Posted by Abdul Adzim Irsad On Januari - 31 - 2016 1 Comment

Hajar AswadSemua tahu dan sepakat bahwa Al-Quran dan hadis Rosulullah SAW adalah rujukan utama. Dan semua yakin, tidak semua orang bisa memahami isi Al-Quran dan hadis, kecuali melalui para ulama. Al-Quran dan hadis juga menjelaskan bahwa ulama itu adalah pewaris para Nabi, yang memiliki rasa takut kepada Allah SWT. Maka dari uraian di atas, jelas dan pasti bahwa orang yang ingin kembali kepada Al-Quran dan hadis Rosulullah SAW, harus melalui ulama.

Terkait dengan landasan dasar rujukan ibadah haji dan umrah, para ulama telah menjelaskan tata cara pelaksanaan ibadah umrah sesuai dengan ajaran Rosulullah SAW. Para ulama merujuk pada Al-Quran dan hadis Rosulullah SAW, sepuatar perintah menunaikan ibadah haji dan umrah.

Al-Qur’an dan hadis Rosulullah SAW, adalah sumber utama dasar perintah menunaikan ibadah haji dan umrah. Wajib bagi setiap orang islam yang sudah mampu untuk melaksanakanya. Kewajiban menunaikan ibadah haji dan umrah, seumur hidup hanya sekali. Selebihnya adalah sunnah (mendapatkan pahala jika dilaksanakan dan tidak apa-apa jika ditinggalkan).

Bagi umat islam yang memiliki kemampuan, baik finansial atau fisik, wajib baginya menunaikan ibadah haji dan umrah. Jika mereka mununda, atau takut karena miskin, maka berdoa baginya. Sebab, umrah itu merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia sehat jasmani dan nikmat materi.

Ketahuilah, jika menunaikan ibadah umrah semata-mata karena memenui perintah Allah SWT, sekaligus bentuk rasa syukur, maka Allah SWT pasti akan menambah nikmatnya. Bukankah Allah SWT pernah mengatakan:”jika kalian semua bersykur, pasti aku akan menambahkan nikmat, jika kalian kufur, sesungguhnya siksaanku sangat menyakitkan.

Menunaikan ibadah haji dan umrah itu bukan semata-mata datang ke Makkah, tetapi harus benar-benar mempersiapkan diri (hati/niat) dengan baik dan benar.Sebab, Rosulullah SAW telah mengingatkan bahwa segala sesuatu itu tergantung pada niatnya. Jika pergi ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji atau umrah, maka syarat dan rukunnya harus terpenuhi. Rosulullah SAW pernah berkata “ambillah dariku tata cara ibadah manasik kalian”.

Rosulullah SAW juga telah memberikan contoh lengkap seputar pelaksanaan ibadah haji, seperti; memakai ihram dan mengambil miqotnya, thoawaf (mengelilingi baitullah 7 putaran), sai, dan tahallul. Rosulullah SAW juga mewant-wanti apa saja yanh harus dilakukan sebelum ber-ihram (sunnah sebelum ihram), serta larangan ketika dengan berihram (mahrumatul Ihram).

Tidak satupun sunnah Rosulullah SAW, yang dijelaskan para ulama, jika dilakukan semata-mata karena cinta Rosulullah SAW, kecuali akan memperoleh pahala. Sebab, hal itu menjadi bentuk rasa cinta kepada Rosulullah SAW. Bukankah kelak, orang itu senantiasa akan dikumpulkan dengan orang-orang yang dicintai. Mencintai ulama itu sama dengan memncintai Rosulullah SAW, membenci seorang ulama berarti sama dengan membenci Rosulullah SAW dan sahabatnya.

 

One Response so far.

  1. […] Al-Quran, Sunnah, Ulama, Rosulullah SAW, Makkah, Madinah, Haji, Umrah | pada Keutamaan Ibadah Umrah (1) […]


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook