Posted by Abdul Adzim Irsad On Maret - 23 - 2011 1 Comment

Suatu ketika, orang-orang Turkey yang sedang menunaikan Ibadah haji ditanya oleh teman-teman dengan menggunakan bahasa Arab yang artinya begini;’’ Bu…kenapa jama’ah haji dari turkey kok usianya udah tua-tua’’? Katanya orang malang kewut (Tuwek). Mereka menjawab;’’ pemerintah Turkey tidak mengizinkan kaum muda untuk segera menunaikan ibadah haji. Mendengar jawaban ini, rekan kuliah saya, mangut-mangut…


Sementara, teman saya meledek;’’ Syeh…kalau muda-mudi Turkey dibolehkan haji pada usia muda, sangat berbahaya. Kenapa? sebab, ahwat (cewek) Turkey itu benar-benar cantik. Jika ada tiga remaja putrid turkey sedang berjalan di bawah terik matahari, maka banyang-bayangnya juga ikut cantik. Mendengar jawaban ini, rekan-rekan yang lain tertawa cekikian….wkkkkk. Kecantikan wanita (gadis) Arab, Turkey, Persia, dan sekitarnya memang diatas standard, jika dibandingkan dengan Asia Tenggara. Dan, begitulah tuhan menciptakan.

Judul diatas memang Ambigu, apalagi telah diceritakan seputar kecantikan orang-orang Arab, Persia, Turkey, Syiria dll. Orang akan mengangab bahwa cuci mata disini terkait dengan kesucian tanah haram dan keagungan rumah Allah SWT. Bisa jadi, para pembaca akan menganggab bahwa cuci mata disini karena melihat wanita-waniat cantik yang dibalut dengan busana muslimah yang terlihat indah nan mempesona.

Bagi sebagian jama’ah haji, ketika mereka melihat rumah Allah, matanya tak hent-hentinya menetiskan air mata, dengan menatap bangunan tua yang penuh berwibawa. Bibirnya juga selalu basah dengan tasbih, tahlil, dan tahmid, karena mengagungkan Allah SWT. Sementara, hatinya senantiasa bersyukur atas karunia-Nya, karena Allah masih memberikan kesempatan baginya untuk melangkahkan mengelilingi ka’bah. Dengan iringan do’a, jama’ah haji mengucapkan talbiyah’’ Ya Allah….aku penuhi panggilan-MU…./ Labbaik Allahuma Labbaik…)

Mata mereka benar-benar bersih, Air mata yang mengalir deras seolah-olah membasuh dosa-dosa yang pernah dilakukan selama di Indonesia. Talbiyah yang mereka ucapkan, sebagai bukti dan jawaban atas panggilan-Nya, dan siap bertemu dengan-Nya, kapan saja Allah inginkan. Sungguh, pertama kali melihat rumah Allahm, benar-benar terasa sangat indah, dan tidak ada yang lebih indah dari itu. Seandainya ada wanita cantik berdiri dihadapan mereka, tatapan mata terhadap rumah Allah tidak berubah sedikitpun.

Ribuan mata, memangdangi rumah Allah yang indah nan megah itu. Seolah-olah mereka ingin mengintip Allah dari celah-celah ka’bah. Saat melihat kebesaran-Nya, hatinya tersentuh. Dan tidak terasa, butiran air mata menetes lagi, dan menetes lagi. Seoalah-oleh telah menyaksikan-Nya melalui celah-celah ka’bah itu. Nabi Saw pernah menuturkan;’’ dua mata yang tidak pernah tersengat panasanya Api neraka (1) mata yang senantiasa mengangis karena takut kepada-Nya, (2) Dan mata yang selalu terjaga karena berjuang dijalan Allah Saw. Air mata itulah yang mempertemukan hamba dengan kholik-Nya kelak. Aminn.

One Response so far.

  1. Denae Horkley mengatakan:

    I simply want to mention I am all new to blogs and seriously savored your blog site. More than likely I’m likely to bookmark your blog . You definitely have awesome posts. Thank you for sharing your blog.


Facebook Like Box provided by technology news
  • Facebook