Posted by Abdul Adzim Irsad On September - 23 - 2015 0 Comment

Wukuf ArafahSyekh Muhammad Al-Hajar di dalam kitabnya menjelaskan hadis Rosulullah SAW seputar dasyatnya doa di Arafah. Doa apapun, dengan bahasa apapun, ketik dipanjatkan di Arafah, tepatnya saat wukuf, pasti akan istimewa. Di tambah lagi orang-orang yang berdoa adalah tamu-tamu Allah SWT yang datang dari berbagai penjuru dunia hanya semata-mata memenuhi panggilan-Nya. Waktu yang sangat mustajabah dalam berdoa yaitu sejak matahari bergeser ke barat hingga matahari tenggelam.

Arafah merupakan tempat turunya wahyu terahir, tempat pertemuan Rosulullah SAW dengan Jibril as. Tepatnya di lereng Bukit (Jabal Rahmah). Kebetulan saat ini, Rosulullah SAW sedang menunaikan ibadah haji wada’. Bisa dikatakan, wukuf di Arafah itu mengingat peristiwa penting turunnya wahyu Allah SWT di bukit Ramah. Betapa sakaral (suci) hari Arafah, dan betapa istimewanya hari ini untuk berdoa dan bermunjat kepada Allah SWT.

Ada sebongkah batu istimewa di lerang jabal Ramah, dimana batu itu tempat Nabi Muhammad SAW berwukuf. Hanay saja, tidak semua orang mengetahui batu tersebut, kecuali orang-orang tertentu yang menaruh perhatian khusus terhadap situs sejarah peninggalan Rosulullah SAW. Bagi orang tertentu, tidak satupun dari peninggalan Rosulullah SAW, kecuali memiliki atsar (labet) yang  kuat terhadap kehidupan seseorang. Sebab, Rosulullah SAW, bukan manusia biasa, sehingga sesuatu yang pernah dipakai oleh beliau juga istimewa.

Hari Arafah

Tidak ada hari yang lebih istimewa sepanjang tahun, melebihi kemulyaan Hari Arafah.  Pada hari Arafah (9 Dzulhijjah), semua jamaah haji berkumpul, bermunjat, merenung, mengakui atas kelemahan dan ketidak berdayaannya. Mereka mengenakan baju serba putih, berdzikir dan menanggis memohon dengan khusu’ dan khudu’ ridho dan ampunan Allah SWT.  Hari Arafah, hari yang paling utama di sisi Allah SWT, sebagimana di sampaikan oleh Rosulullah SAW yang artinya “Seutama-utama hari adalah hari Arafah.”

Jamaah yang berkumpul di Arfah sehari sebelumnya, ketika pada tanggal 9 Dzulhijjah, tidak satu-pun dari jamaah, kecuali harus masuk ditanah Arafah. Sebab, wukuf di Arafah itu adalah puncak Ibadah Haji, sekaligus  menjadi  Rukun Haji yang utama. Wukuf di Arafah menjadi pembeda utama antara Ibadah umrah dan Haji. Rosulullah SAW pernah bersabda “ Haji itu  adalah Arafah”. Artinya, tidak sah haji seseorang kecuali harus wukuf di Arafah.

 

Dalam sebuah penjelasan hadis Rosulullah SAW, pada hari Arafah, Allah SWT akan membebaskan siapa yang menghadiri wukuf di Arafah dan memuliakannya, juga di bebaskan dari sengatan panasnya Api neraka. Bahkan, orang-orang yang di doakan-pun juga akan mendapatkan ampunan Allah SWT. Begitu mulyanya hari Arafah, sampai-sampai Allah SWT mengutus para malaikat agar menyaksikan hamba-Nya yang sedang berwukuf di Arafah.

Semua  wilayah Arafah merupakan tempat wukuf. Sedangkan yang paling Afdal adalah tempat Rosulullah SAW berwukuf, yaitu di lereng bukit Jabal Rahmah. Karena tidak mungkin semua bisa melakukan itu. Rosulullah SAW bersabda:” Semua wilayah Arafah termasuk tempat wukuf, sebagaimana keterangan Nabi yang artinya” aku telah wukuf di sini (Arafah di dekat jabal Rahmah), dan Arafah selurunya adalah untuk melaksanakan wukuf”.

 

Ibadah Bagi yang Tidak Menunaikan Haji

Bagi umat Islam, baik yang tinggal di Makkah, Madinah, atau dimana saja, termasuk diseluruh pelosok Nusantara. Di sunnahkan bagi mereka untuk menunaikan ibadah puasa sunnah Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan Puasa Arafah (9 Dhulhijjah). Tidak lupa, banyak berdzikir menginggat Allah SWT, juga banyak bersholawat kepada Rosulullah SAW. Dianjurkan meminta kepada kerabat atau tetangga yang sedang wukuf di Arafah agar supaya mendoakannya. Sebab, doa mereka begitu dasyat dan luar biasa.

Akan begitu istimewa doa yang dipanjatkan oleh orang yang menunaikan wukuf di Arafah yang di khususkan untuk temen dan rekan-rekan yang sedang menunaikan puasa sunnah Arafah di Indonesia. Sesungguhnya, orang yang sedang puasa itu, sangat dekat dengan Allah SWT dan termasuk sedang mengabdikan diri kepada-Nya. Untuk itulah, Rasululloh SAW bersabda yang artinya: “Berpuasa pada Hari Arafah dinilai di sisi Allah sebagai penghapus dosa bagi setahun yang sebelumnya dan yang selepasnya.”  (HR Muslim).

Bagi muslim Indonesia yang sedang melaksanakan puasa sunnah Arafah, yang bertepatan dengan wukuf di Arafah (9 Dzulhijjah). Maka, doa jamaah haji yang sedang dipanjatkan dan puasa sunnah akan menyatu dan bertemu. Semoga doa-doa itu akan dikabulkan oleh Allah SWT, sekaligus menjadi amal Ibadah.

Sedangkan bagi yang mendahalui melaksanakan hari raya Idul Adha, itu merupakan hasil Ijtihad masing-masing. Semua, Allah SWT memberikan pahala bagi yang lebi dahalu melaksanan hari raya Idul Adha. Semoga bukan karena politik, atau bukan karena “asalkan berbeda”.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook