Posted by Abdul Adzim Irsad On September - 15 - 2015 0 Comment

Suhada'Dasyatnya Perang Badar

Perang Badar yaitu peperangan antara Rosulullah SAW versus Quraisy Makkah. Ketika Nabi SAW sudah kuat dan memiliki otoritas  yang kuat di Madinah. Kota Madinah yang dulu bernama Yasrib, dirumah menjadi Madinah Munawarrah. Masyarakat Madinah sangat senang dengan Nabi Muhammad SAW, juga dengan para sahabat-sahahabat yang datang dari Makkah. Mereka semakin hari semakin rukun, semakin cinta dan loyal terhadap Rosulullah SAW, dan islam. Tidak ada orang yang kesetiaanya melebihi kesetiaan para sahabat terhadap kekasihnya Rosulullah SAW.

Tidak satuun perintah, ucapan, dan anjuran Nabi SAW terhadap mereka, kecuali di laksanakan dengan sebaik-baiknya oleh sahabat Nabi Muhammad SAW. Tidak kata-kata bantahan, kecuali “sami’na wa ato’na”  yang dalam bahasa jaw di artikan dengan istilah “sendiko dawuh”. Siang dan malam, sahabat Nabi SAW mendekat, bersholawata dan salam, juga rajin menunaikan sholat lima waktu berjamaah, juga mengeluarkan zakat, berbuat baik kepada sesama, membantu fakir dan miskin, juga menyantuni anak Yatim. Nabi SAW membumikan Al-Quran di kota suci Madinah dengan para sahabat yang cintainya.

Sampai-sampai seorang laki-laki yang bernama Abdullah Ibn Salam berkata “aku tidak melihat wajah Muhammad, seperti wajah pembohong”. Kemudian Abdullah Ibn Salam berkata “pertama kali yang aku dengarkan dari Rosulullah SAW, beliau bersabada” wahai Manusia…!terbarkan salam (pedamaian), berbagilah makanan, lestarikan silaturahmi, dan tunaikan sholat malam ketika manusia dalam terlelap, niscaya kalian akan masuk surga dengan aman dan sentosa”.

Nabi SAW begitu setia mendampingin, menuntun, menasehati, serta menjadi panutan sehingga penduduk Madinah menjadi penduduk yang paling setia dan taat terhadap aturan Rosulullah SAW. Nabi Muhamamd SAW, mampu menjadikan masyarakat Madinah sebagai masyarakat Madani, masyarakat yang taat hukum dan aturan yang diseapaki bersama, yaitu merujuk pada kitab suci Al-Quran dan aturan Rosulullah SAW.

Wajar saja, jika kemudian masyarakat Makkah yang masih menyembah berhala sinis dan sakit hati dengan keberhasilan Muhammad SAW. Dengan segala cara, mereka ingin menghancurkan Nabi SAW dan pengikutnya dari bumi Madinah. Kebetulan, sebagian penduduk Madinah masih ber-agama Yahudi, yang tidak suka (benci) terhadap kedatangan Muhamamd SAW di Madinah. Orang Yahudi Madinah, bekerja sama dengan orang Kafir Quraisy Makkah untuk menghancurkan Nabi Muhamamd SAW dan sahabat-sahabatnya.

Pada tanggal 17 Ramadhah tahun ke-2 Hijriyah, terjadilah Perang Badar. Perang ini merupakan puncak pertikaian yang terjadi antara kaum muslim Madinah dan Quraisy Makkah. Dalam peperangan ini, kaum muslim mendapatkan bantuan langit, ribuan para Malaikat turun tangan membantu kaum Muslimin. Sebuah kisah menarik, dimana seorang pemuda membabat leher orang kafir Quraisy Makkah, ternyata pedang belum sampai menepel pada leher orang kafir, tiba-tiba leher itu sudah terputus. Itulah bantuan nyata para Malaikat yang ikut serta bertempur melawan orang kafir MakkahAllah SWT perfirman “tidaklah ada pertolongan, kecuali dari Allah SWT”.

Begitu sakit, dan dendamnya orang-orang Kafir Makkah, sampai-sampai tokoh-tokoh penting Quraisy Makkah ikut serta dalam peperangan itu.  Sebut saja, Utbah bin Rabi’ah, al-Walid dan Syaibah, Abu Jahal ikut serta mengangkat senjata. Dalam sebuah kisah, dua orang pemuda bertanya kepada Abdurahman Ibn Auf ra “engkau tahu, dimana Abu Jahal? Abdurahman Ibn Auf menjawab “engkau masih kecil, mana mungkin bisa bertarung dengan Abu Jahal? . Kemudian dua remaja itu dengan semangat dan keberaniannya, kedua remaja itu mencarinya, ketika menemukanya keduanya bertarung habis-habisan melawan Abu Jahal. Keduanya berusaha membunuh dedengakot Akfir Quraisy Makkah. Belum, sempat pedang menempel pada leher Abu Jahal, tiba-tiba leher Abu Jahal terputus. Itulah pertolongan Allah SWT, dimana ribuan Maliakat turut serta membantu dalam peperangan tersebut.

Tokoh-tokoh besar Kafir Quraisy Makkah di atas ikut serta menjadi tumbal peperangan itu. Memang jumlah pasukan Rosulullah SAW, tidak begitu banyak, namun semangat mereka mampu mengalahkan pasukan orang Kafir Makkah. Kebersihan niat, semangat, serta ihlasnya mereka di dalam menegakkan agama Allah SWT, serta kecintaan mereka kepada Allah SWT dan Rosulullah SAW menjadikan umat islam menang. Banyak sahabat yang ikut menjadi sudah’ badar. Seorang sahabat yang bernama Ubaidah bin Haris ra, meninggal sebagai suhada’ karena terluka. Merekalah orang-orang yang kelak akan menjadi penghuni surga bersama Rosulullah SAW.

Ketika saya mengunjungi “maqbarah suhada’ badar” terdapat nama-nama sahabat yang wafat menjadi sahid, semua ditulis dalam monument, antara lain sebagai berikut:’

 

  1. Haritha bin Suraqa al-Khazraji r.a
  2. Dhush-shimaalayn ibn ‘Abdi ‘Amr al-Muhajiri r.a
  3. Rafi’ bin al-Mu’alla al-Khazraji r.a
  4. Sa’d bin Khaythama al-Awsi r.a
  5. Safwan bin Wahb al-Muhajiri r.a
  6. Aaqil bin al-Bukayr al-Muhajiri r.a
  7. Ubayda bin al-Harith al-Muhajiri r.a
  8. Umayr bin al-Humam al-Khazraji r.a
  9. Umayr bin Abi Waqqas al-Muhajiri r.a
  10. 10.Auf bin al-Harith al-Khazraji r.a
  11. 11.Mubashshir bin ‘Abdi’l Mundhir al-Awsi r.a
  12. 12.Mu’awwidh bin al-Harith al-Khazraji r.a
  13. 13.Mahja’ bin Salih al-Muhajiri r.a
  14. 14.Yazid bin al-Harith bin Fus.hum al-Khazraji r.a

 

Mereka mendapat jaminan surga di sisi-Nya, mereka sangat mulia, mereka menjadi saksi nyata bahwa Islam itu akun mulya dan tinggi, jika pemeluknya benar-benar setia terhadap Rosulullah SAW. Tidak ada yang lebih mulia, melebihi kemulyaan orang-orang yang berjuang di jalan Allah SWT. Mereka jelas-jelas melawan orang-orang Kafir yang memusuhi agama Allah SWT, dan berusaha merusak, dan menghancurkan Rosulullah SAW di kota suci Madinah. Siapapun yang ingin menghancurkan, menghina, dan melecehkan Rosulullah SAW, maka Allah SWT akan menghinakan mereka.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook