksanakan sholat, baik wajib atau sunnah. Bisa dikatakan, wudhu’ adalah kuci sholat. Dengan demikian, wajib bagi setiap umat Nabi SAW meneladani apa yang telah dilakukan dan diperintahkan. Melaksanakan wudhu dengan baik dan sempurna merupakan bentuk kecintaan dan kesetiaan kepada Rosulullah SAW. Bukankan Nabi SAW pernah mengatakan kepada sahabatnya:’’engkau bersama orang yang engaku cintai’’.

Dalam tulisan ini, akan dibahas seputar wudhu dan manfaatnya secara gamblang. Dengan tujuan, agar supaya wudhu kita bisa sempurna (isbagh). Karena wudhu’ yang sempurna itulah bisa menghapus dosa-dosa serta mengangkat derajat manusia lebih tinggi disisi Allah dan manusia. Wudhu yang sempurna itu berarti melaksanakan fardhu wudhu dan sunnahnya dengan sebaik-baiknya. Seorang dr. Said dari Mesir membahas tuntas rahasia wudhu, salah satunya yaitu sunnah berkumur dan memasukkan air di kedalam hidung. Dari segi kesehatan, ternyata yang demikian itu bisa membersihkan kotoran (debu, mikroba) yang melekat pada mulut dan hidung.

Sedangkan fardu wudhu’ (membasuh muka), tidak hanya membersihkan kotoran yang melekat pada kulit, khususnya panca indra manusia. Lebih dari itu, manfaatnya jauh lebih besar, yaitu peremajaan kulit wajah. Dengan demikian, wudhu yang sempurna bagi kaum wanita itu menjadikan kulitnya semakin bersih, segar, dan semakin cantik nan mempesona. Orang-orang terdahulu selalu bilang, jika wudhu itu salah satu cara cerdas mempercantik diri dan menjadikan orang awed muda. Berbagai riset ilmiyah membuktikan kebenaran tersebut. Begitu besar manfaatwudhu wudhu bagi orang islam, baik dari segi medis atau agama.

 

Wudhu’ dan Pendidikan  Intelektual

Wudhu’ yang berarti membersihkan (mensucikan) bagi umat islam memiliki keistimewaan, khususnya terkait dengan pendidikan agama dan moral. Dengan kata lain, wudhu itu mampu mencerdaskan intelektual, serta kecerdasan spiritual atau intuisi manusia. Sebagaimana banyak diterangkan, bahwasanya ilmu agama itu adalah cahaya (nurun). Dan, cahaya itu tidak akan bisa bersinar serta menyinari jika antara guru dan muridnya penuh dengan maksiat (dosa-dosa).

Oleh karena itu, orang-orang terdahulu (ulama’) sangat mudah dan cepat menerima ilmu (nor) cahaya dari gurunya, karena sang guru selalu bersih dari hadas, hatinya tulus di dalam mentransfer ilmu pengetahuan kepada santri-santrinya. Sedangkan murid-muridnya juga menjaga kesucian (wudhu’) ketika sedang berhadapan dengan sang guru. Jadi, proses transfer ilmu pengetahuan dan ilmu agama lebih mudah dan cepat kepada orang yang suci dari najis dari pada orang yang tidak memiliki wudhu’.

Di dalam sebuah keterangan hadis Nabi SAW, orang yang senantiasa melakukan wudhu’, wajahnya kelak akan bersinar terang benerang. Di dalam ilmu metafisika, wajah orang yang senantiasa menjaga wudhu’ lebih bercahya dari yang lainnya. Dan ini bisa dibuktikan secara ilmiyah dalam kajian aura.

Terkait dengan kecerdasan inetektual misalnya, wudhu’ bisa membantu proses belajar dan mengajar. Orang yang bersih lebih cepat menerima ilmu pengetahun, dan ini sangat logis. Nabi mengibaratkan whudu’ yang bagus bisa menghapus dosa-dosa manusia yang melekat dalam dirinya. Mulai tangan, kaki, muka, telinga, hidung, mulut, serta anggota tubuh lainya. Terkait itu, Nabi SAW pernah menuturkan :”Barang siapa berwudhu, kemudian menyempurnakannya, maka sesungguhnya dosa-dosa yang melekat pada tubuh akan keluar (rontok) hingga diujung jari jemari (H.R Ahmad).

Menurut sebagian ulama’, wudhu’ yang baik yaitu wudhu’ yang sempurna, artinya, fardu dan sunnah-sunnahnya dilakukan dengan baik. Jika para pemburu ilmu, baik santri yang nyantri di (pesantren), mahasiswa di universitas, atau murid-murid SD, SMP, SMA, melakukan wudhu’ dengan baik, maka proses transfer ilmu pengetahuan akan cepat dan mudah. Karena sesungguhnya, yang menjadi penghalang kecerdasan manusia, sebagian adalah dosa-dan maksiat. Dosa dan maksiat itu bisa dilebur atau luntur dengan whudu’ yang baik nan sempurna.

Akhirnya, bukan hanya cerdas secara intelektual, spritualnya juga lebih cerdas. Otaknya mudah menganalisis kejadian serta fenomena yang sedang berkemabang disekitarnya. Perlu diketahui, para ulama’ kyai, ustad, serta kekasih Allah, selalu menjaga wudhu’. Nabi SAW senantiasa memperbarui wudhu’ setiap sholatnya, dan menjelang tidur. Wajar, mereka intelektual muslim yang terdiri dari para ulama’ sangat cerdas merespon ilmu pengetahuan, serta merespon cahaya-Nya

Seorang warga AS bernama Matthew Braun terkagum-kagum dengan praktek wudhu’ yang diajarakn islam. Pria kelahiran Kota Brodhead itu jatuh hati pada Islam karena masalah bersuci (wudhu). Bersuci menjadi wasilah (lantaran) hidayahnya, hal ini tidak lepas dari minatnya yang sangat tinggi terhadap segala sesuatu yang terkait langsung dengan ilmu kesehatan. Terbukti, gelar masternya diperoleh sebagai tenaga kesehatan dari Universitas Ohio.

Semakin mempelajari islam lebih dalam, ia-pun mengatakan:’’Saya terkejut teryata Islam adalah salah satu dari tiga agama samawi selain Yahudi dan Kristen,” ujarnya. Apa yang dirasakan Wisconsin bukanlah satu-satunya. Sebab, namanya hidayah itu terjadi kepada siapa saja, karena Allah SWT akan memberikan hidayah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.

Kendati demikian Ia-pun makin tertarik pada Islam, tetapi belum memutuskan menjadi seorang muslim. Hingga pada ahirnya, Ia tahu bagaimana Islam sangat menganjurkan kebersihan. Hal itu diketahuinya ketika menempuh pendidikan master studi kesehatan di University of Miami di Ohio. Tak lama, Braun pun kemudian memantapkan hati pada Islam. Ia pun resmi menjadi mualaf pada tahun 1995 di Ohio.

“Banyak alasan saya memeluk Islam. Namun minat awal saya bersyahadat adalah karena tertarik bagaimana Islam memiliki praktik kesehatan yang sangat baik,” tuturnya dikutip dari Beloit Daily News.

Berdasarkan kutipan www.republika.co.id, Braun melihat praktik wudhu sebagai upaya kebersihan yang sangat brilian. Menurutnya, itu merupakan bagian dari praktik menjaga kesehatan. Mencuci tangan kaki dan membasuh wajah lima kali sehari merupakan praktik kesehatan yang sangat baik. Terpesona dengan ajaran wudhu itulah Braun melabuhkan hati pada Islam.

Begitu sempurna ajaran tentang bersuci, sampai-sampai Nabi SAW menjanjikan kepada orang yang melaksanakan praktek wudhu’ dengan baik dan sempurna akan mendapatkan ampunan dari dosa-dosa. Selanjutnya, orang yang rajin bersuci sudah barang tentu sebagai seorang ciri khas muslim sejati.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook