Posted by Abdul Adzim Irsad On September - 14 - 2015 0 Comment

MadinahRosulullah SAW Hijrah ke Madinah (4)

Hijrah merupakan sesuatu yang wajib dilakukan bagi Nabi SAW, yang di ikuti oleh sahabat-sahabatnya. Tujuan utamanya ialah, menjaga akidah juga melestarikan iman di negeri yang aman, yaitu Madinah Al-Munawarah. Semua tahu penduduk asli Madinah begitu ramah, santun dan sangat mengharapkan kedatangan Rosulullah SAW. Wajar saja, saat Nabi SAW datang di Madinah, semua penduduk Madinah, baik yang tua, mudah, anak-anak dan wanita menyambutnya dengan suka ria, sambaing mendendangkan puji-pujian yang begitu indah terhadap Rosulullah SAW.

Ketika di Madinah, Rosulullah SAW semakin mendapatkan tempat yang istimewa, masyarakat mempercayainya, bahkan memberikan tempat istimewa. Kaum Muhajirin (Makkah) segitu bahagia dengan sambuatan hangat penduduk Madinah (Kaum Ansor). Mereka bahu membahu membangun kota Madinah dengan ihlas serta karena cinta kepada Allah SWT dan Rosulullah SAW. Yang kaya membantu yang miskin, dan yang miskin tidak menjadi peminta-minta, melainkan dimulyakan oleh Masyarakat Madinah yang santun nan ramah.

 

Demi demi hari, pengikut Nabi SAW semakin bertambah banyak dan kuat. Kepemimpinan Rosulullah SAW semakin rapi, kuat dan bijaksana, sehingga membuat penduduk Makkah dan orang-orang yang tidak suka dengan kemajuan  Nabi SAW, merasa iri dengki terhadap capaian-capain Rosulullah SAW. Mereka-pun berusaha membuat rencana-renca busuk, makar, demia merusak citra Muhamamd SAW.

Orang Kafir Makkah berkolaborasi dengan Yahudi Madinah, mereka mendirikan Masjid tandingan dengan tujuan merusak kesatuan dan persatuan Umat Rosulullah SAW. Seketika itu, Nabi SAW memerintahkan merusak dan membongkarnya. Karena keberadaan Masjid itu bukan menyatukan umat islam, tetapi justru merusak persatuan umat Islam.

Tidak berhenti sampai disitu. Orang Kafir Makkah dan Yahudi Madinah berusah memusui Rosulullah SAW dan sahabatnya. Maka, mereka datang dengan pasukan yang lengkap, dan persenjataan yang memadai, juga jumlah pasukan yang besar dengan tujuan menghancurkan Madinah. Pada masa Nabi Muhammad SAW itulah, ahirnya terjadi perang (gazwah) hebat yang dikenal dengan perang Badar. Nabi SAW hanya memiliki 313 pasukan dengan senjata tidak lengkap, tetapi niat dan semangatnya jauh lebih besar dibandingkan persenjataan orang kafir. Beluam lagi, Nabi SAW dibantu oleh para Malaikat yang turun dari langit hanya membantu pasukan Rosulullah SAW yang sedang bertempur menegakkan agama Allah SWT. Pada hari ker 17 Ramadan tahun ke-2 Hijriyah, perang Badar terjadi di Lembah Badar, dengan jarak 125 km selatan Madinah.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook